Diminati, BAIC T1 Akan Diproduksi di Purwakarta Akhir Tahun
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Senator Sherrod Brown ajukan wacana larangan impor mobil listrik China, dianggap mengancam industri otomotif AS
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kehadiran mobil listrik China di pasar global jadi salah satu berita baik buat konsumen yang mengincar EV (Electric Vehicle) murah. Namun ternyata merupakan ancaman baru termasuk untuk industri otomotif Amerika Serikat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Perbankan Senat AS, Sherrod Brown menyusul komentar Biden bahwa kebijakan China bisa membanjiri pasar otomotif AS dan berpotensi timbulkan bahaya terhadap keamanan nasional.
“Mobil listrik China adalah ancaman eksistensi buat industri otomotif Amerika,” tulis Brown dalam sebuah surat ke Presiden AS seperti dilansir laman resmi US Senator, Senin (15/4).
Bahkan sebelumnya pada Februari, White House sudah mulai membuka investigasi terkait apakah mobil buatan China dapat membahayakan keamanan ekonomi dan nasional negara.
Dalam kesempatan itu ia juga mengklaim pihaknya melihat bagaimana China secara ilegal memberi subsidi pada perusahaan-perusahaannya, mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaannya.
“Amerika harus melarang mobil listrik China sekarang dan menghentikan masifnya mobil subsidi pemerintah China yang dapat mengancam lapangan pekerjaan otomotif Ohio serta keamanan negara,” tegas Brown.
Tidak hanya itu, menurut dia penetrasi industri otomotif China bisa mengurangi kemungkinan United Automobile Workers (serikat buruh) menaikkan gaji dan benefit bagi para pekerja.
Teknologi mumpuni pada mobil listrik China juga dapat membuat pemerintah Tiongkok dapat mengakses banyak data personal lewat kendaraan yang dipasarkan.
Brown menulis masa depan manufaktur Amerika erat kaitannya dengan industri otomotif domestik. Penjualan mobil listrik China secara masif akan mengganggu manufaktur dalam negeri.
Ia kemudian menyinggung salah satu EV murah yakni BYD Seagull yang dibanderol 10.000 USD atau setara Rp 160,9 jutaan.
Padahal produsen Tiongkok di AS sudah dikenakan biaya impor tinggi sebanyak 2,5 persen dan tambahan tarif 25 persen.
Oleh karena itu ia menekan Presiden mengambil langkah tegas dan agresif untuk melarang secara permanen perusahaan mobil listrik China ataupun turunannya di AS.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
18 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
IEE Series 2026 diharapkan menjadi wadah diskusi dan pertemuan pihak industri, usung tema keberlanjutan
20 Agustus 2026, 10:28 WIB
Merawat motor Honda di bengkel resmi bisa menjadi salah satu pilihan terbaik bagi pengguna kendaraan roda dua
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini, bisa mendatangi SIM keliling Bandung di dua lokasi
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk memberikan efek jera, besaran denda jika melanggar Ganjil Genap Jakarta ditetapkan sebesar Rp 500 ribu
20 Agustus 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, simak daftar lokasinya
19 Agustus 2026, 21:00 WIB
IMHAX 2026 digelar 3 - 6 September 2026 menghadirkan deretan apparel mulai dari brand lokal hingga impor
19 Agustus 2026, 20:13 WIB
Diler baru Omoda & Jaecoo memiliki fasilitas untuk melayani konsumen di wilayah Tangerang dan sekitarnya
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
OLXmobbi mengklaim bahwa selama pameran GIIAS 2026, penjualan mobil bekas meningkat dibandingkan tahun lalu