Adu Murah Harga BBM November 2026, Ada Shell dan Pertamina
01 November 2026, 17:37 WIB
Shell Eco Marathon digelar di Indonesia untuk kedua kalinya di Mandalika, kali ini lebih banyak peserta
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Shell Eco Marathon kembali digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk kedua kalinya pada 4 Juli – 9 Juli 2023. Ajang ini menjadi satu wadah untuk menghubungkan pelajar dan mahasiswa secara global menghadirkan kendaraan hemat energi.
Mengingat sekarang elektrifikasi jadi satu isu jadi perhatian untuk mengurangi polusi, inovasi kendaraan hemat energi diharapkan bisa menjawab tantangan dalam mewujudkan masa depan lebih ramah lingkungan.
Dibandingkan tahun lalu saat ini jumlah pesertanya lebih banyak yakni 80 tim pelajar dari 14 negara di Asia. Beberapa di antaranya adalah Tiongkok, Korea Selatan, India, Kazakhstan, Arab Saudi, Qatar dan negara-negara Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina.
Susi Hutapea, Vice President Corporate Relations Shell Indonesia menjelaskan bahwa dalam mewujudkan energi bersih, kerja sama perlu dilakukan tidak hanya dengan industri dan pemerintah saja namun juga generasi muda yang menghasilkan temuan-temuan baru.
“Tahun ini kami adakan lagi dan menjadi tuan rumah bagi tiga hub untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah,” ungkap Susi di press conference Shell Eco Marathon di Epicentrum Kuningan, Jakarta, Kamis (15/6).
Selain bertambahnya jumlah peserta di gelaran 2030 tidak hanya mahasiswa, Susi menjelaskan bahwa ada peserta dari SMK Mataram.
Sementara untuk sistem perlombaan masih sama yaitu di dua kelas, Prototype dan Urban Concept.
Bicara soal kans menangnya tim dari Tanah Air ia mengatakan tidak bisa spekulasi. Namun berdasarkan gelaran sebelumnya mahasiswa dari Indonesia memiliki track record baik dan mutu kendaraan terdepan.
“Dari mahasiswa sendiri yang ditakuti tim dari Vietnam. Mereka juga punya tim incaran tapi bicara spesifikasi kira-kira Indonesia bagaimana, belum bisa komentar,” ucap Susi.
Yusuf Aji Widiyanto, Manager Team Batavia Gasoline Team 2 berharap timnya dapat mengulang kembali prestasi yang telah diraih tahun lalu. Menurutnya ajang tersebut membuatnya mendapat lebih banyak pelajaran khususnya dari tim luar negeri.
“Teman-teman dari luar kita lihat teknologi dan pengalaman, cara mereka membentuk tim. Itu kita ambil (pelajarannya),” ucap dia.
Yusuf menjelaskan timnya berfokus pada riset untuk menurunkan bobot kendaraan serta sistem kontrol motor listrik dapat lebih efisien serta mudah dikendalikan oleh driver.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 November 2026, 17:37 WIB
13 Oktober 2026, 15:40 WIB
12 Oktober 2026, 22:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
30 September 2026, 22:20 WIB
Terkini
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia