Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Fasilitas ini belum tersebar banyak dan merata layaknya SPBU, Gaikindo sebut SPKLU hanya untuk darurat
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Ekosistem pendukung kendaraan listrik termasuk SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan Swap Battery Station harus terus dikembangkan untuk menambah ketenangan calon konsumen.
Saat ini fasilitas tersebut memang masih terbatas karena beberapa alasan. Gaikindo sebut bahwa fasilitas SPKLU hanya untuk darurat.
Tentu konsepnya berbeda dengan SPBU untuk mobil mesin konvensional. Perlu diingat pengisian daya sendiri memakan waktu lebih dari durasi normal pengisian bensin, bisa di atas 15 menit.
Ini yang membedakan SPKLU dan SPBU. Tidak hanya itu pengguna kendaraan listrik juga bisa terlebih dulu melakukan pengisian daya di rumah sebelum berkendara.
Meski begitu, Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo menegaskan fasilitas tersebut tetap perlu disebar merata agar konsumen tenang dan bisa mengurangi range anxiety para pengguna.
“Kalau untuk city car penggunaan dari rumah, kantor ke mall sebetulnya bisa isi (daya baterai) saat di rumah. Perlu data lebih akurat bahwa SPKLU itu diperlukan untuk emergency,” ucap Kukuh saat Forum Diskusi Denpasar 12 pada Rabu (6/9).
Menurut dia kebanyakan kendaraan yang pemakaian untuk mobilitas dari rumah ke kantor bisa dilakukan charging di rumah. Daya baterai akan cukup dipakai dalam jarak tersebut.
Ke depannya PLN juga akan turut berkolaborasi dengan beragam pihak terkait membantu penyediaan fasilitas SPKLU baik di tempat umum maupun di rumah para pemilik mobil listrik.
Kukuh melanjutkan seluruh pihak terkait harus mulai memikirkan persiapan fasilitas SPKLU tidak hanya di kota besar namun merata di beragam wilayah.
Mengingat masyarakat Indonesia juga kerap berkendara jarak jauh, penting buat mereka untuk mengetahui informasi lokasi charging station terdekat.
“Nampaknya sudah mulai pengembangan seperti Google Maps mulai menambah lokasi charging station, menarik. Kalau mengenai pengembangan industri ini kita di mobil perlu pendalaman dan percepatan di komponen-komponen tersebut,” ujar dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 19:00 WIB
29 Desember 2025, 15:00 WIB
29 Desember 2025, 14:13 WIB
29 Desember 2025, 10:00 WIB
28 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025