Honda BR-V Terjual Lebih dari 137 Ribu Unit Dalam 10 Tahun
08 Februari 2026, 22:00 WIB
Honda kurangi target penjualan global di tahun fiskal 2026 karena banyaknya tekanan dari berbagai wilayah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda mengoreksi target laba tahunan hingga 21 persen lebih rendah dari sebelumnya. Revisi ini diambil karena adanya beragam tekanan yang harus dihadapi.
Mulai dari kebijakan pemerintah, penurunan penjualan di Cina hingga kurangnya suku cadang. Akibatnya Honda harus menyesuaikan target yang lebih masuk akal.
Pada tahun fiskal 2026, Honda hanya menargetkan laba 550 miliar Yen. Jumlah itu setara dengan Rp 59,596 triliun
Padahal sebelumnya mereka optimis memiliki laba 770 miliar Yen (Rp 83,4 triliun).
Revisi dilakukan setelah pada semester pertama mereka mengalami beragam kerugian. Sebagian besar disebabkan biaya pembuatan kendaraan listrik.
Nilainya bahkan mencapai 224 miliar Yen atau setara Rp 24,2 triliun. Rasio penjualan EV di 2030 juga dikurangi dari 30 persen jadi 20 persen.
Honda memperkirakan hanya bisa menjual 925.000 unit di Asia pada akhir tahun fiskal. Jumlah itu turun 10 persen dari sebelumnya 1,09 juta unit.
Kompetisi di Asia Tenggara dinilai berat dengan masifnya kedatangan pabrikan Cina. Terlebih harga yang ditawarkan sangat kompetitif dan diberi insetif.
“Kami sadar harus meninjau ulang pasar Asia. Terlebih tidak ada mobil yang benar-benar baru dalam waktu dekat,” ungkap Noriya Kaihara, Executive Vice President Honda.
Pabrikan juga terpukul karena kekurangan chip dari perusahaan asal Belanda. Kerugiannya mencapai 150 miliar atau Rp 16,2 triliun.
“Gangguan disebabkan ketergantuan Honda pada satu pemasok untuk beberapa komponen,” terangnya.
Kekurangan chip membuat proses produksi di pabrik Meksiko tersendat. Namun Honda berharap situasi mulai normal pada 21 November 2025.
Honda juga memperkirakan bakal mengalami kerugian 385 miliar yen atau Rp 41,7 triliun. Hal ini karena Amerika Serikat memberi tarif impor kendaraan.
Untungnya Honda telah memproduksi kendaraan hybrid secara lokal dan permintaannya tetap tinggi.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan fokus ke pasar India. Negara tersebut dinilai memiliki prospek cerah di masa depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Februari 2026, 22:00 WIB
08 Februari 2026, 20:00 WIB
06 Februari 2026, 17:00 WIB
06 Februari 2026, 08:04 WIB
04 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
09 Februari 2026, 11:00 WIB
Kehadiran Honda Brio Satya S CVT diklaim berhasil menarik minat banyak pelanggan setelah diluncurkan bulan lalu
09 Februari 2026, 09:00 WIB
Ada dua opsi modifikasi Jetour T2 yang ditampilan di IIMS 2026, bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemilik
09 Februari 2026, 08:00 WIB
Lepas Indonesia siapkan sejumlah penawaran menarik di IIMS 2026, berlaku untuk model perdana mereka Lepas L8
09 Februari 2026, 07:32 WIB
Ada program DP rendah mulai dari Rp 6 jutaan buat LCGC seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla di IIMS 2026
09 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta digelar pada puluhan ruas jalan utama untuk hindari kemacetan lalu lintas di jam tertentu
09 Februari 2026, 06:00 WIB
Ada dua lokasi SIM keliling Bandung yang bisa didatangi oleh masyarakat hari ini, salah satunya di ITC
09 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali dibuka seperti biasa hari ini 9 Februari 2026, simak lokasi dan syaratnya
08 Februari 2026, 22:00 WIB
Honda BR-V N7X Edition mendapat pengembangan di IIMS 2026 untuk menjaga kepercayaan pelanggan Tanah Air