Hemat BBM, Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas
01 April 2026, 11:00 WIB
Hardiyanto menjelaskan kalau para oknum pengedar oli palsu sering melakukan aksinya di luar Pulau Jawa
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Peredaran oli palsu memang cukup meresahkan masyarakat. Pasalnya banyak pemilik kendaraan yang dirugikan akibat ulah oknum membandel.
Jika dipakai lama, pelumas tersebut bakal merusak mesin. Otomatis masyarakat harus merogoh kocek cukup dalam buat melakukan perbaikan.
Tentu peristiwa di atas sangat menyulitkan pemilik mobil dan motor. Apalagi jika kendaraan tersebut menjadi moda transportasi sehari-hari.
Mirisnya para oknum ini sering mengedarkan oli palsu di luar kota besar. Sehingga banyak masyarakat yang menjadi korban.
“Kebanyakan di daerah-daerah luar Pulau Jawa. Biasanya minim informasi (Mengenai oli palsu),” ucap Hardiyanto Tato, Corporate Secretary Pertamina Lubricants kepada KatadataOTO, Rabu (11/9).
Lebih jauh ia menuturkan kalau para oknum penjual oli palsu cukup lihai dalam memasarkan produk mereka. Sehingga sulit buat ditindak aparat penegak hukum.
“Pemain oli palsu ini jalurnya liar, mereka pintar berusaha agar tidak terlacak. Kita pernah beberapa kali menemukan kasus, saat ditelusuri informasi diterima putus,” ia menambahkan.
Kemudian para korban biasanya membeli pelumas tersebut bukan di toko resmi. Misal di luar bengkel rekanan atau berbelanja secara daring di Marketplace.
Apalagi harga yang ditawarkan terbilang sangat murah. Jauh dari banderol asli dipasarkan oleh Pertamina Lubricants.
Di sisi lain Hardiyanto menjelaskan kalau peredaran oli palsu turut berimbas ke mereka sebagai produsen. Sehingga tidak hanya merugikan masyarakat.
“Karena seharusnya konsumen membeli pelumas resmi kemudian digantikan dengan oli palsu. Produk kami menjadi tidak laku,” tutur Hardiyanto.
Meski begitu ia tidak menjelaskan seberapa jauh kerugian yang dialami oleh perusahaan pelat merah satu ini akibat ulah oknum-oknum membandel.
“Kebetulan kami belum ada datanya, tetapi yang jelas dengan peredaran oli palsu itu bisa mengurangi Market Share,” tegas dia.
Ia pun meminta kepada masyarakat untuk membeli produk-produk Pertamina Lubricants di toko resmi yang telah disediakan.
Seperti di distributor resmi mereka, SPBU Pertamina, Fastron Auto Service sampai ke Enduro Motor Service. Dengan begitu bisa mendapatkan produk berkualitas.
“Kita juga mengimbau bengkel-bengkel membeli pelumas Pertamina melalui distributor resmi. Diharapkan dapat mengurangi kerugian masyarakat akibat penggunaan oli palsu,” Hardiyanto menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
15 Maret 2026, 13:00 WIB
05 Maret 2026, 10:00 WIB
04 Maret 2026, 15:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini