10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Hyundai Indonesia mengungkap kesiapannya dalam menghadirkan penantang Toyota Veloz Hybrid yang baru diluncurkan
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Presiden Direktur Hyundai Indonesia sebut pihaknya akan menghadirkan penantang Toyota Veloz hybrid dan ajukan diri untuk proyek mobil nasional.
Ju Hun Lee, Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) buka suara setelah menyimak diluncurkannya Toyota Veloz Hybrid di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Dan diakuinya bahwa Hyundai telah mempersiapkan mesin hybrid berkapasitas 1.5 liter.
"Kami sedang mempersiapkan mesin tersebut dan akan digunakan pada Stargazer generasi selanjutnya," jelas Lee saat ramah tamah bersama media di Tangerang, Jumat (21/11/2025).
Namun Ia belum memberikan kepastian kapan Stargazer bermesin hybrid tersebut diluncurkan karena terkait erat dengan strategi global Hyundai.
"Stargazer Hybrid belum akan muncul tahun depan. Strategi Hyundai berbeda dengan pabrikan Jepang karena kami fokus untuk mengembangkan hybrid untuk segmen atas seperti Santa Fe, Palisade dan Tucson" ungkap Lee.
Dalam hal ini Lee juga menambahkan bahwa pihaknya mengakui ada kesalahan strategi yang membuat penjualan Stargazer kurang memuaskan.
"Saya pikir fokus kami salah. Ada Avanza, Veloz, Xpander serta banyak lainnya di Indonesia, kami terlalu serakah dan ingin menantang semuanya. Jadi saya pikir kami perlu menetapkan target utama saja, Avanza, Xpander atau Veloz," kata Lee.
Lee juga menyinggung soal keinginan Hyundai berpartisipasi dalam pembuatan mobil nasional (mobnas) yang akan menjadi proyek nasional Pemerintah Indonesia. Ia menyebut bahwa pihaknya menawarkan konsep EV 7-penumpang sebagai mobnas.
"Kami sudah menjelaskan spesifikasinya. Memang ini sedikit berbeda dengan permintaan dari Pemerintah. Saya pikir mereka sedang meninjau proposal kami," jelas Lee.
Ia juga menambahkan sejatinya pemerintah Indonesia memiliki beberapa desain, mobil militer dan penumpang. Untuk milter Hyundai tegas tidak bisa memenuhi permintaan.
Sementara untuk memenuhi permintaan desain mobil penumpang menurut Lee pihak Hyundai tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena periode waktu pengembangan.
"Pengembangan tersebut memakan waktu terlalu lama karena mulai dari awal dari desain juga pengembangannya. Jadi kami membuat proposal berdasarkan apa yang bisa dilakukan dan masih menunggu fedbacknya," kata Lee.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
07 Oktober 2026, 19:46 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan