Ketua Umum Suzuki Karimun Club Indonesia Dikukuhkan di IIMS 2026
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah dan sentuh Rp 16.170, ini resep Suzuki tahan harga mobil
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah melemah dan sempat menyentuh angka Rp 16.228 per dolar AS pada Rabu (17/4). Hari ini mengalami penurunan menjadi Rp 16.178 per dolar AS.
Menjadi rekor tertinggi dalam satu tahun terakhir, tentu ini dapat memberi dampak bagi perekonomian Indonesia seperti barang impor lebih mahal.
Tidak hanya itu banderol mobil juga dapat mengalami perubahan baik impor maupun unit CKD (Completely Knocked Down). Terutama jika komponen mobil tersebut masih berstatus impor.
Sementara buat mobil dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) atau kandungan lokal lebih tinggi dapat dibilang tidak terlalu terpengaruh melemahnya nilai tukar rupiah ini.
Salah satu produsen otomotif Suzuki masih tahan harga mobil di tengah pelemahan rupiah. Seperti disampaikan oleh Harold Donnel, 4W Marketing Director PT SIS (Suzuki Indomobil Sales).
Meski begitu ia tidak bisa berbagi lebih rinci strategi dasar Suzuki selama nilai tukar rupiah melemah saat ini.
“Di Suzuki kami memiliki teknik perhitungan COGS (Cost of Goods Sold) yang bisa tidak terlalu dinamis terhadap nilai tukar rupiah,” ucap Harold saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (18/4).
Perubahan harga mobil sendiri bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti biaya bahan baku, produksi sampai distribusi yang terus berubah. Penambahan fitur juga dapat mengubah banderol mobil.
“Jadi harga mobil Suzuki dipasarkan di Indonesia tidak secepat itu bereaksi atas dinamisme perubahan nilai tukar rupiah,” jelas Harold.
Ia berharap tidak akan ada kenaikan harga mobil Suzuki dalam waktu dekat sehingga dapat tetap memenuhi kebutuhan konsumen dengan banderol sesuai. Walaupun sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan angka bisa tetap stabil.
“Nah ini kita tidak bisa info lebih dalam. Soalnya masuk hitungan dapur,” tegas dia.
Dilansir dari Katadata, Bambang S. Brodjonegoro, Mantan Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah berdampak pada ekonomi Indonesia termasuk APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Ia menjelaskan keputusan Bank Sentral AS, Federal Reserves pertahankan suku bunga membuat dolar AS menguat. Tidak hanya pada rupiah namun mata uang lain.
“Kalau Indonesia yang diwaspadai yakni kemungkinan defisit neraca transaksi berjalan agak melebar,” ujar Bambang dalam Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter belum lama ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 17:00 WIB
14 Februari 2026, 13:03 WIB
12 Februari 2026, 09:00 WIB
11 Februari 2026, 17:00 WIB
11 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya
16 Februari 2026, 06:08 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara
16 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung