Gaikindo Tanggapi Kesulitan Neta Bertahan di Pasar RI
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Baterai mobil listrik Neta V-II diklaim sudah memenuhi kualitas yang dibutuhkan pada beberapa kondisi
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Neta V-II hadir pertama kali pada ajang PEVS (Periklindo Electric Show) 2024 silam. Mobil listrik jenis SUV kompak ini dipasarkan dengan banderol lebih murah dari pendahulu.
Tidak tanggung-tanggung banderolnya turun puluhan juta lebih murah. Sudah dirakit lokal dan merupakan harga sementara menjadi faktor penting koreksi harga.
Meskipun dijual dengan angka lebih kecil namun berbanding terbalik kualitas produk. PT Neta Auto Indonesia (NAI) justru menambahkan berbagai teknologi terkini pada kendaraan.
Salah satunya adalah hadir bersama sistem pembantu pengemudi yang dikenal ADAS. Lalu mereka juga menggunakan baterai buatan lokal hasil kolaborasi bersama Gotion Indonesia.
Penampung daya tersebut menggunakan material lithium ferrophosphate (LFP). Kapasitasnya sendiri mencapai 36.1 kWh untuk bisa menjangkau jarak tempuh 401 km.
Lebih jauh untuk membuat baterai bisa terisi cepat disertakan sistem DC CCS2. Pengisian daya dari 30 – 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 30 persen.
Penampung daya buatan Gotion Indonesia tersebut diklaim telah melalui sejumlah tes. Sehingga kualitas produk bisa diandalkan.
“Baterai bertegangan tinggi ini telah melalui berbagai pengetesan, mulai dari Vibration, Shock Test, Squeez, Wet-heat Cycle, External Flame, Water Immersion, Temperature Shock and Salt Sparay hingga Short Circuit,” ucap Jordy Angkawidjaja, Product Planning Manager Neta Indonesia beberapa waktu lalu.
Sejumlah pengujian di atas membuat daya tahan baterai mumpuni di berbagai kondisi medan jalan. Penempatan komponen sendiri berada di bawah dek kabin dan bisa dilihat mata.
“Sistem baterai kami disebutnya Tiang Gong, keamanan berlapis mulai dari sel, modul dan bagian luar dilapisi baja. Sehingga tetap aman meskipun berada di kolong atau luar mobil,” ungkap Wahyu Handani, Training and Sales Manager Neta Auto Indonesia.
KatadataOTO bersama awak media lain berkesempatan untuk menguji singkat baterai Neta V-II. Melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung sekira 130 kilometer secara teori bisa dilakukan dengan mudah.
Memulai perjalanan dari diler Neta Kelapa Gading, Jakarta Utara, mobil melaju menuju hotel di Kawasan Cihampelas, Bandung, Jawa Barat.
Kapasitas baterai yang tertera saat memulai perjalanan 98 persen. Dengan menempuh jarak total 131.6 kilometer, sisa baterai mencapai 42 persen.
Perjalanan Jakarta – Bandung memang bukan rintangan berarti bagi Neta V-II. Namun untuk melakukan perjalanan pulang pergi, ada baiknya Anda melakukan pengisian ulang sebelum kembali ke Ibukota.
Di kota kembang sendiri Neta melakukan pengujian baterai dengan metode direndam air. Melalui kedalaman setengah roda dan kondisi kendaraan menyala, penampung daya tetap aman.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 11:00 WIB
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 07:00 WIB
Pemerintah Cina menilai, hadirkan tombol fisik pada mobil listrik bisa meningkatkan keselamatan pengguna
17 Februari 2026, 06:00 WIB
Saat tanggal merah Tahun Baru Imlek 2026, SIM keliling Bandung tetap bisa ditemukan di dua tempat berbeda
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur
16 Februari 2026, 18:01 WIB
Mitsubishi naik ke urutan tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia per Januari 2026, berikut daftarnya
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi