Hyundai Beri Sinyal Kehadiran Stargazer Facelift Tahun Ini
01 April 2025, 11:00 WIB
Mengenal kelebihan dan kekurangan Hyundai Stargazer X sebelum melakukan pembelian merupakan hal bijak
Oleh Denny Basudewa
Hyundai Stargazer X masih menggunakan mesin yang sama seperti versi MPV. Jantung mekanis Smartstream G 1.5L MPI dan dikawinkan bersama transmisi iVT merupakan kombinasi mumpuni.
Output daya mesin diklaim sebesar 113 hp pada 6.300 rpm dan torsi puncak mencapa 143 Nm pada 4.500 rpm. Angka di atas memungkinkan pengemudi mendapatkan tenaga mulai dari putaran bawah.
Transmisi iVT (Intelligent Variable Transmission) pada Hyundai Stargazer X juga diklaim lebih tangguh daripada CVT. Dikarenakan sistem di dalam iVT mengandalkan rantai menggantikan sabuk baja.
Kelebihan Hyundai Stargazer X lain adalah fitur Bluelink dan SmartSense. Keduanya memungkinkan pengguna mobil tetap terhubung dengan dunia luar dan juga terjaga dari berbagai potensi bahaya.
Bluelink dan SmartSense sendiri sudah diterapkan pada model terdahulu dan cukup sukses.
Hyundai Bluelink merupakan platform untuk mengecek informasi seputar kendaraan. Pengguna juga terhubung call center Hyundai 7 X 24 jam dan berguna saat keadaan darurat.
Sedangkan Hyundai SmartSense merupakan sistem ADAS (Advanced Driver Assistance System) yang memudahkan tugas pengendara.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa Hyundai Stargazer X menggunakan basis MPV. Sehingga kenyamanan dalam kabin tetap terjaga baik di baris depan hingga belakang.
Terlebih manufaktur asal Korea Selatan tersebut menawarkan opsi konfigurasi 6 seater. Pilihan ini memiliki jok model captain seat pada baris kedua.
Kursi seperti di atas memang mengurangi daya tampung penumpang. Namun memberikan ruang lebih dan kenyamanan lebih.
Kemudian selama perjalanan bisa menikmati berbagai hiburan menarik. Terlebih pada varian Prime terdapat 8 speaker Bose. Terlebih insulasi kabin juga mumpuni sehingga kekedapan cukup terjaga.
Bagasi Hyundai Stargazer X juga bisa dibilang lega. Meskipun kursi belakang dibuka namun masih mampu menampung banyak barang bawaan.
Meskipun dilengkapi dengan sejumlah teknologi andal namun terdapat beberapa bagian terasa kurang. Seperti dasbor dan door trim yang menggunakan bahan plastik keras.
Lalu dari sisi pengemudi dapat merasakan tombol-tombol power window agak jauh ke depan. Sehingga untuk membuka kaca samping sopir kerap salah pencet.
Kemudian jok penumpang depan terlalu tinggi dan tidak ada fitur Seat Adjuster. Walhasil penumpang berpostur tinggi akan terasa canggung.
Hyundai Stargazer X telah menggunakan suspensi model MacPherson Strut pada depan. Sedangkan untuk belakang dijejalkan Coupied Torsion Beam Axle (CTBA).
KatadataOTO sempat mencoba Stargazer X dengan formasi enam penumpang dan bagasi penuh barang. Shockbreaker belakang terasa terlalu empuk.
Bahkan dalam beberapa kesempatan suspensi belakang mobil mengalami gejala bottoming. Namun ketika sendirian hal tersebut tidak terjadi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2025, 11:00 WIB
30 Maret 2025, 22:03 WIB
30 Maret 2025, 07:00 WIB
27 Maret 2025, 18:02 WIB
26 Maret 2025, 18:28 WIB
Terkini
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi