Lepas Langsung Tancap Gas Menuju Delivery di Auto China 2026
30 April 2026, 13:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja perdana ke China, diperkirakan insentif EV berlanjut
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Presiden Prabowo Subianto akan melakukan lawatan perdananya ke China pada 8 – 10 November 2024. Diketahui bahwa kunjungan tersebut berdasarkan undangan dari Presiden China yakni Xi Jinping.
Tentu tidak hanya pertemuan sesama Presiden, namun Prabowo akan disambut oleh sejumlah pimpinan RRT lain. Jajaran Menteri dari Tanah Air juga dipastikan ikut serta dalam kunjungan kerja ini.
Dalam perjumpaan dua kepala negara secara umum akan membahas berbagai strategi. Termasuk kerja sama yang akan saling menguntungkan kedua belah pihak.
“Kita harus berunding dan menggali potensi yang ada dan menyelesaikan masalah yang krusial juga strategis,” ucap Prabowo dalam rapat paripurna (06/11).
Salah satu yang menjadi perhatian dalam kunjungan Prabowo ke China adalah kelanjutan subsidi mobil dan motor listrik. Karena hingga sekarang masih belum ada kejelasan insentif EV dari pemerintah terdahulu akan diteruskan.
“Sedang kami bahas insentif untuk sektor otomotif baik itu listrik, hybrid maupun ICE. Khusus buat ICE itu termasuk LCGC dan banyak lainnya,” kata Agus Gumiwang, Menperin kepada awak media beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dikatakan bahwa industri otomotif di Tanah Air tidak sedang baik-baik saja. Sehingga dibutuhkan dukungan dari pemerintah.
Sementara dari pihak China masih terus percaya diri akan potensi kendaraan listrik di Indonesia. Beragam investasi baru masuk baik dalam hal manufaktur.
Terbaru adalah investasi yang dilakukan UABS (Unified Automotive Battery System) Indonesia. Mereka mendirikan pusat perakitan baterai mobil listrik.
Nantinya mereka akan memasok baterai EV untuk produk-produk MG Motor Indonesia. Bertempat di SAIC International Industrial Park, Cikarang, UABS Indonesia menanam modal awal sebesar Rp 99 miliaran.
Dikatakan bahwa nilai investasi mereka akan terus meningkat seiring permintaan. Dengan kata lain semakin laris produk EV MG di Tanah Air, maka produksi baterai semakin masif.
Mereka juga percaya diri dengan pemerintahan baru di bawah pimpinan Prabowo, perkembangan kendaraan setrum di Indonesia akan semakin cerah.
“Tampaknya Presiden Prabowo memiliki hubungan yang baik dengan Tiongkok. Saya yakin beliau dapat mendorong perkembangan energi hijau dan baterai EV di Indonesia,” kata Guo Junhua, Managing Director UABS Co. LTD di sela-sela peluncuran pabrik perakitan baterai mobil listrik di Cikarang (05/11).
Di Indonesia sendiri brand yang cukup masif menawarkan mobil listrik adalah BYD. Pabrikan asal China tersebut tengah bersiap untuk menanamkan investasi besarnya di Tanah Air.
Tentu hal ini dilakukan salah satunya karena adanya insentif EV dari pemerintahan Prabowo Subianto.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 April 2026, 13:35 WIB
29 April 2026, 12:12 WIB
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
01 Mei 2026, 16:20 WIB
Para buruh di Indonesia mendapatkan kado pada Mayday 2026, sebab harga BBM di seluruh SPBU tidak naik
01 Mei 2026, 16:17 WIB
Concept97 bakal diluncurkan sebagai Freelander 8, bakal tersedia dalam opsi EV maupun hybrid model PHEV
01 Mei 2026, 06:00 WIB
Kepolisian di Kota Kembang tetap menghadirkan SIM keliling Bandung di dua tempat berbeda pada Jumat (01/05)
30 April 2026, 19:00 WIB
Pameran modifikasi The Elite Showcase 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang pada 9-10 Mei mendatang
30 April 2026, 17:00 WIB
Chery OMODA C5 hadir dengan menawarkan kenyamanan lebih dan diharapkan bisa menggantikan E5 di masa mendatang
30 April 2026, 15:00 WIB
Demi menguasai pasar otomotif di seluruh dunia, pendiri Chery mengaku telah menyiapkan strategi 'double T'
30 April 2026, 13:35 WIB
Lepas memperkenalkan sejumlah produk andalan di Auto China 2026, salah satunya adalah mobil listrik L4
30 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung melayani para pemilik motor dan mobil yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini