Chery J6 Dilirik Konsumen Fleet, Bisa Dijadikan Taksi Online
03 April 2025, 12:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja perdana ke China, diperkirakan insentif EV berlanjut
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Presiden Prabowo Subianto akan melakukan lawatan perdananya ke China pada 8 – 10 November 2024. Diketahui bahwa kunjungan tersebut berdasarkan undangan dari Presiden China yakni Xi Jinping.
Tentu tidak hanya pertemuan sesama Presiden, namun Prabowo akan disambut oleh sejumlah pimpinan RRT lain. Jajaran Menteri dari Tanah Air juga dipastikan ikut serta dalam kunjungan kerja ini.
Dalam perjumpaan dua kepala negara secara umum akan membahas berbagai strategi. Termasuk kerja sama yang akan saling menguntungkan kedua belah pihak.
“Kita harus berunding dan menggali potensi yang ada dan menyelesaikan masalah yang krusial juga strategis,” ucap Prabowo dalam rapat paripurna (06/11).
Salah satu yang menjadi perhatian dalam kunjungan Prabowo ke China adalah kelanjutan subsidi mobil dan motor listrik. Karena hingga sekarang masih belum ada kejelasan insentif EV dari pemerintah terdahulu akan diteruskan.
“Sedang kami bahas insentif untuk sektor otomotif baik itu listrik, hybrid maupun ICE. Khusus buat ICE itu termasuk LCGC dan banyak lainnya,” kata Agus Gumiwang, Menperin kepada awak media beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dikatakan bahwa industri otomotif di Tanah Air tidak sedang baik-baik saja. Sehingga dibutuhkan dukungan dari pemerintah.
Sementara dari pihak China masih terus percaya diri akan potensi kendaraan listrik di Indonesia. Beragam investasi baru masuk baik dalam hal manufaktur.
Terbaru adalah investasi yang dilakukan UABS (Unified Automotive Battery System) Indonesia. Mereka mendirikan pusat perakitan baterai mobil listrik.
Nantinya mereka akan memasok baterai EV untuk produk-produk MG Motor Indonesia. Bertempat di SAIC International Industrial Park, Cikarang, UABS Indonesia menanam modal awal sebesar Rp 99 miliaran.
Dikatakan bahwa nilai investasi mereka akan terus meningkat seiring permintaan. Dengan kata lain semakin laris produk EV MG di Tanah Air, maka produksi baterai semakin masif.
Mereka juga percaya diri dengan pemerintahan baru di bawah pimpinan Prabowo, perkembangan kendaraan setrum di Indonesia akan semakin cerah.
“Tampaknya Presiden Prabowo memiliki hubungan yang baik dengan Tiongkok. Saya yakin beliau dapat mendorong perkembangan energi hijau dan baterai EV di Indonesia,” kata Guo Junhua, Managing Director UABS Co. LTD di sela-sela peluncuran pabrik perakitan baterai mobil listrik di Cikarang (05/11).
Di Indonesia sendiri brand yang cukup masif menawarkan mobil listrik adalah BYD. Pabrikan asal China tersebut tengah bersiap untuk menanamkan investasi besarnya di Tanah Air.
Tentu hal ini dilakukan salah satunya karena adanya insentif EV dari pemerintahan Prabowo Subianto.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik