Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 Digelar Serentak Akhir Pekan Ini
22 Mei 2026, 16:17 WIB
Astra Daihatsu Motor mengungkap alasan all new Xenia tinggalkan penggerak roda belakang yang selama ini diandalkan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menegaskan bahwa all new Xenia generasi ketiga telah melalui beragam pengujian untuk memastikan ketangguhannya di tanjakan. Hal ini perlu dilakukan karena Daihatsu Xenia kini menggunakan sistem penggerak roda depan.
Keputusan PT ADM untuk menggunakan sistem penggerak roda depan untuk Daihatsu Xenia memang sebenarnya menarik. Pasalnya selama ini mereka selalu menggembar-gemborkan keunggulan dari sistem penggerak roda belakang yang dianggap superior di tanjakan.
“Sistem penggerak roda belakang memang jauh lebih optimal bila ditanjakan. Dulu, Ketika Daihatsu Xenia pertama kali dikembangkan, masyarakat memang ingin mobil yang multifungsi dan bisa dibawa kemana saja. Padahal jalannya sangat beragam. Sementara sekarang, kondisi jalan sudah tidak seperti itu lagi. Sudut kemiringan jalan sangat dijaga dan masyarakat juga ingin merasa lebih nyaman,” ungkap Anjar Rosjadi, Research & Development Product Planning Division Head PT ADM.
Pengembangan yang paling diperhatikan ada tuning mesin agar perfomanya bisa bekerja maksimal saat tanjakan. Dalam pengembangan ini, PT ADM melakukan pengujian di tanjakan yang memiliki kemiringan 18 derajat.
“Salah satu metode pengujian yang dilakukan adalah stop and go di tengah-tengah tanjakan. Hasilnya, Daihatsu Xenia bisa tetap optimal dalam menghadapi tanjakan-tanjakan tersebut,” ungkapnya.
Tak hanya tuning, platform yang digunakan pada Daihatsu Xenia juga sudah berbeda bila dibandingkan dengan sebelumnya. Daihatsu Xenia generasi ketiga ini sudah menggunakan platform DNGA sehingga bobot kendaraan menjadi lebih ringan namun tetap optimal.
“Setidaknya ada pengurangan bobot sekitar 49 kg dibandingkan sebelumnnya. Dengan bobot yang lebih ringan, maka kinerja mesin akan lebih optimal sehingga perfoma kendaraan akan menjadi lebih baik,” tambahnya kemudian.
Tantangan lain dalam mengembangkan Daihatsu Xenia tidak berhenti disana. Salah satu tantangan yang terbilang sulit adalah memastikan radius putar tetap di bawah 5 meter. Padahal, sistem penggerak roda depan dikenal memiliki radius putar yang cukup luas.
“Daihatsu Xenia berhasil 4.9 meter dan itu sudah sangat baik bila dibandingkan dengan mobil sekelasnya yang menggunakan sistem penggerak roda depan. Karena kebanyakan radius putar mobil adalah 5 meter,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Mei 2026, 16:17 WIB
20 Mei 2026, 20:09 WIB
24 April 2026, 07:00 WIB
11 April 2026, 13:00 WIB
10 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
26 Mei 2026, 11:00 WIB
Jetour T1 i-DM bakal mengisi segmen di bawah T2 yang sudah dijual di Indonesia, jadi PHEV perdana Jetour
26 Mei 2026, 09:00 WIB
Ducati bakal menjalani MotoGP Italia 2026 dengan beberapa pembalap yang absen, seperti Alex serta Marc Marquez
26 Mei 2026, 06:00 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta jadi alternatif untuk masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM
26 Mei 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta mulai diterapkan sejak pukul 06.00 WIB dan hari ini waktunya mobil berpelat genap
25 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik baru Wuling terpantau ada dalam daftar Pangkalan Data Kekayaan Intelektual dengan nama Aira ev
25 Mei 2026, 19:00 WIB
New Toyota GR Yaris diberikan berbagai pembaruan, lalu mobil tersebut diniagakan di angka Rp 1,1 miliaran
25 Mei 2026, 18:54 WIB
Honda telah memastikan tidak akan merilis Honda Prelude varian Type R karena memiliki target konsumen yang berbeda dari Civic.
25 Mei 2026, 11:00 WIB
Berkaca dari data pembeli Prelude, loyalis Honda disebut memiliki peran penting dalam mendongkrak penjualan