Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Senator Sherrod Brown ajukan wacana larangan impor mobil listrik China, dianggap mengancam industri otomotif AS
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kehadiran mobil listrik China di pasar global jadi salah satu berita baik buat konsumen yang mengincar EV (Electric Vehicle) murah. Namun ternyata merupakan ancaman baru termasuk untuk industri otomotif Amerika Serikat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Perbankan Senat AS, Sherrod Brown menyusul komentar Biden bahwa kebijakan China bisa membanjiri pasar otomotif AS dan berpotensi timbulkan bahaya terhadap keamanan nasional.
“Mobil listrik China adalah ancaman eksistensi buat industri otomotif Amerika,” tulis Brown dalam sebuah surat ke Presiden AS seperti dilansir laman resmi US Senator, Senin (15/4).
Bahkan sebelumnya pada Februari, White House sudah mulai membuka investigasi terkait apakah mobil buatan China dapat membahayakan keamanan ekonomi dan nasional negara.
Dalam kesempatan itu ia juga mengklaim pihaknya melihat bagaimana China secara ilegal memberi subsidi pada perusahaan-perusahaannya, mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaannya.
“Amerika harus melarang mobil listrik China sekarang dan menghentikan masifnya mobil subsidi pemerintah China yang dapat mengancam lapangan pekerjaan otomotif Ohio serta keamanan negara,” tegas Brown.
Tidak hanya itu, menurut dia penetrasi industri otomotif China bisa mengurangi kemungkinan United Automobile Workers (serikat buruh) menaikkan gaji dan benefit bagi para pekerja.
Teknologi mumpuni pada mobil listrik China juga dapat membuat pemerintah Tiongkok dapat mengakses banyak data personal lewat kendaraan yang dipasarkan.
Brown menulis masa depan manufaktur Amerika erat kaitannya dengan industri otomotif domestik. Penjualan mobil listrik China secara masif akan mengganggu manufaktur dalam negeri.
Ia kemudian menyinggung salah satu EV murah yakni BYD Seagull yang dibanderol 10.000 USD atau setara Rp 160,9 jutaan.
Padahal produsen Tiongkok di AS sudah dikenakan biaya impor tinggi sebanyak 2,5 persen dan tambahan tarif 25 persen.
Oleh karena itu ia menekan Presiden mengambil langkah tegas dan agresif untuk melarang secara permanen perusahaan mobil listrik China ataupun turunannya di AS.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 21:00 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta