Jetour T2 i-DM Dijual Rp 688 Juta, Jadi Rival GWM Tank 300 HEV
30 Juli 2026, 11:00 WIB
PHEV, menurut Mazda memiliki sejumlah keunggulan mobil listrik yang cocok jadi transisi elektrifikasi di RI
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mazda sempat memboyong satu mobil listrik yakni MX-30 yang hadir dalam waktu singkat di Indonesia.
Lebih menyasar ke penggemar Mazda, mobil listrik itu dilego Rp 800 jutaan dengan jarak tempuh terbatas 200 kilometer.
Setelah produksinya dihentikan di negara asal, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) memboyong Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) perdana mereka yakni Mazda CX-80 PHEV.
Model tersebut hadir meramaikan pilihan PHEV di pasaran, lalu mulai diikuti oleh merek-merek Cina sepanjang 2025.
Jika melihat respons konsumen, Mazda menilai PHEV menjadi opsi tepat untuk masyarakat Indonesia.
Sebab PHEV memadukan kinerja mesin bensin dan juga dibekali baterai berdaya besar. Sehingga menawarkan sensasi berkendara ala mobil listrik.
“Tetapi memang mesti ada investasi sedikit. Kita harus install charger di rumah,” kata Ricky Thio, Chief Operating Officer PT EMI saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, PHEV tidak sepenuhnya mengandalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) seperti mobil listrik.
Sehingga PHEV disebut sebagai model elektrifikasi yang tepat untuk masyarakat buat sementara waktu.
“Karena tujuannya adalah go green, di mana kita mau menghemat energi, saya rasa cocok. Saat ini buat saya, hybrid atau plug-in hybrid itu mungkin terbaik sejauh ini,” tegas Ricky.
Bicara soal penjualan, Mazda CX-80 PHEV secara wholesales (penyaluran dari diler ke pabrik) mencatatkan angka positif dibandingkan MX-30.
Berdasarkan data dari Gaikindo, di periode Januari-September 2025 wholesales Mazda CX-80 PHEV tipe Elite maupun Kuro adalah 52 unit.
Keduanya berstatus Completely Built Up (CBU) alias diimpor utuh dari Jepang.
Sementara MX-30 hanya diimpor lima unit ke Indonesia. Namun memang pihak Mazda saat itu berniat menjual MX-30 dalam jumlah terbatas.
Mazda CX-80 PHEV jadi bentuk transisi sebelum mereka memperkenalkan mobil listrik baru.
Di tahun depan, pabrikan asal Jepang ini melihat ada peluang menghadirkan mobil listrik baru yang dapat menjangkau lebih banyak konsumen.
Dua kandidat kuatnya adalah Mazda EZ-60 dan EZ-6. Desainnya mirip dengan MX-30 dan Mazda 6 Sedan yang telah disuntik mati di negara asalnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juli 2026, 11:00 WIB
29 Juli 2026, 18:10 WIB
24 Juli 2026, 23:00 WIB
24 Juli 2026, 09:00 WIB
22 Juli 2026, 19:13 WIB
Terkini
01 Agustus 2026, 08:00 WIB
Jaecoo memperkenalkan fitur SIVP untuk pertama kalinya di Indonesia serta diimplementasikan di J7 SIVP
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Hyundai luncurkan deretan kendaraan elektrifikasi mulai Hyundai Staria EV, Ioniq 9 hingga Neira Prototype
01 Agustus 2026, 06:00 WIB
Toyota Indonesia menawarkan beragam solusi teknologi kendaraan-kendaraan mulai ICE, HEV, BEV hingga FFV
31 Juli 2026, 19:23 WIB
BMW meramaikan pasar mobil listrik dengan memasarkan iX3 untuk para konsumen mereka di ajang GIIAS 2026
31 Juli 2026, 19:21 WIB
V-KOOL varian terbaru di GIIAS 2026 untuk menyasar konsumen yang menginginkan perlindungan lebih pada mobil
31 Juli 2026, 16:58 WIB
Alva berhasil membuktikan kualitas produk dan terus meningkatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen
31 Juli 2026, 16:29 WIB
Alva meluncurkan porgram AIPRO dan Care untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih personal di GIIAS
31 Juli 2026, 16:24 WIB
BMW Motorrad menggoda pada penggemar moge di GIIAS 2026 dengan menghadirkan dua produk baru sekaligus