First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Meski diklaim punya banyak keunggulan, potensi mobil hidrogen di Indonesia masih kecil karena beberapa alasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pameran PEVS 2023 (Periklindo Electric Vehicle Show) resmi dibuka pada 30 April 2024. Tidak hanya BEV (Battery Electric Vehicle), booth PLN terlihat memajang satu unit kendaraan yang cukup menarik perhatian.
Mobil tersebut adalah Hyundai Nexo, merupakan kendaraan berteknologi hidrogen, menggunakan bahan bakar tanpa emisi atau hydrogen fuel cell.
Pihak pemerintah maupun pemangku kepentingan saat ini sudah mulai melakukan riset dan studi terkait potensi penggunaan mobil hidrogen. Hanya saja belum disosialisasikan secara massal.
Meski diklaim memiliki banyak kelebihan, ada beberapa alasan mengapa mobil hidrogen masih dianggap kurang cocok sebagai alternatif kendaraan konvensional.
Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves mengatakan bahwa energy loss mobil hidrogen lebih besar jika dibandingkan mobil listrik berbasis baterai.
“Jadi mungkin dia cocok untuk yang (kendaraan) berat seperti truk dan bus jarak jauh. Kalau passenger car kita coba tapi sepertinya dengan perkembangan teknologi BEV, sepertinya hari ini baterai lebih unggul,” ucap Rachmat di JIExpo Kemayoran, Selasa (30/4).
Hidrogen lebih optimal apabila digunakan untuk kendaraan besar. Pasalnya pengisian bahan bakar hidrogen terbilang jauh lebih singkat dibandingkan baterai mobil listrik.
Truk atau bus listrik berbasis baterai akan membutuhkan waktu cenderung lebih lama dalam pengisian daya, mengingat tenaga dibutuhkan serta penggunaannya adalah mobilitas jarak jauh.
“Hari ini teknologi yang siap pakai adalah BEV. Tapi kita tidak menutup mata (terhadap hidrogen), visi kita zero emission fuel,” ucap Rachmat menutup perkataannya.
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI sempat mengatakan bahwa pemerintah sudah memiliki rencana sendiri terkait pengembangan mobil hidrogen di Indonesia.
“Roadmap-nya sudah ada. Permenperin (Peraturan Menteri Perindustrian) Nomor 29 Tahun 2023, regulasinya ada,” ucap Agus beberapa waktu lalu.
Hal tersebut juga didukung oleh pemangku kepentingan seperti PT PLN (Persero) dengan meresmikan pilot project Hydrogen Regueling Station dan Green Hydrogen Plant PLTP Kamojang pada Februari 2024.
Dukungan juga diberikan Toyota lewat mobil Mirai, dibawa ke Indonesia sebagai bahan studi serta pengembangan energi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas