Tol Serang-Panimbang Beroperasi 2024, Ke Tanjung Lesung 2 Jam

Memiliki panjang 83.67 kilometer, tol Serang-Panimbang mempermudah masyarakat berwisata ke Tanjung Lesung

Tol Serang-Panimbang Beroperasi 2024, Ke Tanjung Lesung 2 Jam
Dian Tami Kosasih

TRENOTO – Terdiri dari tiga groundbreaking, jalan Tol Serang-Panimbang ditargetkan selesai pada 2024. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan sektor pariwisata di sekitar lokasi karena jarak tempuh ke Tanjung Lesung hanya 2 jam dari Jakarta. 

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan, pembangunan ini juga mampu mengundang banyak investor terkait pengembangan pariwisata hingga hotel berbintang.
  
"Kami pengalaman 26 tahun lalu saat berpangkat kolonel bersama isteri dan anak ke Tanjung Lesung-Jakarta sampai lima jam," kata Luhut di  Pandeglang, Jawa Barat.  

Photo : BPJT

Hadirnya jalan bebas hambatan juga diharapkan mampu mendorong perekonomian di wilayah Banten hingga 6 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Banten akan tambah  bagus, sekarang sudah lebih dari 5.4 persen atau diatas rata-rata nasional. Jadi kalau tol ini selesai, saya kira mereka dapat tumbuh di atas 6 persen dalam beberapa tahun ke depan," ujar Luhut.

Ikut hadir dalam acara, Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bila jalan tol Serang - Panimbang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten.

"Kami minta tokoh masyarakat Banten dapat berkolaborasi untuk membantu pembebasan lahan," tuturnya.
 
Memiliki panjang 83.67 kilometer, Tol Serang-Panimbang terdiri atas 3 seksi. Khusus pembangunan tekahir sumber pembiayaan didapatkan dari APBN dan pinjaman China Bank.

Photo : BPJT


 
Sebelumnya, pembangunan seksi 1 mencakup wilayah Serang-Rangkasbitung. Dengan panjang 26.5 kilometer, biaya yang harus digelontorkan untuk pembangunan ini mencapai Rp3.622 triliun.

"Sekarang kita groundbreaking bagian Pemerintah dengan anggaran Rp4,6 triliun akan kita selesaikan pada kuartal pertama 2024 untuk mendukung destinasi wista Tanjung Lesung," tutur Basuki.
 
Khusus seksi 2, cakupan wilayah pembangunan berada di Rangkasbitung-Cileles atau sepanjang 24.17 kilometer. Biaya yang harus dikeluarkan terkait pembangunan mencapai Rp2.578 triliun.
 
Saat ini proses konstruksi masih berada di angka 31.20 persen dan progres lahan 71.85 persen. Meski demikian, pembangunan seksi 3 kembali dilanjutkan dengan biaya Rp4.626 triliun.  
 
"Kita berharap jalan tol Serang-Panimbang bisa diselesaikan di kuartal I/2024 sehingga dapat mendukung destinasi wisata Tanjung Lesung,” tutur Basuki.


Terkini

otosport
Sprint Race MotoGP Thailand 2026

Hasil Sprint Race MotoGP Thailand 2026: Kemenangan Perdana Acosta

Pedro Acosta meraih kemenangan dramatis atas Marc Marquez dalam ajang sprint race MotoGP Thailand 2026

news
Mitsubishi Colt L300

Mitsubishi Buka Diri Masuk Kopdes Merah Putih Lewat L300

Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih

mobil
Hino

Presiden Direktur Hino Indonesia Diganti, Bawa Strategi Baru

Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal

otosport
Yamaha

Yamaha Racing Indonesia Kenalkan Skuad Balap Baru, Ada Aldi Satya

Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini

mobil
Toyota Vios Hybrid

Pasar Sedan Kecil, Ini Alasan Toyota Luncurkan Vios Hybrid di RI

Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota

mobil
Geely dan Zeekr

Modal Zeekr Bersaing setelah Gagal di 2025, Siap Dirakit Lokal

Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang

news
Isuzu

Isuzu Kuasai 29 Persen Pangsa Pasar, Pikap Traga Laris Manis

Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang

news
Ganjil genap Puncak

Ganjil Genap Puncak 27 Februari 2026, Awas Diputar Balik

Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama