Fabio Quartararo Buka Suara soal Rumor Honda: Belum Ada Kontrak
03 Februari 2026, 16:00 WIB
Bagnaia mendertia cedera ringan usai mengalami kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2023 akhir pekan lalu
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – MotoGP Catalunya 2023 menjadi akhir pekan yang menyedihkan bagi Francesco Bagnaia. Dia mengalami kecelakaan horror pada Minggu (3/9).
Padahal juara dunia MotoGP 2022 tersebut bisa memulai balapan dengan baik. Pembalap Ducati ini memacu kuda besi buat mempertahankan posisinya.
Namun nasib sial justru dialami oleh Bagnaia saat keluar tikungan kedua. Murid Valentino Rossi terlempar dan terhempas ke trek saat banyak pembalap berada di belakangnya.
Hasilnya Brad Binder tidak bisa menghindar dan terpaksa melindas kaki Francesco Bagnaia. Membuat panitia mengibarkan red flag untuk menghentikan sementara balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Setelahnya rider berdarah Italia itu diangkut ambulans guna menuju klinik buat mendapatkan pertolongan pertama.
Beruntungnya rekan Enea Bastianini dinyatakan tidak mengalami cedera serius setelah dilakukan pemeriksaan. Kendati demikian Bagnaia mesti menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisinya tetap baik-baik saja.
“Pecco baik-baik saja, dia mengalami polytrauma hebat. Hal itu karena motor paha dan betisnya terlindas motor,” ungkap Angel Charte dokter yang memeriksa Bagnaia seperti dikutip di Crash, Senin (4/9).
Charte menuturkan kalau pihaknya hanya menemukan cedera kecil di kaki sang pembalap. Namun secara keseluruhan kondisi Bagnaia tetap aman.
Di sisi lain Bagnaia merasa beruntung bisa selamat dari kecelakaan horror pada akhir pekan ini. Dia pun bersyukur tidak mengalami cedera serius.
Lantas dia mengungkapkan penyebab terjadinya kecelakaan. Bagnaia merasa sejak pemanasan ia ada yang tak beres pada ban belakang kuda besinya.
Bahkan ia menyebut kejadian kemarin bukan sebuah kecelakaan yang normal. Menurutnya grip roda belakang belum berada di titik terbaik.
“Saya tak tahu, saat itu gripnya sangat minim sejak warm up lap. Aku baru saja highside hebat, bukan highside yang normal,” ungkap Bagnaia.
Murid Rossi tersebut mengaku belum bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi. Namun dia memastikan kalau sejak sesi pemanasan tak mendapatkan grip sesuai harapan.
“Sangat sulit untuk memahami apa yang terjadi saat ini karena pastinya itu bukan kecelakaan biasa,” tegasnya.
Sebagai informasi highside biasanya terjadi karena roda belakang kehilangan traksi dengan aspal saat keluar tikungan. Lalu sang pembalap berusaha buat memperbaiki posisi.
Akan tetapi karena tenaga motor terlalu besar, maka suspensi belakang mengalami kejutan besar sehingga pengendara terlempar ke atas.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Februari 2026, 16:00 WIB
31 Januari 2026, 11:29 WIB
30 Januari 2026, 17:00 WIB
28 Januari 2026, 19:00 WIB
27 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur
16 Februari 2026, 18:01 WIB
Mitsubishi naik ke urutan tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia per Januari 2026, berikut daftarnya
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya