Penjualan Mobil Mewah di Indonesia Sepanjang 2025, BMW Memimpin
13 Januari 2026, 08:00 WIB
BMW Group Indonesia menantikan detail dari perjanjian IEU-CEPA yang akan mulai dijalankan pada 2027 mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah baru saja membuat sebuah perjanjian, yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Kesepakatan tersebut membawa keuntungan bagi pabrikan mobil asal Benua Biru. Sebab mereka mendapat keringanan biaya bea impor.
BMW Group Indonesia pun buka suara mengenai perjanjian IEU-CEPA. Mereka meminta detail dari kebijakan baru itu.
"Sampai sekarang semua detail dan perjanjian IEU-CEPA belum dijabarkan. Ini masih berupa kerangka besar tanpa rincian regulasi yang jelas," ungkap Peter Sunny Medalla, Presiden Direktur BMW Group Indonesia di Jakarta, Jumat (17/10).
Kendati demikian, BMW tetap menyambut baik perjanjian Indonesia dengan negara-negara Eropa. Sebab diprediksi dapat membawa dampak positif.
Seperti contoh penurunan harga mobil-mobil BMW yang berstatus Completley Built Up (CBU) dari Jerman.
Akan tetapi BMW memperkirakan hal tersebut tidak bisa langsung dirasakan para konsumen di Tanah Air.
Penurunan harga mobil BMW diprediksi bakal terjadi secara bertahap selama lima tahun ke depan.
Meski begitu jenama asal Jerman ini mengimbau konsumen tidak perlu menunda pembelian produk mereka. Apalagi sampai menantikan perjanjian IEU-CEPA berlaku.
Sebab mayoritas kendaraan roda empat BMW yang diniagakan di Indonesia sudah dirakit secara lokal di dalam negeri.
"Sebagian besar mobil kami sebenarnya dalam bentuk CKD," Sunny menuturkan.
BMW menegaskan bahwa kehadiran mereka di Tanah Air bukan hanya untuk sekadar meniagakan kendaraan roda empat dengan banderol kompetitif saja.
Namun BMW juga mau berinvestasi pada sumber daya manusia serta industri lokal. Jadi mampu memberikan dampak bagi sektor ekonomi Indonesia.
Sebagai informasi, produk mobil Eropa di Indonesia saat ini ditawarkan dengan banderol cukup tinggi. Biaya impor kendaraan jadi satu faktor yang berperan di belakangnya.
Oleh karena itu kebijakan yang meringankan biaya bea masuk mobil Eropa ini dapat menjadi angin segar buat berbagai manufaktur seperti BMW hingga Mercedes-Benz.
Mengingat mayoritas lini kendaraan mereka masih berstatus CBU alias diimpor utuh dari negara asalnya.
Lebih lanjut dijelaskan dalam keterangan tersebut, perjanjian Indonesia-Uni Eropa juga akan membuka banyak kesempatan investasi di sektor strategis termasuk Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik.
Mengingat bahwa sekarang kendaraan roda empat setrum tengah mendapatkan respons cukup baik dari konsumen Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Januari 2026, 08:00 WIB
07 Januari 2026, 20:00 WIB
05 Januari 2026, 13:00 WIB
24 Desember 2025, 17:03 WIB
23 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Avanza jadi mobil terlaris di 2025 namun BYD mulai merangsek naik dengan memasukkan dua model ke 20 besar
15 Januari 2026, 10:00 WIB
Sepanjang periode tahun lalu pasar motor baru menunjukan kinerja cukup positif, termasuk dirasakan oleh Yamaha
15 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut data Gaikindo, segmen mobil LCGC hanya membukukan wholesales di anga 122.686 unit sepanjang 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Menghadapi tantangan berat dan persaingan sengit, penjualan retail Neta mengalami penurunan tajam di 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Libur akhir pekan datang lebih awal namun pemerintah tetap menggelar ganjil genap Jakarta secara ketat
15 Januari 2026, 07:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 kembali ke warna khas mereka di MotoGP 2026, memadukan kuning fluo dengan aksen hitam
15 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani proses perpanjangan masa berlaku SIM A dan C
15 Januari 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur Nasional Isra Miraj kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung guna melayani pengendara