Wholesales Motor Baru September 2026 Kian Subur, Naik 9,7 Persen
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Suzuki XL7 Hybrid lebih banyak dipilih konsumen dibandingkan varian bensin umumnya karena 3 alasan menarik
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Suzuki XL7 Hybrid dikatakan mendapat respon positif dari masyarakat Tanah Air. Bahkan lebih jauh produk yang lebih ramah lingkungan mendominasi.
Sekadar mengingatkan jika Suzuki XL7 Hybrid dipasarkan dalam 3 varian yakni Alpha, Beta dan Zeta. Dua tipe tersebut pertama berjenis mild hybrid dan disukai konsumen.
“Kami sudah delivery 1.700 unit ke diler-diler. Variannya dominan hybrid lebih dari 80 persen dibandingkan Zeta non hybrid hanya 20 persen,” kata Harold Donnel, 4W Head of Brand Development PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di Jogja (05/07).
Lebih lanjut menurutnya konsumen memiliki alasan tersendiri dalam menunjuk varian hybrid. Setidaknya terdapat tiga poin penting yang dirangkum oleh pihak SIS.
Karena jenisnya SUV (Sport Utility Vehicle) sehingga dibekali dengan ground clearance tinggi yakni 200 mm. Selain itu, mampu menampung 7 orang penumpang selalu menjadi alasan pertama konsumen XL7 Hybrid.
Dipasarkan sebagai kendaraan ramah lingkungan, pemiliknya merasa bisa memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar. Lalu adanya emblem hybrid pada bagian belakang mobil juga meningkatkan citra penggunanya.
Konsumen dikatakan merasa kelir barunya terbarukan dan sangat modern dan cukup banyak konsumen yang menunggu Savanna Ivory.
“Warna Savanna Ivory itu di angka 30 persenan. Namun kita sadar bahwa biasanya sesuai dengan mekanisme peluncuran mobil baru, warna baru hanya laris di awal dan setelah 3 bulan akan kembali ke normal,” jelasnya kemudian.
Lahir bersama teknologi terbilang baru di Tanah Air, penerimaan terbanyak Suzuki XL7 Hybrid lebih banyak di wilayah Jabodetabek dan Surabaya.
Suzuki XL7 Hybrid menggunakan mesin K15B yang dipadukan teknologi SHVS (Smart Hybrid by Suzuki) nan lebih ramah lingkungan juga efisien. SHVS meliputi 2 komponen penting yaitu Integrated Starter Generator (ISG) dan Lithium-ion battery.
Perangkat teknologi tersebut memungkinkan adanya fungsi engine auto start-stop. Fiturnya bekerja untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar ketika tidak diperlukan.
Sehingga emisi gas buang serta konsumsi bahan bakar pun dapat dikurangi selama perjalanan. Menjadi lebih menarik karena sistem di atas diberikan garansi hingga 8 tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
27 September 2026, 23:38 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
Terkini
12 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kompetisi antara Marc Marquez dan Jorge Martin buat persaingan juara dunia MotoGP 2026 berjalan semakin panas
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan tipis 2,6 persen di September 2026
11 Oktober 2026, 19:19 WIB
Marquez mengaku kelelahan setelah menjalani sesi sprint race MotoGP Mandalika 2026 dan bertarung dengan Martin
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
Omoda O4 serta Jaecoo J5 EV hasil modifikasi dari Rebellionik dan 347 Homebreaks mejeng di ajang IMX 2026
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
Marco Bezzecchi berhasil memenangkan MotoGP Mandalika 2026, empat terdepan dipimpin oleh para rider Aprilia
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Menurut data laporan AISI, pasar motor baru terus menunjukkan tren positif hingga periode September 2026
10 Oktober 2026, 17:00 WIB
BYD Blade Battery diadopsi untuk mobil buatan Jepang, terbarunya kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky
10 Oktober 2026, 14:59 WIB
Marc Marquez keluar sebagai pemenang pada sesi sprint race MotoGP Mandalika 2026 setelah tundukkan Martin