GWM Wey G9 Siap Dikirim ke Konsumen November, Sudah Bisa Dipesan
15 September 2026, 07:00 WIB
Masih ada berbagai tantangan ekonomi dihadapi di RI, membuat mobil bekas jadi alternatif menarik buat masyarakat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kenaikan harga jual kendaraan bermotor roda empat dipengaruhi oleh banyak hal. Misalnya pemberlakuan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 12 persen.
Bahkan mobil LCGC (Low Cost Green Car) seperti Honda Brio Satya banderolnya sempat tembus Rp 200 jutaan. Padahal jenis kendaraan satu ini sebelumnya ditawarkan di bawah Rp 200 juta.
Pengamat menilai LCGC menjadi salah satu segmen terbesar yang diminati dan sesuai dengan daya beli masyarakat. Namun melihat berbagai tantangan ekonomi saat ini, banyak orang akhirnya beralih ke mobil bekas.
“Ada job insecurity atau konsumen cenderung mengurangi (pembelian) karena ada kekhawatiran PHK (pemutusan hubungan kerja), mereka tetap membeli (kendaraan) tetapi dengan harga lebih murah,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu.
Calon konsumen kemudian mencari alternatif spesifikasi dan model yang sama dengan banderol lebih rendah di pasar mobil bekas.
Apabila tantangan ekonomi tahun ini terus berlanjut, menurut Josua penjualan mobil masih akan sulit pulih ke satu juta unit.
Sehingga perlu ada kerja sama dari berbagai pihak buat memberikan kemudahan pembelian kendaraan roda empat bagi calon konsumen.
“Bagaimana supaya kebijakan pemerintah bisa menggerakkan spending dan pendapatan masyarakat, itu jauh lebih penting. Selama itu belum bisa terselesaikan, tentu saya pikir masyarakat akan defense buying, memprioritaskan belanja-belanja yang penting untuk kebutuhan hidup,” tegas dia.
Sebagai informasi, penjualan mobil bekas mulai mengalami peningkatan sejak awal 2025. Hal tersebut menjadi salah satu bukti tingginya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan roda empat.
Perwakilan platform jual-beli mobil bekas Broom mengatakan bahwa banyak orang memilih mobil bekas berkonfigurasi tiga baris, khususnya MPV (Multi Purpose Vehicle).
MPV memiliki kapasitas besar, sesuai dengan kebutuhan banyak pelanggan khususnya mereka yang bakal pergi mudik.
Dari segi harga juga cukup kompetitif. Di pasaran, MPV tiga baris dengan banderol di bawah Rp 200 jutaan misalnya Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.
MPV lain seperti Ertiga ditawarkan Rp 200 jutaan ke atas. Sementara di pasar mobil bekas, angkanya bisa turun sampai ke Rp 98 juta-Rp 100 jutaan.
Sehingga selama harga mobil masih melonjak dan kondisi ekonomi belum membaik, ada peluang besar masyarakat tanah air pilih alternatif mobil bekas karena lebih terjangkau dan pilihan bervariasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 September 2026, 07:00 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Terkini
17 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini ada di dua lokasi, agar bisa lebih mudah ditemukan oleh para pengendara
17 September 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai salah, SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan untuk SIM yang belum kedaluwarsa
17 September 2026, 06:00 WIB
Selain mengandalkan ETLE statis dan mobile, sistem Ganjil Genap Jakarta juga dibantu oleh para petugas
16 September 2026, 19:39 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk melanjutkan raih kemenangan pada gelaran MotoGP Austria 2026 akhir pekan nanti
16 September 2026, 19:38 WIB
Belum lama seorang masyarakat bernama Jangkung Sido Sentosa mengaku keberatan jika SIM mati harus bikin baru
16 September 2026, 09:00 WIB
Shell harus menggelontorkan investasi cukup besar, hingga Rp 1,2 triliun untuk membuat pabrik gemuk di Marunda
16 September 2026, 06:00 WIB
Pengguna mobil pribadi dengan pelat ganjil hari ini wajib waspada karena ada aturan Ganjil Genap Jakarta
16 September 2026, 06:00 WIB
Berikut adalah daftar lokasi serta jadwal SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, simak syaratanya