Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Akio Toyoda mundur dari posisinya sebagai Presiden dan CEO Toyota dan digantikan oleh Koji Sato dari Lexus
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Akio Toyoda mundur dari posisinya sebagai Presiden dan CEO Toyota per April 2023. Posisinya akan diisi oleh Koji Sato yang sedang menjabat Presiden Lexus.
Meski mundur dari jabatannya, cucu dari Kiichiro Toyoda (pendiri Toyota) tidak sepenuhnya meninggalkan perusahaan. Pasalnya ia akan duduk di kursi chairman menggantikan Takeshi Uchiyamada yang sudah menanggalkan jabatannya.
Keputusan ini dibuat karena menurutnya Toyota memerlukan ide segar dari generasi muda seperti Koji Sato. Terlebih di bawah kepemimpinan Toyoda, perusahaan asal Jepang tersebut dinilai kurang dapat beradaptasi oleh perubahan ke mobil listrik.
Kondisi diyakini akan berubah ketika Sato memimpin sehingga bisa lebih mudah menerima perubahan pasar. Termasuk dalam mengembangkan model-model baru berdaya listrik.
“Seorang CEO butuh sosok berenergi tinggi serta berjiwa muda. Tugasnya adalah mengubah Toyota menjadi perusahaan mobilitas dan saya yakin bahwa ia sanggup melakukan apa yang tak bisa saya kerjakan,” tegansya.
Akio Toyoda sendiri duduk di posisi CEO selama hampir 14 tahun. Pada 2009 Ia menjadi presiden perusahaan menggantikan Katsuaki Watanabe dan merupakan anggota pertama keluarga Toyota yang memimpin sejak 1995.
Selama masa kepemimpinannya ada banyak krisis harus dihadapi. Tantangan pertama adalah perusahaan mengalami kerugian besar setelah badai krisis keuangan global hingga menyebabkan beberapa pabrik Toyota ditutup di 2009 hingga 2010.
Masih di 2010, Toyota juga mengalami krisis karena dianggap memiliki kualitas kendaraan yang buruk. Perusahaan pun mendapat banyak kritik atas lambatnya tindakan recall khususnya di Amerika Serikat.
Tantangan tidak berhenti di sana karena pada 2011 Jepang bagian utara mengalami gempa dan tsunami hebat. Kondisi tersebut pun menyebabkan produksi kendaraan mengalami gangguan.
Dan belakangan ini badai kritik juga kembali dilayangkan karena lambatnya mereka dalam mengadopsi kendaraan listrik. Toyoda lebih memilih untuk mengembangkan teknologi hybrid sehingga para aktivis lingkungan menyayangkan keputusan tersebut.
Beragam dampak negatif pun dirasakan perusaan karena kini mereka telah tertinggal oleh kompetitornya khususnya Tesla. Diperlukan terobosan besar serta konsistensi agar mereka dapat mengejar ketertinggalannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit