Sinyal Kuat BYD Gabung F1 Mencuat setelah GP Monako
10 Juni 2026, 11:00 WIB
Hidup glamor di masa muda, putri legenda F1 berbagi kisah jatuh bangkit hidupnya saat menjadi tuna wisma
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Innes Ireland merupakan salah satu pembalap legendaris F1. Mulai menekuni dunia balap sejak 1959, kemenangan perdana untuk Team Lotus berhasil diraih di United States Grand Prix tidak lama setelah itu yakni di 1961.
Punya karir gemilang dengan empat podium sepanjang karir, gaya hidup glamor sudah jadi sesuatu yang normal buat Innes serta putrinya, Christianne Ireland. Namun siapa sangka putri legenda F1 itu justru kesulitan bertahan hidup sampai sempat menjadi tuna wisma.
Padahal di masa muda Christianne sering menghabiskan waktu mengikuti aktivitas balapan sang ayah di trek balap serta bertemu pembalap ternama seperti Stirling Moss dan Graham Hill.
“Jelas, Stirling adalah teman terbaiknya. Terkadang Frank Williams (pendiri tim Williams F1) ikut bergabung lalu kita pergi ke tempat Stirling untuk makan malam,” ungkap Christianne kepada BBC, dikutip Jumat (29/12).
Menurut dia kondisi dunia Formula 1 berbeda dibandingkan sekarang. Ia lebih merasakan kedekatan antar pembalap kala itu.
Setelah bertahun-tahun hidup glamor, berkeliling dunia bahkan memiliki sejumlah mobil mewah seperti Aston Martin, Christianne justru berakhir dengan satu koper di penampungan tuna wisma di Andover, Hampshire, Inggris.
Saat itu ia berusia 58 tahun, bercerai sebanyak dua kali dan terpaksa meninggalkan rumahnya di Berkshire. Christianne juga menjadi seorang alkoholik.
“Tujuan utama saya setiap hari adalah memastikan saya tidak pergi minum-minum. Karena kalau itu terjadi semua akan jadi kacau,” kata dia.
Sebagai usaha menghadapi kecanduan itu, Christianne tergerak menjadi volunteer di salah satu lembaga amal Unity. Dari situ ia mendapatkan sedikit upah.
Kegiatan positif itu kemudian membawa dia ke arah lebih baik. Dalam beberapa bulan putri legenda F1 itu berhasil mendapatkan pekerjaan serta menyewa tempat tinggal.
Christianne yang sekarang sudah berusia 65 tahun bekerja sebagai support manager di Unity. Ia berharap kisahnya bisa jadi dorongan bangkit buat semua orang di posisi serupa dengannya dahulu.
Ia mengatakan ingin melihat masyarakat untuk aktif menjadi sukarelawan untuk resolusi tahun baru.
“Tidak pernah terlambat untuk berubah. Melangkah dulu saja, hal lain nanti akan mengikuti,” tutup dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 11:00 WIB
06 April 2026, 11:00 WIB
11 Maret 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 19:00 WIB
04 Januari 2026, 19:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026