Presiden Direktur Hino Indonesia Diganti, Bawa Strategi Baru
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi Fuso berharap pemerintah turun tangan untuk memperbaiki situasi pasar kendaraan niaga di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja pasar kendaraan niaga pada 2025 masih kurang maksimal. Bahkan terbilang lesu karena banyak rintangan menghadang.
Bahkan kondisi serupa diprediksi masih akan terjadi di tahun depan. Seperti dilontarkan oleh Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku produsen Mitsubishi Fuso di Indonesia.
“Saya pernah bilang, beberapa sektor kalau tidak berubah itu kondisinya sama saja, kondisinya masih menantang,” ungkap Aji Jaya, Sales and Marketing Director KTB di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Menurut Aji, situasi pasar kendaraan niaga dipengaruhi beberapa faktor. Semisal ekonomi sampai geopolitik yang membuat kurang bergairah.
Sehingga jika berbagai faktor di atas tidak membaik, maka sangat berdampak bagi situasi di dalam negeri.
“Kalau di luar sana lagi tidak bagus, tidak belanja mereka kan. Otomatis pengusaha sawit, tambang juga tidak investasi karena tidak dapat income yang cukup,” tutur Aji.
Lebih jauh, Mitsubishi Fuso memprediksi sektor-sektor yang mengalami tantangan di tahun ini kemungkinan besar tetap menghadapi hal serupa di 2026.
Namun Aji menegaskan, hal tersebut bisa saja berubah jika pemerintah memiliki proyek strategis yang dapat dijalankan tahun depan.
“Kalau tadi ditambah ada realisasi proyek strategis pemerintah, ya bisa jadi lebih besar. Terpenting pemerintah belanja saja (tahun depan),” pungkas Aji.
Memang pada 2025 pemerintah tidak terlalu banyak berbelanja. Mereka melakukan penghematan anggaran dari pusat sampai ke daerah.
Keputusan tersebut ternyata membawa dampak yang cukup besar, termasuk dirasakan oleh para pelaku di industri otomotif.
Oleh sebab itu, Mitsubishi Fuso berharap Presiden Prabowo Subianto bersama jajarannya mau mengucurkan uang untuk berbelanja di 2026.
Sebagai informasi, Mitsubishi Fuso cukup berani dalam menentukan target di tahun depan meski situasi bakal sangat menantang.
Jenama asal Jepang itu berencana mempertahankan dominasi di pasar kendaraan niaga. Bahkan mereka ingin mencapai target yang lebih tinggi.
“Kalau market share tahun depan, ya minimal kita sama targetnya. Kalau kita bulatkan paling menjadi 40 persen lah kira-kira,” kata Aji.
Sebagai informasi, market share Mitsubishi Fuso pada Januari sampai November 2025 berhasil menyentuh angka 39,9 persen.
Berangkat dari data tersebut, Aji ingin mereka terus mempertahankan kinerja positif itu sepanjang 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Februari 2026, 11:00 WIB
25 Februari 2026, 16:00 WIB
22 Februari 2026, 07:00 WIB
20 Februari 2026, 09:00 WIB
17 Februari 2026, 19:00 WIB
Terkini
16 Maret 2026, 09:00 WIB
Persaingan bakal memanas di 2026, BMW sorot pentingnya layanan purna jual sebagai salah satu kualitas utama
16 Maret 2026, 07:00 WIB
Sejumlah tenaga penjual mulai membuka keran pemesanan Wuling Eksion, diyakini segera debut tahun ini
16 Maret 2026, 06:00 WIB
Demi memfasilitasi para pemudik, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung jelang libur Lebaran 2026
16 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 15 Maret 2026 tetap diawasi secara ketat meski sebagian masyarakat sudah mudik ke kampung halaman
16 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih dapat melayani perpanjangan masa berlaku SIM sebelum memasuki libur Lebaran
15 Maret 2026, 18:00 WIB
Citroen Indonesia menghadirkan program khusus pada musim mudik Lebaran 2026 buat melindungi pelanggannya
15 Maret 2026, 13:00 WIB
Pertamina menggelar Lesehan Enduro dengan segudang fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pemudik
15 Maret 2026, 09:13 WIB
Sebagai bagian dari program mudik, Wuling membuka enam titik posko untuk menunjang perjalanan konsumen