Xpeng P7+ Diperkenalkan, Bakal Hadir di 36 Negara
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Baterai mobil listrik Neta V-II diklaim sudah memenuhi kualitas yang dibutuhkan pada beberapa kondisi
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Neta V-II hadir pertama kali pada ajang PEVS (Periklindo Electric Show) 2024 silam. Mobil listrik jenis SUV kompak ini dipasarkan dengan banderol lebih murah dari pendahulu.
Tidak tanggung-tanggung banderolnya turun puluhan juta lebih murah. Sudah dirakit lokal dan merupakan harga sementara menjadi faktor penting koreksi harga.
Meskipun dijual dengan angka lebih kecil namun berbanding terbalik kualitas produk. PT Neta Auto Indonesia (NAI) justru menambahkan berbagai teknologi terkini pada kendaraan.
Salah satunya adalah hadir bersama sistem pembantu pengemudi yang dikenal ADAS. Lalu mereka juga menggunakan baterai buatan lokal hasil kolaborasi bersama Gotion Indonesia.
Penampung daya tersebut menggunakan material lithium ferrophosphate (LFP). Kapasitasnya sendiri mencapai 36.1 kWh untuk bisa menjangkau jarak tempuh 401 km.
Lebih jauh untuk membuat baterai bisa terisi cepat disertakan sistem DC CCS2. Pengisian daya dari 30 – 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 30 persen.
Penampung daya buatan Gotion Indonesia tersebut diklaim telah melalui sejumlah tes. Sehingga kualitas produk bisa diandalkan.
“Baterai bertegangan tinggi ini telah melalui berbagai pengetesan, mulai dari Vibration, Shock Test, Squeez, Wet-heat Cycle, External Flame, Water Immersion, Temperature Shock and Salt Sparay hingga Short Circuit,” ucap Jordy Angkawidjaja, Product Planning Manager Neta Indonesia beberapa waktu lalu.
Sejumlah pengujian di atas membuat daya tahan baterai mumpuni di berbagai kondisi medan jalan. Penempatan komponen sendiri berada di bawah dek kabin dan bisa dilihat mata.
“Sistem baterai kami disebutnya Tiang Gong, keamanan berlapis mulai dari sel, modul dan bagian luar dilapisi baja. Sehingga tetap aman meskipun berada di kolong atau luar mobil,” ungkap Wahyu Handani, Training and Sales Manager Neta Auto Indonesia.
KatadataOTO bersama awak media lain berkesempatan untuk menguji singkat baterai Neta V-II. Melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung sekira 130 kilometer secara teori bisa dilakukan dengan mudah.
Memulai perjalanan dari diler Neta Kelapa Gading, Jakarta Utara, mobil melaju menuju hotel di Kawasan Cihampelas, Bandung, Jawa Barat.
Kapasitas baterai yang tertera saat memulai perjalanan 98 persen. Dengan menempuh jarak total 131.6 kilometer, sisa baterai mencapai 42 persen.
Perjalanan Jakarta – Bandung memang bukan rintangan berarti bagi Neta V-II. Namun untuk melakukan perjalanan pulang pergi, ada baiknya Anda melakukan pengisian ulang sebelum kembali ke Ibukota.
Di kota kembang sendiri Neta melakukan pengujian baterai dengan metode direndam air. Melalui kedalaman setengah roda dan kondisi kendaraan menyala, penampung daya tetap aman.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV