BYD Mulai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Vietnam
29 Januari 2026, 20:00 WIB
Senator Sherrod Brown ajukan wacana larangan impor mobil listrik China, dianggap mengancam industri otomotif AS
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kehadiran mobil listrik China di pasar global jadi salah satu berita baik buat konsumen yang mengincar EV (Electric Vehicle) murah. Namun ternyata merupakan ancaman baru termasuk untuk industri otomotif Amerika Serikat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Perbankan Senat AS, Sherrod Brown menyusul komentar Biden bahwa kebijakan China bisa membanjiri pasar otomotif AS dan berpotensi timbulkan bahaya terhadap keamanan nasional.
“Mobil listrik China adalah ancaman eksistensi buat industri otomotif Amerika,” tulis Brown dalam sebuah surat ke Presiden AS seperti dilansir laman resmi US Senator, Senin (15/4).
Bahkan sebelumnya pada Februari, White House sudah mulai membuka investigasi terkait apakah mobil buatan China dapat membahayakan keamanan ekonomi dan nasional negara.
Dalam kesempatan itu ia juga mengklaim pihaknya melihat bagaimana China secara ilegal memberi subsidi pada perusahaan-perusahaannya, mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaannya.
“Amerika harus melarang mobil listrik China sekarang dan menghentikan masifnya mobil subsidi pemerintah China yang dapat mengancam lapangan pekerjaan otomotif Ohio serta keamanan negara,” tegas Brown.
Tidak hanya itu, menurut dia penetrasi industri otomotif China bisa mengurangi kemungkinan United Automobile Workers (serikat buruh) menaikkan gaji dan benefit bagi para pekerja.
Teknologi mumpuni pada mobil listrik China juga dapat membuat pemerintah Tiongkok dapat mengakses banyak data personal lewat kendaraan yang dipasarkan.
Brown menulis masa depan manufaktur Amerika erat kaitannya dengan industri otomotif domestik. Penjualan mobil listrik China secara masif akan mengganggu manufaktur dalam negeri.
Ia kemudian menyinggung salah satu EV murah yakni BYD Seagull yang dibanderol 10.000 USD atau setara Rp 160,9 jutaan.
Padahal produsen Tiongkok di AS sudah dikenakan biaya impor tinggi sebanyak 2,5 persen dan tambahan tarif 25 persen.
Oleh karena itu ia menekan Presiden mengambil langkah tegas dan agresif untuk melarang secara permanen perusahaan mobil listrik China ataupun turunannya di AS.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Januari 2026, 20:00 WIB
29 Januari 2026, 13:00 WIB
29 Januari 2026, 09:00 WIB
28 Januari 2026, 15:00 WIB
27 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
29 Januari 2026, 20:00 WIB
Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial
29 Januari 2026, 19:08 WIB
Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi
29 Januari 2026, 16:00 WIB
Pedro Acosta akan mewaspadai aksi Marc Marquez demi meraih hasil terbaik dalam setiap seri MotoGP 2026
29 Januari 2026, 15:00 WIB
Tren modifikasi stiker mobil tampaknya kembali ke arah retro atau lawas, cocok dipakai di banyak model anyar
29 Januari 2026, 14:00 WIB
Charged Maleo S jadi salah satu motor listrik anyar di 2026, ada pengembangan dari versi terdahulunya
29 Januari 2026, 13:00 WIB
Kanada menurunkan tarif masuk mobil listrik Cina, dari semula 100 persen menjadi hanya 6,1 persen saja
29 Januari 2026, 12:00 WIB
Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan
29 Januari 2026, 11:00 WIB
Pembuatan SIM Internasional pada Januari 2026 terbilang cukup mudah asalnya persyaratannya telah terpenuhi