Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Beri banyak manfaat termasuk di sektor transportasi, ESDM sebut hidrogen jadi satu pendorong transisi energi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Komitmen pemerintah menuju masa depan bersih dan NZE (Net Zero Emission) bisa dicapai lewat sejumlah cara. Tidak terbatas pada mobil listrik saja namun penggunaan bahan bakar alternatif dan sejenisnya.
Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menegaskan ada rencana soal pengembangan mobil hidrogen dan potensinya di Indonesia.
“Roadmap-nya sudah ada. Permenperin (Peraturan Menteri Perindustrian) Nomor 29 Tahun 2023, regulasinya ada,” kata Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI di Senayan, beberapa waktu lalu.
Hal itu juga didukung pemangku kepentingan lain seperti PT PLN (Persero). Pada Februari 2024 mereka meresmikan Pilot Project Hydrogen Refueling Station dan Green Hydrogen PLTP Kamojang.
Memang unit mobil hidrogen saat ini tidak dijual ke konsumen secara massal. Di RI baru ada Toyota Mirai, dibawa sebatas buat studi dan belum ada rencana untuk diperkenalkan.
Meski begitu Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya) kembali menekankan bahwa tetap ada rencana mengarah ke pemakaian hidrogen termasuk di sektor transportasi.
“Kita sudah punya peta jalan, dikembangkan Kementerian ESDM bersama stakeholder terkait,” ucap Muhamad Alhaqurahman Isa, Coordinator of Business Services & Supervision Ditjen EBTKE Kementerian ESDM dalam acara diskusi IEE Series 2024, JIExpo Kemayoran, Rabu (28/8).
Menurut dia hidrogen menjadi cara komprehensif dalam upaya transisi menuju masa depan bersih dan berkelanjutan. Keunggulannya adalan nol emisi dan diproduksi dari sumber energi terbarukan.
“Yang dikembangkan di Indonesia di tahap awal adalah hidrogen rendah karbon. Nanti bertahap menuju Green Hydrogen, menyesuaikan kemampuan teknologi dalam negeri,” lanjut dia.
Guna mendukung hal tersebut Komite Teknis Teknologi Hidrogen juga telah dibentuk. Beberapa fokus utamanya yakni pengembangan standar di bidang teknologi hidrogen Fuel Cell, peralatan produksi, penyimpanan sampai pemanfaatannya.
Secara keseluruhan ia memaparkan bahwa empat sektor yang menjadi target utama transisi energi adalah industri, transportasi, ketenagalistrikan dan komoditas.
“Indonesia sedang berusaha akselerasi EV (Electric Vehicle) di sektor transportasi. Isu terbesar di Indonesia itu bagaimana mengembangkan ekosistemnya secara masif,” kata Harris, Head of Survey & Testing Center Ditjen EBTKE Kementerian ESDM di sela IEE Series 2024.
Perkenalan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) atau mobil dengan bahan bakar hidrogen perlu dilakukan karena menjadi salah satu target dalam mencapai nol emisi di 2060.
Sebagai informasi hingga saat ini belum ada mobil hidrogen dijual secara massal di Indonesia. Manufaktur masih berfokus memperkenalkan mobil listrik dan hybrid sebagai upaya transisi energi dari kendaraan konvensional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan