Harga Motor Matic Murah September 2026, Nex dan Address Naik
17 September 2026, 22:00 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah dan sentuh Rp 16.170, ini resep Suzuki tahan harga mobil
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah melemah dan sempat menyentuh angka Rp 16.228 per dolar AS pada Rabu (17/4). Hari ini mengalami penurunan menjadi Rp 16.178 per dolar AS.
Menjadi rekor tertinggi dalam satu tahun terakhir, tentu ini dapat memberi dampak bagi perekonomian Indonesia seperti barang impor lebih mahal.
Tidak hanya itu banderol mobil juga dapat mengalami perubahan baik impor maupun unit CKD (Completely Knocked Down). Terutama jika komponen mobil tersebut masih berstatus impor.
Sementara buat mobil dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) atau kandungan lokal lebih tinggi dapat dibilang tidak terlalu terpengaruh melemahnya nilai tukar rupiah ini.
Salah satu produsen otomotif Suzuki masih tahan harga mobil di tengah pelemahan rupiah. Seperti disampaikan oleh Harold Donnel, 4W Marketing Director PT SIS (Suzuki Indomobil Sales).
Meski begitu ia tidak bisa berbagi lebih rinci strategi dasar Suzuki selama nilai tukar rupiah melemah saat ini.
“Di Suzuki kami memiliki teknik perhitungan COGS (Cost of Goods Sold) yang bisa tidak terlalu dinamis terhadap nilai tukar rupiah,” ucap Harold saat dihubungi KatadataOTO, Kamis (18/4).
Perubahan harga mobil sendiri bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti biaya bahan baku, produksi sampai distribusi yang terus berubah. Penambahan fitur juga dapat mengubah banderol mobil.
“Jadi harga mobil Suzuki dipasarkan di Indonesia tidak secepat itu bereaksi atas dinamisme perubahan nilai tukar rupiah,” jelas Harold.
Ia berharap tidak akan ada kenaikan harga mobil Suzuki dalam waktu dekat sehingga dapat tetap memenuhi kebutuhan konsumen dengan banderol sesuai. Walaupun sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan angka bisa tetap stabil.
“Nah ini kita tidak bisa info lebih dalam. Soalnya masuk hitungan dapur,” tegas dia.
Dilansir dari Katadata, Bambang S. Brodjonegoro, Mantan Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah berdampak pada ekonomi Indonesia termasuk APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Ia menjelaskan keputusan Bank Sentral AS, Federal Reserves pertahankan suku bunga membuat dolar AS menguat. Tidak hanya pada rupiah namun mata uang lain.
“Kalau Indonesia yang diwaspadai yakni kemungkinan defisit neraca transaksi berjalan agak melebar,” ujar Bambang dalam Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter belum lama ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 September 2026, 22:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Terkini
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online