Ada 45 Motor dan Mobil yang Bisa Dicoba di GIIAS Semarang 2026
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Untuk mempopulerkan kendaraan listrikdi Indonesia beli mobil bensin dipersulit, begini tanggapan Toyota
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Guna mempercepat penjualan kendaraan listrik di Indonesia, beragam cara akan dilakukan. Salah satunya adalah adanya wacana pemerintah dalam hal beli mobil bensin dipersulit.
Hal ini disampaikan oleh Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di ajang TikTok Southeast Asia Impact Forum beberapa waktu lalu. Menurutnya kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan dibandingkan mobil konvensional.
“Ketika ke China, kami sudah mendorong agar produksi kendaraan listrik mereka bisa lebih banyak lagi. Selain itu pemerintah akan mempersulit pembelian mobil bensin,” ungkapnya.
Dengan meningkatkan kesulitan untuk membeli kendaraan bermesin konvensional maka diharapkan masyarakat segera berpindah ke electric vehicle. Sehingga industri bisa tumbuh serta mengurangi polusi udara khususnya di Jakarta.
Pasalnya menurut dia, polusi yang disebabkan oleh sisa pembakaran kendaraan bermotor dinilai cukup tinggi. Sementara mobil atau motor listrik tidak menghasilkan emisi sehingga lebih ramah lingkungan.
Pernyataan tersebut pun langsung mendapat respon dari Toyota sebagai salah satu pabrikan kendaraan terbesar di Tanah Air saat ini. Mereka mengklaim bahwa hanya mendapat informasi bahwa target pemerintah adalah 10 persen mobil listrik di 2030.
“Untuk elektrifikasi Toyota terus memperhatikan arahan pemerintah dan terus mendukung, tidak hanya Battery Electric Vehicle tetapi juga HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Informasi yang saya dapatkan, target pemerintah adalah 10 persen BEV di 2030,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota pada TrenOto (22/06).
Ia pun berpendapat bahwa sejatinya kendaraan HEV dan PHEV sebenarnya sudah bisa menekan polusi udara. Pasalnya emisi gas buang yang dihasilkan Toyota Yaris Cross Hyrbrid besarannya jauh di bawah mesin konvensional.
“Saya rasa semua produk yang bisa mengurangi emisi harus didukung. Misalnya Toyota Yaris Cross Hybrid itu emisinya bisa rendah di bawah separuh mobil biasa,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa polusi udara di Indonesia khususnya Jakarta dinilai tidak sehat. Kondisi tersebut pun langsung mendapat beragam respon termasuk pemerintah yang langsung melakukan kajian agar bisa memperbaiki kondisi, termasuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Para pengunjung GIIAS Semarang 2026, bisa langsung mencoba motor dan mobil incaran selama pameran berlangsung
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
AHM baru saja memberikan opsi warna maupun grafis baru pada moge mereka, yakni Honda CRF1100L Africa Twin
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan salah satu fasilitas untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
Setelah dievaluasi, kebijakan Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas di Ibu Kota
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta di akhir pekan beroperasi di lima lokasi terbatas, layani perpanjangan masa berlaku kartu
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027