Chery Siap Luncurkan 7 Model di 2026, Ada Mobil Diesel
25 Januari 2026, 11:00 WIB
Langkah tegas diambil pemerintah Tiongkok untuk memastikan mobil Cina dapat menjaga keamanan data pemiliknya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Keamanan data personal yang diperoleh melalui berbagai fitur mumpuni pada kendaraan keluaran terkini khususnya mobil Cina, kerap jadi perhatian banyak pihak.
Pasalnya data seperti biometrik, suara pemilik, rute harian sampai kebiasaan berkendara bisa disalahgunakan apabila jatuh ke tangan yang salah.
Menghadapi hal itu pada 2024 silam, pemerintah Amerika Serikat mulai mencanangkan kebijakan untuk melarang kendaraan otonom dengan teknologi dari Cina maupun Rusia.
Keputusan tersebut diklaim diambil mempertimbangkan faktor keamanan nasional dan perlindungan data.
Pemerintah Cina pun bergerak untuk memastikan keamanan data para pengguna lini mobil Cina dengan melakukan pengujian keamanan mandiri.
Dilansir dari Carnewschina, ada sembilan merek atau perusahaan otomotif dengan total 43 model kendaraan berhasil lolos uji keamanan data otomotif termasuk BYD dan Chery.
Ini meliputi BYD, Chery, Changan, SAIC Group, Beijing New Energy Automobile atau divisi kendaraan ramah lingkungan BAIC, GAC Aion, GAC Trumpchi, Changan Ford dan SGMW (SAIC-GM-Wuling).
Sayangnya laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci soal model-model terlibat dalam pengujian keamanan itu.
Namun dijelaskan bahwa seluruh model diujikan telah memenuhi lima kriteria keamanan data nasional.
“Hal ini menjadi bentuk komitmen pemerintah Cina untuk mengelola teknologi kendaraan dan mengamankan data personal maupun organisasi yang dikumpulkan oleh perusahaan otomotif,” tulis laporan Carnewschina, dikutip Minggu (28/12).
Lebih lanjut diungkapkan bahwa pengujian keamanan data itu mengacu pada Regulasi Manajemen Keamanan Data Kendaraan di Tiongkok yang berlaku sejak 2021.
Kebijakan tersebut mengatur tentang pengumpulan, penyimpanan, penggunaan dan transfer informasi personal dan data penting selama kendaraan dipakai oleh sang pemilik.
Seluruh manufaktur yang lolos pengujian keamanan data, wajib bisa memproses informasi kendaraan secara internal, menganonimkan data sensitif dan mendapatkan persetujuan secara eksplisit dari pemilik kendaraan terkait pengumpulan data.
Kemudian standar teknis Cina berkode GB/T 41871-2022 juga secara rinci mengatur soal cara perusahaan mengelola data dari para pengguna kendaraannya.
Diumumkannya temuan tersebut, diharapkan dapat menambah rasa tenang bagi para konsumen dalam menggunakan kendaraan berteknologi tinggi yang dipasarkan oleh merek Tiongkok.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Januari 2026, 11:00 WIB
23 Januari 2026, 16:41 WIB
23 Januari 2026, 11:00 WIB
23 Januari 2026, 08:17 WIB
22 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 11:00 WIB
Untuk pertama kalinya di Indonesia Chery akan meluncurkan mobil diesel yang rencananya hadir di segmen niaga
25 Januari 2026, 09:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026
24 Januari 2026, 11:17 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid tampil lebih segar di awal 2026 dengan diberikan warna maupun grafis baru di seluruh tipe
24 Januari 2026, 09:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai