Ribuan Suzuki Burgman Direcall Akibat Potensi Kerusakan Rem
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah dan sentuh Rp 16.170, ini resep Suzuki tahan harga mobil
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah melemah dan sempat menyentuh angka Rp 16.228 per dolar AS pada Rabu (17/4). Hari ini mengalami penurunan menjadi Rp 16.178 per dolar AS.
Menjadi rekor tertinggi dalam satu tahun terakhir, tentu ini dapat memberi dampak bagi perekonomian Indonesia seperti barang impor lebih mahal.
Tidak hanya itu banderol mobil juga dapat mengalami perubahan baik impor maupun unit CKD (Completely Knocked Down). Terutama jika komponen mobil tersebut masih berstatus impor.
Sementara buat mobil dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) atau kandungan lokal lebih tinggi dapat dibilang tidak terlalu terpengaruh melemahnya nilai tukar rupiah ini.
Salah satu produsen otomotif Suzuki masih tahan harga mobil di tengah pelemahan rupiah. Seperti disampaikan oleh Harold Donnel, 4W Marketing Director PT SIS (Suzuki Indomobil Sales).
Meski begitu ia tidak bisa berbagi lebih rinci strategi dasar Suzuki selama nilai tukar rupiah melemah saat ini.
“Di Suzuki kami memiliki teknik perhitungan COGS (Cost of Goods Sold) yang bisa tidak terlalu dinamis terhadap nilai tukar rupiah,” ucap Harold saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (18/4).
Perubahan harga mobil sendiri bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti biaya bahan baku, produksi sampai distribusi yang terus berubah. Penambahan fitur juga dapat mengubah banderol mobil.
“Jadi harga mobil Suzuki dipasarkan di Indonesia tidak secepat itu bereaksi atas dinamisme perubahan nilai tukar rupiah,” jelas Harold.
Ia berharap tidak akan ada kenaikan harga mobil Suzuki dalam waktu dekat sehingga dapat tetap memenuhi kebutuhan konsumen dengan banderol sesuai. Walaupun sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan angka bisa tetap stabil.
“Nah ini kita tidak bisa info lebih dalam. Soalnya masuk hitungan dapur,” tegas dia.
Dilansir dari Katadata, Bambang S. Brodjonegoro, Mantan Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah berdampak pada ekonomi Indonesia termasuk APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Ia menjelaskan keputusan Bank Sentral AS, Federal Reserves pertahankan suku bunga membuat dolar AS menguat. Tidak hanya pada rupiah namun mata uang lain.
“Kalau Indonesia yang diwaspadai yakni kemungkinan defisit neraca transaksi berjalan agak melebar,” ujar Bambang dalam Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter belum lama ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 07:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
13 Maret 2026, 13:30 WIB
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026