Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Memasuki era elektrifikasi ada wacana beli mobil bensin bakal dipersulit, ini tanggapan konsumen mobil
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Di era elektrifikasi pemerintah semakin menggencarkan beragam cara agar masyarakat bisa dan mau untuk beralih ke kendaraan listrik. Pilihannya semakin banyak ditambah subsidi untuk dua merek yang memenuhi persyaratan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) minimal 40 persen.
Belum lama ini juga ada wacana pemerintah untuk mempersulit masyarakat membeli mobil bensin, seperti disampaikan Luhut Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di acara TikTok Southeast Asia Impact Forum beberapa waktu lalu.
Apabila beli mobil bensin bakal dipersulit masyarakat diharapkan jadi lebih cepat berpindah ke mobil listrik dan membantu mengurangi polusi udara terkhusus di Jakarta.
Saat ini polusi hasil sisa pembakaran kendaraan bermotor memang dinilai cukup tinggi. Peralihan ke kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk membantu menguranginya.
Terkait rencana tersebut tentu ada respons pro dan kontra dari masyarakat. Salah seorang pengunjung booth otomotif Jakarta Fair 2023, Andi mengatakan bahwa ia mendukung usaha pemerintah menggencarkan pemakaian mobil listrik.
“Paling bagus listrik, kita sudah polusi di mana-mana. Secara pribadi saya dukung mobil listrik dari awal sejak 1950-an kan sudah ada kenapa baru diterapkan sekarang,” ucapnya saat ditemui TrenOto di area JIExpo Kemayoran, Kamis (23/6).
Sementara pengunjung lain yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan ada sisi positif maupun negatif dari wacana beli mobil bensin bakal dipersulit.
“Positifnya kita membantu ikut mengurangi polusi dengan pakai mobil listrik. Tapi negatifnya kan belum semua orang kapasitas rumahnya bisa untuk menge-charge mobil listrik, bahkan listriknya masih susah,” ujarnya.
Menurutnya pengisian daya kendaraan listrik untuk beberapa jenis terbilang mudah alias bisa diisi daya di rumah. Sayangnya perlu ada kapasitas minimum dari listrik di rumah agar bisa mengakomodasi charging mobil listrik.
Sekadar informasi sekarang pilihannya semakin beragam. Pasca Hyundai Ioniq 5 meluncur merek-merek lain turut kembali meramaikan industri otomotif Tanah Air.
Sebut saja mobil listrik mungil Wuling Air ev. Kemudian di segmen mobil premium ada BMW iX, Mercedes EQE sampai Tesla.
Alternatifnya ada mobi hybrid maupun PHEV (plug in hybrid electric vehicle). Toyota jadi merek yang memiliki banyak opsi di antaranya Toyota C-HR, Corolla Cross Hybrid, Yaris Cross Hybrid dan Kijang Innova Zenix Hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV