Baru Meluncur, 10 Ribu Unit MG S5 EV Ditarik dari Pasaran
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Pabrik BYD yang bakal berdiri di Subang Smartpolitan bakal memiliki kapasitas produksi sampai 150 ribu unit
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pembangunan pabrik BYD sepertinya tinggal menunggu waktu. Berbagai persiapan tengah dikebut agar selesai dalam waktu dekat.
Fasilitas produksi tersebut bakal berdiri di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Seperti disampaikan oleh Eagle Zhao, President Director BYD Motor Indonesia.
“Sekarang kami tengah mengejar banyak hal yang harus dipersiapkan. Nanti setelah semua sudah siap pasti kita umumkan,” ujar Eagle di Jakarta.
Jenama asal Tiongkok itu pun berjanji ingin memberikan yang terbaik. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan konsumen di Tanah Air.
Apalagi industri kendaraan setrum di Indonesia tengah berkembang. Jadi mereka tidak mau main-main dalam berbisnis di sini.
“Pabrik BYD akan memiliki kapasitas produksi sampai 150 ribu mobil listrik dalam setahun,” Eagle menambahkan.
Sebelumnya pembangunan pabrik BYD sudah dibocorkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi
Dia menyebut kalau manufaktur satu ini sangat antusias berinvestasi di Indonesia. Mereka pun dikabarkan bakal mulai produksi kendaraan di awal 2026.
“BYD akan masuk dan Groundbreaking di Juli 2024,” ucap Luhut di akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.
Di sisi lain Eagle menilai ada sejumlah faktor yang membuat mereka memilih Subang Smartpolitan. Satu diantaranya bisa memudahkan BYD dalam proses distribusi.
“Kawasan industri ini memenuhi kriteria kami dari segi ukuran, jarak, lingkungan serta kebutuhan infrastruktur,” tutur Eagle.
Sebagai informasi, pabrik BYD bakal berdiri di Fase 2 Subang Smartpolitan. Lokasi tersebut terbilang cukup strategis.
Pasalnya segera hadir pintu keluar tol utama dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di KM 89 menuju Subang Smartpolitan.
Lalu terhubung dengan berbagai infrastruktur strategis nasional. Seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati maupun Tol Trans Jawa.
Dengan begitu diharapkan distribusi mobil listrik BYD berjalan lancar. Sehingga mampu memenuhi permintaan kendaraan ramah lingkungan.
Patut diketahui, menurut Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian BYD menanamkan modal sampai 1,3 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 21,1 miliaran.
Jumlah tersebut digunakan untuk membangun ekosistem kendaraan setrum serta memproduksi tiga model mobil mereka, yakni BYD Seal, Atto 3 juga Dolphin di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juli 2026, 20:22 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
27 Juli 2026, 06:39 WIB
SIM keliling Bandung bisa memudahkan Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara untuk golongan A dan C
27 Juli 2026, 06:38 WIB
Tersebar di lima lokasi berbeda, berikut informasi tempat, persyaratan dan biaya SIM keliling Jakarta
27 Juli 2026, 06:00 WIB
KadatadataOTO merangkum jadwal dan lokasi ganjil genap Jakarta hari ini lengkap hingga gerbang tolnya
26 Juli 2026, 22:05 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia