Podium McLaren di F1 GP Jepang 2026 Penuh Makna Penting
06 April 2026, 11:00 WIB
Hidup glamor di masa muda, putri legenda F1 berbagi kisah jatuh bangkit hidupnya saat menjadi tuna wisma
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Innes Ireland merupakan salah satu pembalap legendaris F1. Mulai menekuni dunia balap sejak 1959, kemenangan perdana untuk Team Lotus berhasil diraih di United States Grand Prix tidak lama setelah itu yakni di 1961.
Punya karir gemilang dengan empat podium sepanjang karir, gaya hidup glamor sudah jadi sesuatu yang normal buat Innes serta putrinya, Christianne Ireland. Namun siapa sangka putri legenda F1 itu justru kesulitan bertahan hidup sampai sempat menjadi tuna wisma.
Padahal di masa muda Christianne sering menghabiskan waktu mengikuti aktivitas balapan sang ayah di trek balap serta bertemu pembalap ternama seperti Stirling Moss dan Graham Hill.
“Jelas, Stirling adalah teman terbaiknya. Terkadang Frank Williams (pendiri tim Williams F1) ikut bergabung lalu kita pergi ke tempat Stirling untuk makan malam,” ungkap Christianne kepada BBC, dikutip Jumat (29/12).
Menurut dia kondisi dunia Formula 1 berbeda dibandingkan sekarang. Ia lebih merasakan kedekatan antar pembalap kala itu.
Setelah bertahun-tahun hidup glamor, berkeliling dunia bahkan memiliki sejumlah mobil mewah seperti Aston Martin, Christianne justru berakhir dengan satu koper di penampungan tuna wisma di Andover, Hampshire, Inggris.
Saat itu ia berusia 58 tahun, bercerai sebanyak dua kali dan terpaksa meninggalkan rumahnya di Berkshire. Christianne juga menjadi seorang alkoholik.
“Tujuan utama saya setiap hari adalah memastikan saya tidak pergi minum-minum. Karena kalau itu terjadi semua akan jadi kacau,” kata dia.
Sebagai usaha menghadapi kecanduan itu, Christianne tergerak menjadi volunteer di salah satu lembaga amal Unity. Dari situ ia mendapatkan sedikit upah.
Kegiatan positif itu kemudian membawa dia ke arah lebih baik. Dalam beberapa bulan putri legenda F1 itu berhasil mendapatkan pekerjaan serta menyewa tempat tinggal.
Christianne yang sekarang sudah berusia 65 tahun bekerja sebagai support manager di Unity. Ia berharap kisahnya bisa jadi dorongan bangkit buat semua orang di posisi serupa dengannya dahulu.
Ia mengatakan ingin melihat masyarakat untuk aktif menjadi sukarelawan untuk resolusi tahun baru.
“Tidak pernah terlambat untuk berubah. Melangkah dulu saja, hal lain nanti akan mengikuti,” tutup dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 April 2026, 11:00 WIB
11 Maret 2026, 17:00 WIB
19 Februari 2026, 19:00 WIB
04 Januari 2026, 19:00 WIB
13 November 2025, 21:30 WIB
Terkini
15 April 2026, 18:00 WIB
Y-ON bakal diintegrasikan aplikasi Y-Connect, tawarkan tiga fungsi fitur baru buat memudahkan pengguna Yamaha
15 April 2026, 17:01 WIB
RoRI berencana menggelar touring lintas chapter pada bulan ini guna merayakan satu dekade mereka berdiri
15 April 2026, 09:00 WIB
Pengadaan ribuan motor listrik oleh BGN mendapat perhatian lebih dari KPK karena rawan tindak pidana korupsi
15 April 2026, 07:55 WIB
Mobil sebelum mengalami kerusakan biasanya menunjukkan tanda-tanda terlebih dahulu sehingga bisa diantisipasi
15 April 2026, 06:16 WIB
Kepolisian terus berupaya memanjakan para pengendara, salah satunya dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 April 2026, 06:14 WIB
SIM keliling Jakarta merupakan fasilitas yang dihadirkan kepolisian untuk memudahkan masyarakat di Ibu Kota
15 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini diterapkan dengan pengawasan ketat dari pilhak kepolisian yang ada di lapangan
14 April 2026, 19:30 WIB
Libur lebaran disebut menjadi salah satu alasan jebloknya penjualan mobil baru di RI pada periode Maret 2026