Klasemen Sementara MotoGP 2026: Bezzecchi Berhasil Salip Ogura
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
MotoGP resmi melarang front ride height adjuster yang pertama kalinya digunakan oleh tim Ducati pada motor-motornya
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – MotoGP resmi melarang Front Ride Height mulai tahun depan. Alat yang bisa menurunkan ketinggian motor ini akan dilarang penggunaannya mulai MotoGP 2023.
Alat canggih ini berfungsi untuk menyesuaikan ketinggian motor terutama bagian depan. Sehingga fitur tersebut mampu mencegah ban depan motor terangkat setelah keluar tikungan.
Adapun fitur tersebut pertama kalinya digunakan oleh Ducati. Mesin Desmosedici yang terkenal paling kencang, namun tidak stabil saat masuk maupun keluar tikungan.
Diketahui ride height mampu membuat motor lebih stabil dan lebih cepat saat keluar dari tikungan. Namun kecepatan yang meningkat dianggap membahayakan bagi para pebalap.
Komisi MotoGP secara resmi melarang penggunaannya pada musim depan. Larangan ini sesuai dengan keputusan Komisi Grand Prix terkait aspek keselamatan.
“Delegasi Komisi Grand Prix diminta untuk mempertimbangkan dua proposal alternatif terkait masalah ini. Keduanya memiliki tujuan untuk mencegah kenaikan biaya perbaikan dan pengembangan performa,” tulis pernyataan resmi Komisi MotoGP.
Lebih lanjut dikatakan bahwa aturan tersebut disetujui dengan suara bulat. Penggunaan perangkat apapun yang bisa membuat ketinggian bagian depan sepeda motor saat sedang bergerak dilarang.
Sekadar informasi, Komisi MotoGP diwakili oleh Carmelo Ezpeleta (Dorna Sports), Paul Duparc (FIM), Herve Poncharal (IRTA) dan Biense Bierma (MSMA), Jorge Viegas (Presiden FIM), Carlos Ezpeleta (Dorna Sports), Mike Trimby (IRTA) dan Corrado Cecchinelli (Direktur Teknologi).
Dengan adanya aturan baru tersebut di atas, tim Ducati yang akan paling sengsara. Pasalnya selama ini, mereka mampu mengembangkan performa motor dengan perangkat canggih tersebut.
Sementara, fitur lainnya yang tidak kalah canggih adalah holeshot device. Fitur ini dikembangkan untuk mengatur ketinggian motor saat start.
Sehingga motor bisa berakselerasi dengan cepat tanpa ban depan terangkat dan tetap stabil. Fitur satu ini tidak dilarang sehingga tetap bisa dipakai oleh para pebalap.
Perangkat ini telah digunakan oleh semua tim sehingga motor mereka bisa meluncur cepat di garis start. Fitur tersebut terlihat diaktifkan dengan menekan tombol di alat kemudi motor.
Dengan menekan tombol, ketinggian motor langsung berkurang sehingga jarak main suspensi depan maupun belakang sangat kecil. Saat start berlangsung, para pebalap bisa membuka gas secara penuh tanpa takut ban depan terangkat dan belakangnya slip.
Fitur ini akan segera non aktif ketika motor telah berjalan sehingga fungsi suspensi tetap bisa berjalan normal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
08 Agustus 2026, 22:48 WIB
12 Juli 2026, 20:01 WIB
11 Juli 2026, 20:48 WIB
Terkini
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Bandung melayani masyarakat sejak pagi untuk mengurus dokumen berkendara di dua tempat
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta dimulai sejak pukul 06.00 pagi hingga 10.00 WIB, lalu berlanjut kembali pada jam 4 sore
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima tempat terbatas, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan SIM dengan mudah
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
Marco Bezzecchi kini sukses menempatkan diri di posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 209 poin
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk melakukan edukasi keamanan teknologi PHEV kepada para konsumennya
10 Agustus 2026, 19:10 WIB
Garda Oto terus melakukan inovasi dalam hal pelayanan yang berimbas pada loyalnya para pelanggan mereka
10 Agustus 2026, 16:22 WIB
Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu