Hasil MotoGP Amerika 2026: Dominasi Marco Bezzecchi Berlanjut
30 Maret 2026, 03:55 WIB
Yamaha, Honda hingga Ducati harus merogoh kocek puluhan miliar rupiah untuk membangun satu unit motor MotoGP
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penampilan apik Marc Marquez, Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia hingga Fermin Aldeguer di lintasan MotoGP tentu tidak lepas dari performa motor balap mereka.
Namun tidak banyak orang tahu seberapa besar anggaran diperlukan buat membangun satu buah kuda besi yang kompetitif.
Melansir GPOne pada Selasa (07/10), para tim MotoGP harus merogoh kocek cukup dalam untuk membuat motor balap. Bahkan angkanya sampai menyentuh puluhan miliar rupiah.
Disebutkan bahwa biaya membuat sebuah mesin berkisar 200 ribu euro sampai 250 ribu euro atau Rp 3,8 miliar hingga 4,8 miliaran.
Jumlah tersebut khusus sektor jantung pacu. Belum untuk bagian-bagian lainnya, seperti elektronik mencapai 100 ribu euro atau Rp 1,9 miliar.
Bila dirinci masing-masing komponen pada kelistrikan motor balap MotoGP menelan anggaran hingga 1.000 euro setara Rp 19,3 jutaan.
Sementara guna menunjang keamanan pembalap, Honda, Yamaha hingga Ducati tidak mau main-main. Mereka mengeluarkan dana sampai 70 ribu euro setara Rp 1,3 miliar.
Menurut laporan Box Repsol, jumlah di atas digunakan untuk membeli kaliper, selang rem, master rem, 10 cakram karbon hingga 28 kampas rem. Biasanya mereka memakai merek Brembo.
Brembo sendiri dikenal memiliki kualitas jempolan. Sebab sudah teruji di berbagai ajang balap internasional.
Di sisi lain untuk ban motor balap MotoGP dipasok langsung oleh Michelin. Mereka menganggarkan biaya hingga 1,2 juta euro atau Rp 23,1 miliar.
“Biaya ini sudah termasuk pelek itu sendiri serta tenaga teknis maupun asisten (mekanik),” tulis laporan Repsol Box.
Sedangkan urusan bodi motor balap MotoGP juga tidak kalah fantastis. Tim-tim mengeluarkan dana 2 euro atau Rp 38 ribuan untuk setiap 100 gram serat karbon.
Jadi bila dijumlah maka biaya membangun secara keseluruhan motor balap MotoGP berkisar 2 juta dolar hingga 2,5 juta dolar. Setara dengan Rp 33,1 miliar sampai Rp 41 miliar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Maret 2026, 03:55 WIB
29 Maret 2026, 04:07 WIB
27 Maret 2026, 17:53 WIB
24 Maret 2026, 17:00 WIB
23 Maret 2026, 02:03 WIB
Terkini
08 April 2026, 15:23 WIB
GIICOMVEC 2026 diramaikan oleh 14 merek kendaraan niaga dan 35 industri pendukung, berlangsung 8-11 April 2026
08 April 2026, 11:00 WIB
Apresiasi atas komitmen berkelanjutan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup beri penghargaan untuk Toyota
08 April 2026, 09:00 WIB
Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik sampai akhir tahun karena pemerintah telah menyiapkan dana tambahan
08 April 2026, 07:00 WIB
Chery resmi membuka outlet baru di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, kapasitas servis 12 mobil per hari
08 April 2026, 06:00 WIB
GIICOMVEC 2026 akan diselenggarakan hari ini dan kemungkinan bakal terdampak aturan ganjil genap Jakarta
07 April 2026, 16:41 WIB
Puluhan ribu motor listrik yang dipesan disebut untuk kepala SPPG demi kelancaran operasional program MBG
07 April 2026, 15:00 WIB
Banyak konsumen menganggap PHEV tidak memiliki keuntungan serupa mobil listrik, misalnya bebas ganjil genap
07 April 2026, 15:00 WIB
Di era transisi elektrifikasi, GWM menilai mobil diesel masih punya potensi yang cukup besar di Indonesia