Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Memasuki era elektrifikasi ada wacana beli mobil bensin bakal dipersulit, ini tanggapan konsumen mobil
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Di era elektrifikasi pemerintah semakin menggencarkan beragam cara agar masyarakat bisa dan mau untuk beralih ke kendaraan listrik. Pilihannya semakin banyak ditambah subsidi untuk dua merek yang memenuhi persyaratan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) minimal 40 persen.
Belum lama ini juga ada wacana pemerintah untuk mempersulit masyarakat membeli mobil bensin, seperti disampaikan Luhut Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di acara TikTok Southeast Asia Impact Forum beberapa waktu lalu.
Apabila beli mobil bensin bakal dipersulit masyarakat diharapkan jadi lebih cepat berpindah ke mobil listrik dan membantu mengurangi polusi udara terkhusus di Jakarta.
Saat ini polusi hasil sisa pembakaran kendaraan bermotor memang dinilai cukup tinggi. Peralihan ke kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk membantu menguranginya.
Terkait rencana tersebut tentu ada respons pro dan kontra dari masyarakat. Salah seorang pengunjung booth otomotif Jakarta Fair 2023, Andi mengatakan bahwa ia mendukung usaha pemerintah menggencarkan pemakaian mobil listrik.
“Paling bagus listrik, kita sudah polusi di mana-mana. Secara pribadi saya dukung mobil listrik dari awal sejak 1950-an kan sudah ada kenapa baru diterapkan sekarang,” ucapnya saat ditemui TrenOto di area JIExpo Kemayoran, Kamis (23/6).
Sementara pengunjung lain yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan ada sisi positif maupun negatif dari wacana beli mobil bensin bakal dipersulit.
“Positifnya kita membantu ikut mengurangi polusi dengan pakai mobil listrik. Tapi negatifnya kan belum semua orang kapasitas rumahnya bisa untuk menge-charge mobil listrik, bahkan listriknya masih susah,” ujarnya.
Menurutnya pengisian daya kendaraan listrik untuk beberapa jenis terbilang mudah alias bisa diisi daya di rumah. Sayangnya perlu ada kapasitas minimum dari listrik di rumah agar bisa mengakomodasi charging mobil listrik.
Sekadar informasi sekarang pilihannya semakin beragam. Pasca Hyundai Ioniq 5 meluncur merek-merek lain turut kembali meramaikan industri otomotif Tanah Air.
Sebut saja mobil listrik mungil Wuling Air ev. Kemudian di segmen mobil premium ada BMW iX, Mercedes EQE sampai Tesla.
Alternatifnya ada mobi hybrid maupun PHEV (plug in hybrid electric vehicle). Toyota jadi merek yang memiliki banyak opsi di antaranya Toyota C-HR, Corolla Cross Hybrid, Yaris Cross Hybrid dan Kijang Innova Zenix Hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini
24 Agustus 2026, 06:12 WIB
SIM keliling Bandung tetap beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat di Kota Kembang dari dua lokasi
24 Agustus 2026, 06:11 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasi dan syaratnya
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
Motul boyong produk-produk unggulan yang memudahkan pembelian para pengunjung Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
Ipone tunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan setia di Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Chery J6T CSH memiliki tampilan yang sama dengan versi listrik namun mempunyai jarak tempuh lebih jauh
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
Omoda & Jaecoo Trimegah Bogor bisa memberikan fasilitas body and paint bagi konsumen dengan jaringan