Honda ADV 160 Terbaru Resmi Meluncur, Aman Pakai Etanol
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Honda kurangi target penjualan global di tahun fiskal 2026 karena banyaknya tekanan dari berbagai wilayah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda mengoreksi target laba tahunan hingga 21 persen lebih rendah dari sebelumnya. Revisi ini diambil karena adanya beragam tekanan yang harus dihadapi.
Mulai dari kebijakan pemerintah, penurunan penjualan di Cina hingga kurangnya suku cadang. Akibatnya Honda harus menyesuaikan target yang lebih masuk akal.
Pada tahun fiskal 2026, Honda hanya menargetkan laba 550 miliar Yen. Jumlah itu setara dengan Rp 59,596 triliun
Padahal sebelumnya mereka optimis memiliki laba 770 miliar Yen (Rp 83,4 triliun).
Revisi dilakukan setelah pada semester pertama mereka mengalami beragam kerugian. Sebagian besar disebabkan biaya pembuatan kendaraan listrik.
Nilainya bahkan mencapai 224 miliar Yen atau setara Rp 24,2 triliun. Rasio penjualan EV di 2030 juga dikurangi dari 30 persen jadi 20 persen.
Honda memperkirakan hanya bisa menjual 925.000 unit di Asia pada akhir tahun fiskal. Jumlah itu turun 10 persen dari sebelumnya 1,09 juta unit.
Kompetisi di Asia Tenggara dinilai berat dengan masifnya kedatangan pabrikan Cina. Terlebih harga yang ditawarkan sangat kompetitif dan diberi insetif.
“Kami sadar harus meninjau ulang pasar Asia. Terlebih tidak ada mobil yang benar-benar baru dalam waktu dekat,” ungkap Noriya Kaihara, Executive Vice President Honda.
Pabrikan juga terpukul karena kekurangan chip dari perusahaan asal Belanda. Kerugiannya mencapai 150 miliar atau Rp 16,2 triliun.
“Gangguan disebabkan ketergantuan Honda pada satu pemasok untuk beberapa komponen,” terangnya.
Kekurangan chip membuat proses produksi di pabrik Meksiko tersendat. Namun Honda berharap situasi mulai normal pada 21 November 2025.
Honda juga memperkirakan bakal mengalami kerugian 385 miliar yen atau Rp 41,7 triliun. Hal ini karena Amerika Serikat memberi tarif impor kendaraan.
Untungnya Honda telah memproduksi kendaraan hybrid secara lokal dan permintaannya tetap tinggi.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan fokus ke pasar India. Negara tersebut dinilai memiliki prospek cerah di masa depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
20 Agustus 2026, 10:28 WIB
18 Agustus 2026, 07:00 WIB
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Terkini
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan