Jetour T2 i-DM Jadi Salah Satu SUV Idaman Pengunjung GIIAS 2026
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
UD Trucks mengajak pemangku kepentingan dalam meningkatkan standar keselamatan pengangkutan barang berbahaya
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – UD Trucks Indonesia menekankan pentingnya sinergi antar-pemangku kepentingan dalam meningkatkan standar keselamatan pengangkutan barang berbahaya (dangerous goods).
Komitmen ini diwujudkan lewat seminar bertajuk “Sinergi Energi Berkelanjutan dan Teknologi Keselamatan Transportasi untuk Operasi Kendaraan Angkutan Barang Berbahaya” di ajang GIIAS 2026, Selasa (4/8).
Langkah tersebut diambil seiring pesatnya pertumbuhan sektor logistik nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh hampir 9 persen pada 2025.
Tingginya pertumbuhan logistik memicu peningkatan mobilitas distribusi bahan bakar, LPG, hingga bahan kimia.
Kondisi ini menuntut penerapan standar keselamatan menyeluruh, mulai dari kelaikan kendaraan, spesifikasi bodi karoseri, hingga kompetensi pengemudi di lapangan.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat penyaluran Bahan Bakar Nabati jenis Biodiesel B50 telah berjalan secara nasional sejak 1 Juli 2026.
"Sebagai Subholding Downstream Pertamina, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi ke jaringan SPBU dan konsumen industri di seluruh Indonesia berjalan lancar melalui kesiapan infrastruktur dan rantai pasok yang terintegrasi," ucap Sigit Setiawan, VP Commercial & Shipping Business Development PT Pertamina Patra Niaga.
Sigit menambahkan bahwa implementasi B50 membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sinergi antara pemerintah, industri otomotif, penyedia teknologi dan pelaku logistik menjadi kunci agar distribusi energi berjalan aman dan berkelanjutan.
Selain armada pengangkut, kelaikan teknis bodi karoseri turut memegang peranan vital.
Untuk menekan risiko di jalan, UD Trucks Indonesia bersama Pertamina Patra Niaga juga melakukan inspeksi terhadap karoseri yang digunakan mitra operasional guna memastikan kepatuhan terhadap standar teknis.
Dari sisi teknologi kendaraan, lini armada penunjang seperti UD Quester kini telah dilengkapi fitur Anti-lock Braking System (ABS), kontrol stabilitas, desain kabin ergonomis, serta mesin berstandar emisi Euro 5 yang kompatibel dengan bahan bakar B50.
Pemantauan operasional harian juga didukung sistem telematika real-time via platform My UD Fleet.
"Pengembangan kendaraan angkutan barang berbahaya tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada bagaimana setiap fitur keselamatan mampu menjawab kebutuhan operasional pelanggan dan memenuhi standar yang berlaku," kata Catur Satyawira, Product Management Representative UD Trucks Indonesia.
UD Trucks Indonesia, menegaskan bahwa keselamatan di sektor transportasi barang berisiko tinggi merupakan hasil perpaduan antara inovasi teknologi, ketepatan rancang bangun karoseri, serta kolaborasi aktif seluruh rantai pasok logistik nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
11 Agustus 2026, 12:37 WIB
10 Agustus 2026, 19:10 WIB
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mencegah kepadatan terutama pada jam-jam sibuk di Ibu Kota, Aturan Ganjil Genap Jakarta masih andalan