Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Honda kurangi target penjualan global di tahun fiskal 2026 karena banyaknya tekanan dari berbagai wilayah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda mengoreksi target laba tahunan hingga 21 persen lebih rendah dari sebelumnya. Revisi ini diambil karena adanya beragam tekanan yang harus dihadapi.
Mulai dari kebijakan pemerintah, penurunan penjualan di Cina hingga kurangnya suku cadang. Akibatnya Honda harus menyesuaikan target yang lebih masuk akal.
Pada tahun fiskal 2026, Honda hanya menargetkan laba 550 miliar Yen. Jumlah itu setara dengan Rp 59,596 triliun
Padahal sebelumnya mereka optimis memiliki laba 770 miliar Yen (Rp 83,4 triliun).
Revisi dilakukan setelah pada semester pertama mereka mengalami beragam kerugian. Sebagian besar disebabkan biaya pembuatan kendaraan listrik.
Nilainya bahkan mencapai 224 miliar Yen atau setara Rp 24,2 triliun. Rasio penjualan EV di 2030 juga dikurangi dari 30 persen jadi 20 persen.
Honda memperkirakan hanya bisa menjual 925.000 unit di Asia pada akhir tahun fiskal. Jumlah itu turun 10 persen dari sebelumnya 1,09 juta unit.
Kompetisi di Asia Tenggara dinilai berat dengan masifnya kedatangan pabrikan Cina. Terlebih harga yang ditawarkan sangat kompetitif dan diberi insetif.
“Kami sadar harus meninjau ulang pasar Asia. Terlebih tidak ada mobil yang benar-benar baru dalam waktu dekat,” ungkap Noriya Kaihara, Executive Vice President Honda.
Pabrikan juga terpukul karena kekurangan chip dari perusahaan asal Belanda. Kerugiannya mencapai 150 miliar atau Rp 16,2 triliun.
“Gangguan disebabkan ketergantuan Honda pada satu pemasok untuk beberapa komponen,” terangnya.
Kekurangan chip membuat proses produksi di pabrik Meksiko tersendat. Namun Honda berharap situasi mulai normal pada 21 November 2025.
Honda juga memperkirakan bakal mengalami kerugian 385 miliar yen atau Rp 41,7 triliun. Hal ini karena Amerika Serikat memberi tarif impor kendaraan.
Untungnya Honda telah memproduksi kendaraan hybrid secara lokal dan permintaannya tetap tinggi.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan fokus ke pasar India. Negara tersebut dinilai memiliki prospek cerah di masa depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat