Spesifikasi BYD Atto 1 Terbaru, Harga Rp 199 Jutaan
16 Mei 2026, 14:36 WIB
Langkah tegas diambil pemerintah Tiongkok untuk memastikan mobil Cina dapat menjaga keamanan data pemiliknya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Keamanan data personal yang diperoleh melalui berbagai fitur mumpuni pada kendaraan keluaran terkini khususnya mobil Cina, kerap jadi perhatian banyak pihak.
Pasalnya data seperti biometrik, suara pemilik, rute harian sampai kebiasaan berkendara bisa disalahgunakan apabila jatuh ke tangan yang salah.
Menghadapi hal itu pada 2024 silam, pemerintah Amerika Serikat mulai mencanangkan kebijakan untuk melarang kendaraan otonom dengan teknologi dari Cina maupun Rusia.
Keputusan tersebut diklaim diambil mempertimbangkan faktor keamanan nasional dan perlindungan data.
Pemerintah Cina pun bergerak untuk memastikan keamanan data para pengguna lini mobil Cina dengan melakukan pengujian keamanan mandiri.
Dilansir dari Carnewschina, ada sembilan merek atau perusahaan otomotif dengan total 43 model kendaraan berhasil lolos uji keamanan data otomotif termasuk BYD dan Chery.
Ini meliputi BYD, Chery, Changan, SAIC Group, Beijing New Energy Automobile atau divisi kendaraan ramah lingkungan BAIC, GAC Aion, GAC Trumpchi, Changan Ford dan SGMW (SAIC-GM-Wuling).
Sayangnya laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci soal model-model terlibat dalam pengujian keamanan itu.
Namun dijelaskan bahwa seluruh model diujikan telah memenuhi lima kriteria keamanan data nasional.
“Hal ini menjadi bentuk komitmen pemerintah Cina untuk mengelola teknologi kendaraan dan mengamankan data personal maupun organisasi yang dikumpulkan oleh perusahaan otomotif,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Minggu (28/12).
Lebih lanjut diungkapkan bahwa pengujian keamanan data itu mengacu pada Regulasi Manajemen Keamanan Data Kendaraan di Tiongkok yang berlaku sejak 2021.
Kebijakan tersebut mengatur tentang pengumpulan, penyimpanan, penggunaan dan transfer informasi personal dan data penting selama kendaraan dipakai oleh sang pemilik.
Seluruh manufaktur yang lolos pengujian keamanan data, wajib bisa memproses informasi kendaraan secara internal, menganonimkan data sensitif dan mendapatkan persetujuan secara eksplisit dari pemilik kendaraan terkait pengumpulan data.
Kemudian standar teknis Cina berkode GB/T 41871-2022 juga secara rinci mengatur soal cara perusahaan mengelola data dari para pengguna kendaraannya.
Diumumkannya temuan tersebut, diharapkan dapat menambah rasa tenang bagi para konsumen dalam menggunakan kendaraan berteknologi tinggi yang dipasarkan oleh merek Tiongkok.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Mei 2026, 14:36 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 21:00 WIB
13 Mei 2026, 20:00 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia