Diler BMW Astra Mampang Dibuka, Usung Konsep Ramah Lingkungan
23 Januari 2026, 19:00 WIB
BMW Group Indonesia menantikan detail dari perjanjian IEU-CEPA yang akan mulai dijalankan pada 2027 mendatang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah baru saja membuat sebuah perjanjian, yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Kesepakatan tersebut membawa keuntungan bagi pabrikan mobil asal Benua Biru. Sebab mereka mendapat keringanan biaya bea impor.
BMW Group Indonesia pun buka suara mengenai perjanjian IEU-CEPA. Mereka meminta detail dari kebijakan baru itu.
"Sampai sekarang semua detail dan perjanjian IEU-CEPA belum dijabarkan. Ini masih berupa kerangka besar tanpa rincian regulasi yang jelas," ungkap Peter Sunny Medalla, Presiden Direktur BMW Group Indonesia di Jakarta, Jumat (17/10).
Kendati demikian, BMW tetap menyambut baik perjanjian Indonesia dengan negara-negara Eropa. Sebab diprediksi dapat membawa dampak positif.
Seperti contoh penurunan harga mobil-mobil BMW yang berstatus Completley Built Up (CBU) dari Jerman.
Akan tetapi BMW memperkirakan hal tersebut tidak bisa langsung dirasakan para konsumen di Tanah Air.
Penurunan harga mobil BMW diprediksi bakal terjadi secara bertahap selama lima tahun ke depan.
Meski begitu jenama asal Jerman ini mengimbau konsumen tidak perlu menunda pembelian produk mereka. Apalagi sampai menantikan perjanjian IEU-CEPA berlaku.
Sebab mayoritas kendaraan roda empat BMW yang diniagakan di Indonesia sudah dirakit secara lokal di dalam negeri.
"Sebagian besar mobil kami sebenarnya dalam bentuk CKD," Sunny menuturkan.
BMW menegaskan bahwa kehadiran mereka di Tanah Air bukan hanya untuk sekadar meniagakan kendaraan roda empat dengan banderol kompetitif saja.
Namun BMW juga mau berinvestasi pada sumber daya manusia serta industri lokal. Jadi mampu memberikan dampak bagi sektor ekonomi Indonesia.
Sebagai informasi, produk mobil Eropa di Indonesia saat ini ditawarkan dengan banderol cukup tinggi. Biaya impor kendaraan jadi satu faktor yang berperan di belakangnya.
Oleh karena itu kebijakan yang meringankan biaya bea masuk mobil Eropa ini dapat menjadi angin segar buat berbagai manufaktur seperti BMW hingga Mercedes-Benz.
Mengingat mayoritas lini kendaraan mereka masih berstatus CBU alias diimpor utuh dari negara asalnya.
Lebih lanjut dijelaskan dalam keterangan tersebut, perjanjian Indonesia-Uni Eropa juga akan membuka banyak kesempatan investasi di sektor strategis termasuk Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik.
Mengingat bahwa sekarang kendaraan roda empat setrum tengah mendapatkan respons cukup baik dari konsumen Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Januari 2026, 19:00 WIB
23 Januari 2026, 15:00 WIB
20 Januari 2026, 20:00 WIB
18 Januari 2026, 17:00 WIB
13 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 17:00 WIB
Toyota GR Yaris terbaru dihadirkan sebagai tribut untuk Sebastien Ogier, ada tambahan mode berkendara Seb
25 Januari 2026, 15:00 WIB
Dimensi Mitsubishi Destinator yang kompak membuat para wanita merasa senang mengendarainya buat mobilitas
25 Januari 2026, 13:00 WIB
Ananta Rispo memiliki koleksi kendaraan beragam yang sudah dimodifikasi sesuai dengan selera dan kebutuhannya
25 Januari 2026, 11:00 WIB
Untuk pertama kalinya di Indonesia Chery akan meluncurkan mobil diesel yang rencananya hadir di segmen niaga
25 Januari 2026, 09:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air