Hasil MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Menang di Kandang
20 September 2026, 20:03 WIB
Maverick Vinales dinyatakan melanggar aturan tekanan ban saat melakoni MotoGP Qatar 2025 dan dijatohi hukuman
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Maverick Vinales menjadi sorotan pada MotoGP Qatar 2025. Sebab dia dikenakan hukuman penalti waktu 16 detik.
FIM Steward mengungkapkan kalau joki satu ini dinyatakan bersalah. Motor balap KTM yang ditunggangi memiliki tekanan ban lebih rendah.
Lantas banyak pihak bertanya bagaimana aturan tekanan ban pada MotoGP yang membuat Vinales gagal meraih podium kedua.
Mengutip laman resmi MotoGP pada Selasa (15/04), aturan tekanan ban sebenarnya sudah lama diterapkan oleh Dorna Sport.
“Tekanan minimum hanya berlaku dalam sprint race dan Grand Prix. Tekanan ban bisa berubah dari satu trek ke trek lainnya,” tulis Dorna Sport.
Lebih jauh dijelaskan bahwa, aturan tekanan ban di MotoGP 2025 masih mengacu pada musim sebelumnya.
Kuda besi para pembalap kelas premier harus memiliki tekanan angin 1,8 bar di depan dan 1,68 bar di belakang.
Para rider wajib menjaga tekanan ban motor mereka selama 60 persen dari jumlah putaran selama balapan berjalan.
“Sementara dalam sprint race, tekanan minimum (ban) minimal 30 persen (jumlah lap),” lanjut mereka.
Di sisi lain aturan ini tidak berlaku saat balapan MotoGP menerapkan prosedur flag-to-flag. Akan tetapi protokol itu hanya berjalan jika para rider menggunakan ban slick.
Dikatakan bahwa FIM Steward juga telah menetapkan sanksi baru atas pelanggaran tekanan ban pada MotoGP. Bila hal tersebut terjadi ketika sprint race maka dikenakan tambahan waktu delapan detik.
“Sedangkan untuk Grand Prix (balapan utama), dikenakan penalti sebanyak 16 detik,” tutur mereka.
Vinales dan kawan-kawan pun harus memperhatikan setiap saat tekanan ban mereka. Bisa dilakukan dengan memantau panel meter di motor.
Joki KTM tersebut sempat buka suara mengenai penalti yang diterima. Hal itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya.
“P2 di lintasan tapi sayangnya P14 di atas kertas, namun perasaan saya tetap sama. Kami senang dengan hasilnya dan apa yang sudah dicapai,” kata Maverick Vinales.
Menurut dia apa yang terjadi di Sirkuit Lusail membuktikan bahwa kuda besi KTM mempunyai potensi untuk kompetitif di lintasan.
Terutama guna melawan dominasi Desmosedici milik tim Ducati di dalam lintasan. Sehingga Vinales mengaku sangat senang.
Dia pun tidak mau berlarut-larut kecewa dengan keputusan FIM Steward pada MotoGP Qatar 2025. Sekarang Vinales ingin bersiap untuk balapan selanjutnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 September 2026, 20:03 WIB
19 September 2026, 20:47 WIB
18 September 2026, 17:00 WIB
16 September 2026, 19:39 WIB
13 September 2026, 19:55 WIB
Terkini
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota