Changan Raup 1.120 SPK di GIIAS 2026, Nevo Q05 Populer
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
UD Trucks mengajak pemangku kepentingan dalam meningkatkan standar keselamatan pengangkutan barang berbahaya
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – UD Trucks Indonesia menekankan pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan dalam meningkatkan standar keselamatan pengangkutan barang berbahaya (dangerous goods).
Komitmen ini diwujudkan lewat seminar bertajuk “Sinergi Energi Berkelanjutan dan Teknologi Keselamatan Transportasi untuk Operasi Kendaraan Angkutan Barang Berbahaya” di ajang GIIAS 2026, Selasa (4/8).
Langkah tersebut diambil seiring pesatnya pertumbuhan sektor logistik nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh hampir 9 persen pada 2025.
Tingginya pertumbuhan logistik memicu peningkatan mobilitas distribusi bahan bakar, LPG, hingga bahan kimia.
Kondisi ini menuntut penerapan standar keselamatan menyeluruh, mulai dari kelaikan kendaraan, spesifikasi bodi karoseri, hingga kompetensi pengemudi di lapangan.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat penyaluran Bahan Bakar Nabati jenis Biodiesel B50 telah berjalan secara nasional sejak 1 Juli 2026.
"Sebagai Subholding Downstream Pertamina, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi ke jaringan SPBU dan konsumen industri di seluruh Indonesia berjalan lancar melalui kesiapan infrastruktur dan rantai pasok yang terintegrasi," ucap Sigit Setiawan, VP Commercial & Shipping Business Development PT Pertamina Patra Niaga.
Sigit menambahkan bahwa implementasi B50 membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sinergi antara pemerintah, industri otomotif, penyedia teknologi dan pelaku logistik menjadi kunci agar distribusi energi berjalan aman dan berkelanjutan.
Selain armada pengangkut, kelaikan teknis bodi karoseri turut memegang peranan vital.
Untuk menekan risiko di jalan, UD Trucks Indonesia bersama Pertamina Patra Niaga juga melakukan inspeksi terhadap karoseri yang digunakan mitra operasional guna memastikan kepatuhan terhadap standar teknis.
Dari sisi teknologi kendaraan, lini armada penunjang seperti UD Quester kini telah dilengkapi fitur Anti-lock Braking System (ABS), kontrol stabilitas, desain kabin ergonomis, serta mesin berstandar emisi Euro 5 yang kompatibel dengan bahan bakar B50.
Pemantauan operasional harian juga didukung sistem telematika real-time via platform My UD Fleet.
"Pengembangan kendaraan angkutan barang berbahaya tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada bagaimana setiap fitur keselamatan mampu menjawab kebutuhan operasional pelanggan dan memenuhi standar yang berlaku," kata Catur Satyawira, Product Management Representative UD Trucks Indonesia.
UD Trucks Indonesia, menegaskan bahwa keselamatan di sektor transportasi barang berisiko tinggi merupakan hasil perpaduan antara inovasi teknologi, ketepatan rancang bangun karoseri, serta kolaborasi aktif seluruh rantai pasok logistik nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude