Honda Super One Diduga Terdaftar di RI, Nilai Jualnya Rp 257 Juta
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja perdana ke China, diperkirakan insentif EV berlanjut
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Presiden Prabowo Subianto akan melakukan lawatan perdananya ke China pada 8 – 10 November 2024. Diketahui bahwa kunjungan tersebut berdasarkan undangan dari Presiden China yakni Xi Jinping.
Tentu tidak hanya pertemuan sesama Presiden, namun Prabowo akan disambut oleh sejumlah pimpinan RRT lain. Jajaran Menteri dari Tanah Air juga dipastikan ikut serta dalam kunjungan kerja ini.
Dalam perjumpaan dua kepala negara secara umum akan membahas berbagai strategi. Termasuk kerja sama yang akan saling menguntungkan kedua belah pihak.
“Kita harus berunding dan menggali potensi yang ada dan menyelesaikan masalah yang krusial juga strategis,” ucap Prabowo dalam rapat paripurna (06/11).
Salah satu yang menjadi perhatian dalam kunjungan Prabowo ke China adalah kelanjutan subsidi mobil dan motor listrik. Karena hingga sekarang masih belum ada kejelasan insentif EV dari pemerintah terdahulu akan diteruskan.
“Sedang kami bahas insentif untuk sektor otomotif baik itu listrik, hybrid maupun ICE. Khusus buat ICE itu termasuk LCGC dan banyak lainnya,” kata Agus Gumiwang, Menperin kepada awak media beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dikatakan bahwa industri otomotif di Tanah Air tidak sedang baik-baik saja. Sehingga dibutuhkan dukungan dari pemerintah.
Sementara dari pihak China masih terus percaya diri akan potensi kendaraan listrik di Indonesia. Beragam investasi baru masuk baik dalam hal manufaktur.
Terbaru adalah investasi yang dilakukan UABS (Unified Automotive Battery System) Indonesia. Mereka mendirikan pusat perakitan baterai mobil listrik.
Nantinya mereka akan memasok baterai EV untuk produk-produk MG Motor Indonesia. Bertempat di SAIC International Industrial Park, Cikarang, UABS Indonesia menanam modal awal sebesar Rp 99 miliaran.
Dikatakan bahwa nilai investasi mereka akan terus meningkat seiring permintaan. Dengan kata lain semakin laris produk EV MG di Tanah Air, maka produksi baterai semakin masif.
Mereka juga percaya diri dengan pemerintahan baru di bawah pimpinan Prabowo, perkembangan kendaraan setrum di Indonesia akan semakin cerah.
“Tampaknya Presiden Prabowo memiliki hubungan yang baik dengan Tiongkok. Saya yakin beliau dapat mendorong perkembangan energi hijau dan baterai EV di Indonesia,” kata Guo Junhua, Managing Director UABS Co. LTD di sela-sela peluncuran pabrik perakitan baterai mobil listrik di Cikarang (05/11).
Di Indonesia sendiri brand yang cukup masif menawarkan mobil listrik adalah BYD. Pabrikan asal China tersebut tengah bersiap untuk menanamkan investasi besarnya di Tanah Air.
Tentu hal ini dilakukan salah satunya karena adanya insentif EV dari pemerintahan Prabowo Subianto.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Maret 2026, 18:00 WIB
03 Maret 2026, 17:00 WIB
03 Maret 2026, 12:34 WIB
02 Maret 2026, 16:06 WIB
01 Maret 2026, 14:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit