Honda Beat Dipercantik Pakai Baju Baru Lebih Meriah
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda kurangi target penjualan global di tahun fiskal 2026 karena banyaknya tekanan dari berbagai wilayah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda mengoreksi target laba tahunan hingga 21 persen lebih rendah dari sebelumnya. Revisi ini diambil karena adanya beragam tekanan yang harus dihadapi.
Mulai dari kebijakan pemerintah, penurunan penjualan di Cina hingga kurangnya suku cadang. Akibatnya Honda harus menyesuaikan target yang lebih masuk akal.
Pada tahun fiskal 2026, Honda hanya menargetkan laba 550 miliar Yen. Jumlah itu setara dengan Rp 59,596 triliun
Padahal sebelumnya mereka optimis memiliki laba 770 miliar Yen (Rp 83,4 triliun).
Revisi dilakukan setelah pada semester pertama mereka mengalami beragam kerugian. Sebagian besar disebabkan biaya pembuatan kendaraan listrik.
Nilainya bahkan mencapai 224 miliar Yen atau setara Rp 24,2 triliun. Rasio penjualan EV di 2030 juga dikurangi dari 30 persen jadi 20 persen.
Honda memperkirakan hanya bisa menjual 925.000 unit di Asia pada akhir tahun fiskal. Jumlah itu turun 10 persen dari sebelumnya 1,09 juta unit.
Kompetisi di Asia Tenggara dinilai berat dengan masifnya kedatangan pabrikan Cina. Terlebih harga yang ditawarkan sangat kompetitif dan diberi insetif.
“Kami sadar harus meninjau ulang pasar Asia. Terlebih tidak ada mobil yang benar-benar baru dalam waktu dekat,” ungkap Noriya Kaihara, Executive Vice President Honda.
Pabrikan juga terpukul karena kekurangan chip dari perusahaan asal Belanda. Kerugiannya mencapai 150 miliar atau Rp 16,2 triliun.
“Gangguan disebabkan ketergantuan Honda pada satu pemasok untuk beberapa komponen,” terangnya.
Kekurangan chip membuat proses produksi di pabrik Meksiko tersendat. Namun Honda berharap situasi mulai normal pada 21 November 2025.
Honda juga memperkirakan bakal mengalami kerugian 385 miliar yen atau Rp 41,7 triliun. Hal ini karena Amerika Serikat memberi tarif impor kendaraan.
Untungnya Honda telah memproduksi kendaraan hybrid secara lokal dan permintaannya tetap tinggi.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan fokus ke pasar India. Negara tersebut dinilai memiliki prospek cerah di masa depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 11:00 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
24 Juni 2026, 13:14 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi