100 Unit MG ZS Hybrid+ Diserahkan ke Konsumen
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Beda strategi dari mayoritas merek China yang debutkan BEV di Tanah Air, BAIC punya rencana boyong PHEV
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pendatang baru asal China, BAIC akan debut resmi di pasar Tanah Air pada gelaran GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show). Beda strategi dari kompetitor, mereka justru mendatangan dua model mobil bermesin bensin.
Kebanyakan merek asal Tiongkok pilih meluncurkan mobil listrik murni atau BEV (Battery Electric Vehicle) terlebih dulu buat konsumen. Langkah itu dilakukan guna mendukung komitmen pemerintah dan potensi mendapatkan subsidi.
Seperti Neta dan BYD. Ketika hadir perdana di Indonesia, mereka memboyong mobil listrik andalan dengan harga kompetitif buat para konsumen.
BYD secara global memiliki sejumlah lini PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Tetap BYD Motor Indonesia belum melihat potensi memboyong kendaraan hybrid.
Sementara BAIC Indonesia justru sudah memiliki rencana jual PHEV dalam waktu beberapa tahun ke depan. Namun saat ini masih fokus pada dua andalannya yakni BJ40 Plus dan X55-II.
Salah satu alasan BAIC pilih jualan mobil mesin bensin lebih dulu adalah menarik minat konsumen. Baru secara bertahap beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
“Kita masukkan dalam fase dua tahun ke depan, setelah itu kita ke hybrid BJ30, paling mungkin akan segera dibuat,” ujar Dhani Yahya, Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia di Banten belum lama ini.
Bukan mobil listrik murni, PHEV diklaim memiliki sejumlah keunggulan mobil listrik serta mengkombinasikan pengisian daya EV serta metode isi bensin biasa yang sudah familiar untuk pengguna kendaraan roda empat.
Daya jelajah ditawarkan juga mumpuni. Karena kinerja dibantu motor elektrik, penggunaan bahan bakar jadi lebih efisien.
Bisa dibilang BJ30 PHEV itu merupakan model EREV (Extended Range Electric Vehicle), klaim daya jelajah 1.100 km dalam kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh.
“Kalau Anda lihat di market hybrid yang sekarang tidak ada sampai segitu. Biasanya memang itu untuk (penggunaan) di perkotaan,” kata Dhani.
Secara desain BJ30 masih identik BJ40 Plus. Pabrik asal Tiongkok ini optimis produknya diminati mengingat saat ini konsumen dinilai tertarik dengan kendaraan SUV boxy bergaya offroad.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
17 September 2026, 11:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
20 Oktober 2026, 19:39 WIB
Kabar mengejutkan datang dari Toprak Razgatlioglu, ia mengalami cedera dan dijadwalkan menjalani operasi
20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Freelander, submerek SUV premium dari Chery Group akan hadir sebagai merek independen di Indonesia pada 2027
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Polda Metro Jaya menggelar rekayasa lalu lintas agar perjalanan warga tidak terganggu selama demo hari ini
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kiandra Ramadhipa berhasil mengharumkan Indonesia di putaran final FIM Moto3 Junior World Championship 2026,
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
Wuling Eksion sebagai SUV 7 seater sudah dibekali fitur-fitur yang bisa menyesuaikan kebiasaan para pengemudi
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026
19 Oktober 2026, 20:56 WIB
AiMOGA bertekad untuk menggabungkan teknologi otomotif dengan robotika agar bisa semakin dikenal orang banyak
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler