Hasil Penelitian, Karena Hal Ini EV Juga Punya Polusi Berbahaya
17 Februari 2025, 12:19 WIB
Minyak rem kadang tidak dianggap oleh pemilik mobil meskipun perannya sangat penting bagi keselamatan berkendara
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Minyak rem memiliki interval penggatian rutin yang tidak boleh dilewatkan. Hal ini berguna untuk membuat seluruh komponen dalam sistem pengereman tetap berjalan sebaik-baiknya.
Rem merupakan komponen penting untuk menghentikan laju kendaraan. Dengan kata lain, rem sangat erat kaitannya dengan nyawa pengendara, penumpang hingga pengguna jalan lainnya.
Minyak rem merupakan salah satu bagian dari sistem pengereman model cakram. Tanpa adanya minyak rem, sistem tidak bisa berkerja meskipun pedalnya sudah diinjak penuh.
Lazimnya minyak rem hanya ada pada kendaraan yang telah menggunakan sistem pengereman model cakram. Lalu benda berbentuk cairan tersebut memiliki interval penggantian agar kinerjanya selalu optimal.
Meskipun memiliki peran yang penting, terkadang masih ada konsumen yang kerap melupakannya. Padahal seperti disebutkan di atas, karena berhubugan dengan sistem pengereman maka fungsinya sangat vital.
“Minya rem tidak pernah ketahuan kapan rusaknya, karena kita tidak lihat selangnya ada dimana. Minya rem ini yang diketahui hanya jadwalnya saja kalau tidak 2 tahun, berarti 20 ribu kilometer,” ucap Rifat Sungkar, Brand Ambassador PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), dalam kesempatan interview virtual (29/09).
Ia menambahkan bahwa jika konsumen melihat bahwa minyak rem di dalam tabung berkurang, jangan senang dahulu. Jangan hanya melakukan penambahan lalu kembali melakukan perjalanan.
“Minyak rem berkurang itu tandanya ada kebocoran dan konsumen harus mengalakukan pengecekan di sekeliling kendaraan. Bisa juga terjadi karena kampas rem telah menipis,” jelasnya kemudian.
Lebih lanjut Rifat menjelaskan bahwa jika jumlah minyak rem di dalam tabung menurun, bisa langsung melakukan pengecekan. Pengecekan sendiri bisa dimulai dari pemeriksaan kampas rem, apakah sudah aus atau belum.
Lalu konsumen juga bisa melakukan pengecekan di bengkel resmi, apabila terdapat kebocoran. Karena ketika bocor maka bisa dipastikan akan merusak komponen lainnya.
“Ada orang yang ingin menggunakan minyak rem dengan standar DOT yang lebih tinggi. Saya katakan jangan karena cara itu salah dan bisa membuat titik didih piston juga berbeda,” tutur Rifat.
Menurutnya gunakanlah minyak rem yang telah direkomendasikan oleh pabrikan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Februari 2025, 12:19 WIB
08 Juli 2024, 09:00 WIB
27 November 2023, 09:59 WIB
22 Desember 2021, 15:41 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan