Nasib Harga Mobil Hyundai saat Pasar Otomotif Bergejolak
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai Indonesia mengungkap kesiapannya dalam menghadirkan penantang Toyota Veloz Hybrid yang baru diluncurkan
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Presiden Direktur Hyundai Indonesia sebut pihaknya akan menghadirkan penantang Toyota Veloz hybrid dan ajukan diri untuk proyek mobil nasional.
Ju Hun Lee, Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) buka suara setelah menyimak diluncurkannya Toyota Veloz Hybrid di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Dan diakuinya bahwa Hyundai telah mempersiapkan mesin hybrid berkapasitas 1.5 liter.
"Kami sedang mempersiapkan mesin tersebut dan akan digunakan pada Stargazer generasi selanjutnya," jelas Lee saat ramah tamah bersama media di Tangerang, Jumat (21/11/2025).
Namun Ia belum memberikan kepastian kapan Stargazer bermesin hybrid tersebut diluncurkan karena terkait erat dengan strategi global Hyundai.
"Stargazer Hybrid belum akan muncul tahun depan. Strategi Hyundai berbeda dengan pabrikan Jepang karena kami fokus untuk mengembangkan hybrid untuk segmen atas seperti Santa Fe, Palisade dan Tucson" ungkap Lee.
Dalam hal ini Lee juga menambahkan bahwa pihaknya mengakui ada kesalahan strategi yang membuat penjualan Stargazer kurang memuaskan.
"Saya pikir fokus kami salah. Ada Avanza, Veloz, Xpander serta banyak lainnya di Indonesia, kami terlalu serakah dan ingin menantang semuanya. Jadi saya pikir kami perlu menetapkan target utama saja, Avanza, Xpander atau Veloz," kata Lee.
Lee juga menyinggung soal keinginan Hyundai berpartisipasi dalam pembuatan mobil nasional (mobnas) yang akan menjadi proyek nasional Pemerintah Indonesia. Ia menyebut bahwa pihaknya menawarkan konsep EV 7-penumpang sebagai mobnas.
"Kami sudah menjelaskan spesifikasinya. Memang ini sedikit berbeda dengan permintaan dari Pemerintah. Saya pikir mereka sedang meninjau proposal kami," jelas Lee.
Ia juga menambahkan sejatinya pemerintah Indonesia memiliki beberapa desain, mobil militer dan penumpang. Untuk milter Hyundai tegas tidak bisa memenuhi permintaan.
Sementara untuk memenuhi permintaan desain mobil penumpang menurut Lee pihak Hyundai tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena periode waktu pengembangan.
"Pengembangan tersebut memakan waktu terlalu lama karena mulai dari awal dari desain juga pengembangannya. Jadi kami membuat proposal berdasarkan apa yang bisa dilakukan dan masih menunggu fedbacknya," kata Lee.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Mei 2026, 21:00 WIB
14 Mei 2026, 20:18 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 15:00 WIB
17 April 2026, 07:42 WIB
Terkini
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Tampilan desain eksterior Hyundai Ioniq yang dirancang untuk pasar Tiongkok terlihat unik dan futuristik
05 Juni 2026, 19:00 WIB
Martin menuturkan bahwa Marc Marquez menjadi salah satu pembalap yang harus dikalahkan di MotoGP Hungaria 2026
05 Juni 2026, 17:00 WIB
Harga Honda Super One di Jepang adalah Rp 300 jutaan, di Indonesia banderolnya diyakini tidak berbeda jauh
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Harga mobil baru berpotensi meningkat dalam waktu dekat jika terus menerus tertekan karena rupiah melemah
05 Juni 2026, 09:00 WIB
GR Garage Auto2000 perkenalkan skuad untuk ambil bagian dalam ajang Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali menjadi andalan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Masyarakat di Kota Kembang bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi pada hari ini
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Wuling Eksion dikatakan mendapat antuasiasme positif dari masyarakat Indonesia karena sejumlah kelebihannya