Ambisi Bos Chery Saingi Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
30 April 2026, 15:00 WIB
Melihat perkembangan yang terjadi, Toyota Astra Motor (TAM) memberikan prediksi terkait tren mobil di 2022
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Mengalami perbaikan dibandingkan tahun lalu, penjualan mobil sepanjang 2022 diprediksi berada di atas 800 ribu unit. Melihat hal ini, industri otomotif tahun depan diyakini mampu mengalami perbaikan.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy menyebut, tren mobil tahun depan. Terkait penjualan, distribusi whosales tahun depan diyakini berada di atas 900 ribu.
“Tahun ini kita tutup di atas 800 ribu, jadi mudah-mudahan target 850 ribu ke atas bisa dicapai. Mudah-mudahan tahun depan kondisi pandemi stabil dan market di atas 900 ribuan unit dan pastinya toyota sendiri ingin mencapai posisi nomor satu,” ujarnya.
Dengan pencapaian tersebut, pabrikan mobil asal Jepang ini diyakini mampu mencapai market share hingga 33 persen. Selain itu, Toyota menyebut, mobil dengan kapasitas 7 penumpang masih menjadi andalan.
“Modelnya masih banyak berkutat di segmen 7 seater, baik itu MPV maupun SUV. tapi rasanya kita mengharapkan banyak tren produk ramah lingkungan. Ditunggu saja produk kita bervariasi termasuk produk ramah lingkungan,” tuturnya.
Saat disinggung mobil listrik yang akan masuk ke Indonesia, Toyota menyebut pihaknya memiliki jajaran produk masa depan.
“Beberapa hari lalu TMC baru saja menyampaikan future line up BEV Toyota dan ini mengcover global dan Indonesia sendiri kita mengconsider total market mobil listrik ini menggunakan multipath-way, jadi di luar model mesin biasa yang tentu saja kita arahkan ke mobil yang lebih efisien tapi mobil listrik seperti hybrid, PHEV, BEV kita juga akan selalu consider baik Toyota maupun Lexus,” ujarnya.
Selain itu, Toyota juga menegaskan bila pihaknya akan mamelakukan produksi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia tahun depan. Meski demikian, Anton enggan menyebutkan secara rinci model apa yang akan menjadi andalan.
Pabrikan menegaskan, pihaknya masih menunggu lebih detail arahan pemerintah terkait hal ini.
“Kita juga akan masuk ke lokal production tahun 2022 jadi ditunggu tanggal mainnya, trennya kita ikutin global dan sesuai arahan pemerintah. Kita juga mau dapat feedback dari masyarakat atau market produk apa yang cocok untuk market Indonesia,” tuturnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
Terkini
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan jalanan Ibu Kota, simak 62 titiknya
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
30 April 2026, 06:00 WIB
Menjelang Hari Buruh, SIM keliling Jakarta masih bisa melayani perpanjangan masa berlaku SIM di lima lokasi
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga