Pertamina dan Telkomsel Manjakan Ojol, Beri Kuota Internet Gratis
23 September 2026, 22:39 WIB
Hardiyanto menjelaskan kalau para oknum pengedar oli palsu sering melakukan aksinya di luar Pulau Jawa
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peredaran oli palsu memang cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya banyak pemilik kendaraan yang dirugikan akibat ulah oknum membandel.
Jika dipakai lama, pelumas tersebut bakal merusak mesin. Otomatis masyarakat harus merogoh kocek cukup dalam buat melakukan perbaikan.
Tentu peristiwa di atas sangat menyulitkan pemilik mobil dan motor. Apalagi jika kendaraan tersebut menjadi moda transportasi sehari-hari.
Mirisnya para oknum ini sering mengedarkan oli palsu di luar kota besar. Sehingga banyak masyarakat yang menjadi korban.
“Kebanyakan di daerah-daerah luar Pulau Jawa. Biasanya minim informasi (Mengenai oli palsu),” ucap Hardiyanto Tato, Corporate Secretary Pertamina Lubricants kepada KatadataOTO, Rabu (11/9).
Lebih jauh ia menuturkan kalau para oknum penjual oli palsu cukup lihai dalam memasarkan produk mereka. Sehingga sulit buat ditindak aparat penegak hukum.
“Pemain oli palsu ini jalurnya liar, mereka pintar berusaha agar tidak terlacak. Kita pernah beberapa kali menemukan kasus, saat ditelusuri informasi diterima putus,” ia menambahkan.
Kemudian para korban biasanya membeli pelumas tersebut bukan di toko resmi. Misal di luar bengkel rekanan atau berbelanja secara daring di Marketplace.
Apalagi harga yang ditawarkan terbilang sangat murah. Jauh dari banderol asli dipasarkan oleh Pertamina Lubricants.
Di sisi lain Hardiyanto menjelaskan kalau peredaran oli palsu turut berimbas ke mereka sebagai produsen. Sehingga tidak hanya merugikan masyarakat.
“Karena seharusnya konsumen membeli pelumas resmi kemudian digantikan dengan oli palsu. Produk kami menjadi tidak laku,” tutur Hardiyanto.
Meski begitu ia tidak menjelaskan seberapa jauh kerugian yang dialami oleh perusahaan pelat merah satu ini akibat ulah oknum-oknum membandel.
“Kebetulan kami belum ada datanya, tetapi yang jelas dengan peredaran oli palsu itu bisa mengurangi Market Share,” tegas dia.
Ia pun meminta kepada masyarakat untuk membeli produk-produk Pertamina Lubricants di toko resmi yang telah disediakan.
Seperti di distributor resmi mereka, SPBU Pertamina, Fastron Auto Service sampai ke Enduro Motor Service. Dengan begitu bisa mendapatkan produk berkualitas.
“Kita juga mengimbau bengkel-bengkel membeli pelumas Pertamina melalui distributor resmi. Diharapkan dapat mengurangi kerugian masyarakat akibat penggunaan oli palsu,” Hardiyanto menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya