MotoGP Australia 2027 Pindah Dari Phillip Island ke Jalan Raya
19 Februari 2026, 19:00 WIB
Hidup glamor di masa muda, putri legenda F1 berbagi kisah jatuh bangkit hidupnya saat menjadi tuna wisma
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Innes Ireland merupakan salah satu pembalap legendaris F1. Mulai menekuni dunia balap sejak 1959, kemenangan perdana untuk Team Lotus berhasil diraih di United States Grand Prix tidak lama setelah itu yakni di 1961.
Punya karir gemilang dengan empat podium sepanjang karir, gaya hidup glamor sudah jadi sesuatu yang normal buat Innes serta putrinya, Christianne Ireland. Namun siapa sangka putri legenda F1 itu justru kesulitan bertahan hidup sampai sempat menjadi tuna wisma.
Padahal di masa muda Christianne sering menghabiskan waktu mengikuti aktivitas balapan sang ayah di trek balap serta bertemu pembalap ternama seperti Stirling Moss dan Graham Hill.
“Jelas, Stirling adalah teman terbaiknya. Terkadang Frank Williams (pendiri tim Williams F1) ikut bergabung lalu kita pergi ke tempat Stirling untuk makan malam,” ungkap Christianne kepada BBC, dikutip Jumat (29/12).
Menurut dia kondisi dunia Formula 1 berbeda dibandingkan sekarang. Ia lebih merasakan kedekatan antar pembalap kala itu.
Setelah bertahun-tahun hidup glamor, berkeliling dunia bahkan memiliki sejumlah mobil mewah seperti Aston Martin, Christianne justru berakhir dengan satu koper di penampungan tuna wisma di Andover, Hampshire, Inggris.
Saat itu ia berusia 58 tahun, bercerai sebanyak dua kali dan terpaksa meninggalkan rumahnya di Berkshire. Christianne juga menjadi seorang alkoholik.
“Tujuan utama saya setiap hari adalah memastikan saya tidak pergi minum-minum. Karena kalau itu terjadi semua akan jadi kacau,” kata dia.
Sebagai usaha menghadapi kecanduan itu, Christianne tergerak menjadi volunteer di salah satu lembaga amal Unity. Dari situ ia mendapatkan sedikit upah.
Kegiatan positif itu kemudian membawa dia ke arah lebih baik. Dalam beberapa bulan putri legenda F1 itu berhasil mendapatkan pekerjaan serta menyewa tempat tinggal.
Christianne yang sekarang sudah berusia 65 tahun bekerja sebagai support manager di Unity. Ia berharap kisahnya bisa jadi dorongan bangkit buat semua orang di posisi serupa dengannya dahulu.
Ia mengatakan ingin melihat masyarakat untuk aktif menjadi sukarelawan untuk resolusi tahun baru.
“Tidak pernah terlambat untuk berubah. Melangkah dulu saja, hal lain nanti akan mengikuti,” tutup dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Februari 2026, 19:00 WIB
04 Januari 2026, 19:00 WIB
13 November 2025, 21:30 WIB
24 September 2025, 14:00 WIB
24 Juni 2025, 21:30 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
03 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi warga Ibu Kota yang ingin memperpanjang masa berlaku
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran
02 Maret 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia menyiapkan setidaknya empat strategi untuk bisa mewujudkan targetnya pada tahun ini
02 Maret 2026, 12:00 WIB
Geely siap mengawal pelanggannya saat mudik Lebaran 2026 dengan membuka 11 diler di sejumlah kota besar
02 Maret 2026, 11:00 WIB
Selama musim mudik 2026, Hino akan membuka sejumlah posko mudik yang siap mengawal perjalanan pelanggan