Hasil MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Menang di Kandang
20 September 2026, 20:03 WIB
Aleix Espargaro Minta Maaf karena sudah melakukan blunder yang memalukan dirinya dan tentunya tim tempatnya bernaung
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Aleix Espargaro minta maaf kepada tim Aprilia karena sudah membuat blunder fatal. Kesalahan yang dilakukan pada lap terakhir membuat dirinya kehilangan kesempatan naik podium.
Espargaro kembali melakukan hasil impresif pada sesi kualifikasi. Bahkan sejak latihan bebas dirinya sudah menunjukkan dominasinya.
Tidak mengherankan Espargaro mencetak pole position di MotoGP Catalunya 2022. Namun start dari posisi terdepan tidak membuatnya tampil dominan di depan.
Karena sejak tikungan pertama, posisi terdepan sudah direbut oleh Fabio Quartararo. Rider tim Aprilia ini sedikit beruntung karena Francesco Bagnaia dan Alex Rins mengalami insiden.
Karena dua rider tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi Espargaro di Barcelona. Namun pada balapan kemarin (05/06), Ia harus menghadapi dua pembalap dari tim Pramac Ducati.
Setidaknya dua kali Jorge Martin berhasil mengambil alih posisi Esparagaro. Namun kakak kandung dari Pol Espargaro tersebut mampu menunjukkan performa brilian dengan kembali merebut posisi kedua.
Persaingan antara kedua pembalap juga mulai diramaikan oleh Johann Zarco yang kian mendekat. Ketiga pembalap saling mempelajari kelemahan dari setiap tikungan.
Setelah berhasil menyodok Espargaro jelang balapan berakhir, Martin masih belum bisa lepas dari bayang-bayang Aprilia. Karena pada lap terakhir, Espargaro kembali menyodok dan menyingkirkan rider Pramac Ducati tersebut.
Di sinilah Espargaro membuat kesalahan fatal dan membuat semua orang geleng-geleng kepala. Ia mengira bahwa garis yang dilintasi merupakan finish balapan, ternyata masih ada satu lap lagi.
Semula banyak orang hingga komentator MotoGP mengira bahwa Espargaro mengalami kendala teknis. Baru tersadar bahwa dirinya melakukan kesalahan fatal saat rekan satu tim Maverick Vinales ini melakukan selebarasi ke penonton.
Sontak publik tercengang dan Ia baru tersadar saat para pembalap lain masih tancap gas. Ia pun terlanjur disalip Luca Marini yang berada di posisi kelima.
Meskipun pada akhirnya Ia bisa mengatasi adik tiri Valentino Rossi tersebut, Espargaro tetap kehilangan podium di Catalunya. Posisi di klasemen sementara juga semakin tertinggal dari Quartararo selisih 22 poin.
Atas perbuatannya tersebut, Espargaro meminta maaf kepada Aprilia. Ia berkelakar bahwa ada kebiasaan berbeda ketika di Barcelona.
“Maaf adalah satu-satunya yang bisa saya katakan. Itu adalah kesalahan yang tidak dapat diterima di kategori ini,” ucapnya usai balapan.
Espargaro membalap hingga limit tertinggi sehingga jarak dengan Martin hanya 0.6 detik. Lalu dirinya melihat menara memberikan tanda L1 dan dianggap balapan selesai.
Padahal tanda balapan usai adalah L0 sehingga inilah yang membuat Espargaro melakukan blunder.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 September 2026, 20:03 WIB
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
08 Juli 2026, 11:00 WIB
06 Juli 2026, 19:33 WIB
29 Juni 2026, 16:00 WIB
Terkini
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
AHM baru saja memberikan opsi warna maupun grafis baru pada moge mereka, yakni Honda CRF1100L Africa Twin
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan salah satu fasilitas untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
Setelah dievaluasi, kebijakan Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas di Ibu Kota
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta di akhir pekan beroperasi di lima lokasi terbatas, layani perpanjangan masa berlaku kartu
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Teknologi REEV Light jadi terobosan Suzuki hadapi persaingan sengit dengan merek Cina di era elektrifikasi