Proyeksi Penjualan Mobil Baru di 2026, Sulit Tembus 1 Juta Unit
05 Januari 2026, 12:00 WIB
Auto2000 berharap penjualan mobil di semester dua bisa terus bertumbuh meski bakal ada Pilkada serentak
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil semester dua sepertinya bakal menemui baru sandungan lagi. Sebab akan ada gelaran Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) secara serentak beberapa bulan mendatang.
Hal tersebut ditakuti membawa dampak pada sektor otomotif. Seperti membuat masyarakat menahan pembelian kendaraan.
“Kalau penjualan rasanya memang akan ada dampak. Namun untuk otomotif tidak hanya Single Factor, namun kondisi pasar juga cukup menantang,’” ujar Yusuf Bahtiar, After Sales Support Dept Head Auto2000 di Bekasi, Minggu (25/8).
Lebih jauh Yusuf menjelaskan kalau ada beberapa penyebab membuat penjualan mobil lesu tahun ini. Salah satunya adalah kondisi ekonomi Indonesia yang melemah.
Sehingga membuat konsumen enggan membeli kendaraan roda empat baru dalam beberapa bulan terakhir. Otomatis sektor otomotif kurang bergairah di 2024.
Meski begitu Yusuf berharap kalau penjualan mobil di Tanah Air bisa terus bertumbuh. Selain itu Pilkada serentak yang bakal diselenggarakan tidak membawa dampak terlalu banyak.
Hal senada turut dilontarkan oleh Jaka Kardana, Sales Program and Marcom Dept Head Auto2000. Dia ingin penjualan di semester dua dapat menunjukan hasil positif.
“Memang di semester dua ini bisa terus tumbuh. Sebab jika dilihat dalam dua bulan terakhir penjualan cukup baik,” tutur Jaka.
Jaka pun mengungkapkan kalau Auto2000 sudah berhasil meniagakan mobil sebanyak 66 ribu unit sepanjang Januari sampai Juli 2024.
Sementara target mereka tahun ingin mencatatkan 129 ribu unit. Sehingga Auto2000 bakal berusaha buat mengejar angka tersebut.
“Akan sedikit lebih tinggi (penjualan semester dua), di atas semester satu. Tetapi kita ingin naik sampai kuartal tiga ini selesai,” Jaka menegaskan.
Sebelumnya Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) berharap besar Pilkada tidak membawa dampak negatif.
Ia ingin penjualan mobil bisa terus menunjukan hasil positif. Tidak lagi lesu seperti terjadi saat semester satu tahun ini.
“Kalau Pilkada kan sifatnya lokal, jadi mudah-mudahan tidak terlalu ada dampak (ke pasar kendaraan roda empat),” ucap Kukuh.
Kukuh pun berharap di Pilkada 2024 tidak ada sesuatu hal negatif terjadi. Sebab bakal bawa pengaruh besar bagi sektor otomotif nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Januari 2026, 12:00 WIB
05 Januari 2026, 09:00 WIB
03 Januari 2026, 19:00 WIB
02 Januari 2026, 14:16 WIB
02 Januari 2026, 07:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 20:00 WIB
Aturan baru MotoGP 2027 mencakup penurunan kapasitas mesin, Dani Pedrosa ungkap keunggulannya buat pembalap
05 Januari 2026, 19:40 WIB
Produk baru dari Penta Prima diklaim memiliki sejumlah keunggulan, harga kompetitif dengan kualitas terjamin
05 Januari 2026, 17:33 WIB
Chery TIggo 7 CSH berpeluang mengisi lini kendaraan ramah lingkungan PT CSI di dalam negeri, ini wujudnya
05 Januari 2026, 16:41 WIB
Ferarri F40 disematkan wide body milik Fully Leaded
05 Januari 2026, 15:29 WIB
Hongqi punya sejumlah model kendaraan mewah yang menarik dan berpeluang dihadirkan di Indonesia tahun ini
05 Januari 2026, 14:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid diharapkan bisa sampai ke konsumen sebelum momentum libur Lebaran pada Maret 2026
05 Januari 2026, 13:00 WIB
Penurunan harga BMW di pasar Cina sudah resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2026 dengan besaran bervariasi
05 Januari 2026, 12:00 WIB
Melihat ketidakpastian insentif tahun ini, ekonom yakin penjualan mobil baru belum bisa tembus 1 juta unit