Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
20 September 2026, 21:41 WIB
Hyundai fokus garap pasar mobil listrik di Indonesia karena telah berinvestasi besar untuk konsumen setia
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pasar mobil listrik Indonesia sekarang cukup berkembang setelah pemerintah memberi beragam insentif. Saat ini pelanggan bahkan bisa membelinya dengan harga sangat kompetitif.
Di sisi lain, kendaraan listrik yang dibanderol miliaran rupiah pun ikut terdongkrak. Hal ini dinilai Hyundai merupakan bukti besarnya potensi pasar otomotif di Tanah Air.
“Saat ini pilihan mobil listrik dimulai dari Rp200 jutaan, Rp700 jutaan hingga Rp3 miliaran. Luasnya range harga menunjukkan bahwa banyak kesempatan yang bisa dikembangkan oleh pabrikan,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (07/11).
Hyundai melihat potensi besar yang masih bisa dikembangkan dari mobil listrik terkhusus dari kisaran harga. Manufaktur asal Korea tersebut diyakini tengah mempersiapkan kendaraan setrum baru namun berbanderol lebih murah.
Oleh karena itu ia menilai bahwa bila perusahaan otomotif ingin masuk di segmen mobil listrik, mereka harus pintar menggali potensi untuk menjawab kebutuhan konsumen. Kemudian menyesuaikan harga guna menarik minat pelanggan di Tanah Air.
“Mobil listrik masih menjadi tren baru bagi masyarakat Indonesia. Saat ini perhatian masyarakat lebih fokus pada jarak tempuh kendaraan,” ungkapnya kemudian.
Ia pun menambahkan bahwa pelanggan tidak terlalu memikirkan segmen kendaraan yang ingin dibeli. Tetapi lebih mempertimbangkan desain mobil listrik khususnya di eksterior serta kelengkapan fitur.
“Kalau dilihat dari tampilannya, EV sudah beda karena cenderung ke arah Modern Advanced dan pelanggannya ingin mencoba sesuatu yang baru. Desainnya juga sulit untuk dikatakan apakah itu SUV, sedan atau lainnya,” tambah Fransiscus Soerjopranoto.
Sebelumnya diberitakan bahwa pabrikan asal Korea Selatan tersebut hendak menghadirkan satu mobil listrik baru tahun depan. Peluncurkannya dilakukan pada semester pertama 2024.
Menariknya lagi, model terbaru itu akan memiliki kandungan lokal lebih besar ketimbang Ioniq 5 saat ini. Pasalnya pada awal tahun pabrik baterai mobil listrik sudah rampung dibangun.
Tak untuk pasar domestik, rencananya model tersebut juga akan dikirim ke beberapa negara khususnya di kawasan Asia Tenggara. Sehingga posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi kendaraan listrik menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
17 September 2026, 09:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial
19 September 2026, 20:02 WIB
ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta