Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Sepanjang Oktober, angka penjualan Hyundai jadi yang terendah dari raihan keseluruhan sejak Januari 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Angka penjualan Hyundai di Indonesia secara retail (penyaluran dari diler ke konsumen) masih stagnan di kisaran 1.000-an unit sejak April 2025.
Per Oktober 2025, penjualan Hyundai di data Gaikindo tercatat 1.353 unit atau turun empat persen dari raihan di September yaitu 1.412 unit.
Perlu diketahui bahwa di periode Januari-Maret 2025, penjualan Hyundai masih mampu tembus 2000-an unit.
Di Januari tercatat 2.001 unit. Menyusul setelahnya Februari 2.153 unit lalu mencapai angka tertingginya di Maret yakni 2.354 unit.
Namun setelah itu penjualan Hyundai stagnan di 1.000-an unit, meskipun sudah ada model baru diperkenalkan yakni Stargazer Cartenz.
Di Oktober, penjualan Hyundai turun ke 1.353. Ini menjadi capaian terendah mereka di 2025 sejauh ini.
Stargazer Cartenz merupakan versi pembaruan dari model terdahulu dengan ubahan paling terlihat di area gril.
Penyegaran itu diberikan dengan menampung masukan dari konsumen. Namun tampaknya tidak signifikan mendorong penjualan Hyundai di Indonesia.
Padahal Hyundai Stargazer sebagai Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) menjadi salah satu tulang punggung penjualan mereka di dalam negeri.
Hanya saja memang dari segi harga, Stargazer Cartenz terpaut lebih tinggi dari rival buatan Jepang seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.
Produk lain Hyundai Venue sebelumnya digadang sebagai volume maker, tetapi tak mendapatkan respons yang diharapkan.
Sepanjang 2025, Hyundai Venue hanya menyumbangkan wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) sebanyak 31 unit saja.
Sementara itu mobil listrik Hyundai juga mengalami persaingan ketat dengan berbagai manufaktur asal Cina. Di periode September 2025, Electric Vehicle (EV) Hyundai tak lagi masuk 10 besar model terlaris.
Harga dan variasi model dinilai menjadi satu penyebab turunnya pamor mobil listrik Hyundai di Indonesia. Produk Tiongkok diminati karena banderolnya cenderung lebih rendah dari model serupa di segmen yang sama.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
14 Mei 2026, 20:18 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 15:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta