Selain Atto 2, BYD M6 EV Bakal Pakai Blade Battery Generasi Kedua
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
Pabrik BYD yang bakal berdiri di Subang Smartpolitan bakal memiliki kapasitas produksi sampai 150 ribu unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pembangunan pabrik BYD sepertinya tinggal menunggu waktu. Berbagai persiapan tengah dikebut agar selesai dalam waktu dekat.
Fasilitas produksi tersebut bakal berdiri di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Seperti disampaikan oleh Eagle Zhao, President Director BYD Motor Indonesia.
“Sekarang kami tengah mengejar banyak hal yang harus dipersiapkan. Nanti setelah semua sudah siap pasti kita umumkan,” ujar Eagle di Jakarta.
Jenama asal Tiongkok itu pun berjanji ingin memberikan yang terbaik. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan konsumen di Tanah Air.
Apalagi industri kendaraan setrum di Indonesia tengah berkembang. Jadi mereka tidak mau main-main dalam berbisnis di sini.
“Pabrik BYD akan memiliki kapasitas produksi sampai 150 ribu mobil listrik dalam setahun,” Eagle menambahkan.
Sebelumnya pembangunan pabrik BYD sudah dibocorkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi
Dia menyebut kalau manufaktur satu ini sangat antusias berinvestasi di Indonesia. Mereka pun dikabarkan bakal mulai produksi kendaraan di awal 2026.
“BYD akan masuk dan Groundbreaking di Juli 2024,” ucap Luhut di akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.
Di sisi lain Eagle menilai ada sejumlah faktor yang membuat mereka memilih Subang Smartpolitan. Satu diantaranya bisa memudahkan BYD dalam proses distribusi.
“Kawasan industri ini memenuhi kriteria kami dari segi ukuran, jarak, lingkungan serta kebutuhan infrastruktur,” tutur Eagle.
Sebagai informasi, pabrik BYD bakal berdiri di Fase 2 Subang Smartpolitan. Lokasi tersebut terbilang cukup strategis.
Pasalnya segera hadir pintu keluar tol utama dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di KM 89 menuju Subang Smartpolitan.
Lalu terhubung dengan berbagai infrastruktur strategis nasional. Seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati maupun Tol Trans Jawa.
Dengan begitu diharapkan distribusi mobil listrik BYD berjalan lancar. Sehingga mampu memenuhi permintaan kendaraan ramah lingkungan.
Patut diketahui, menurut Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian BYD menanamkan modal sampai 1,3 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 21,1 miliaran.
Jumlah tersebut digunakan untuk membangun ekosistem kendaraan setrum serta memproduksi tiga model mobil mereka, yakni BYD Seal, Atto 3 juga Dolphin di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia