GT World Challenge Asia 2026 Bawa Mandalika ke Panggung Global
04 Mei 2026, 19:08 WIB
Pertamina berkomitmen untuk memenuhi syarat yang diajukan oleh para SPBU swasta seperti Shell dan BP AKR
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Shell, BP AKR sampai Vivo dikabarkan setuju untuk mendapatkan kuota tambahan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui Pertamina. Namun ada sejumlah syarat yang diajukan.
Seperti meminta Pertamina transparan dalam mengimpor bahan bakar bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta.
Perusahaan pelat merah itu pun mengabulkan permintaan Shell hingga BP AKR untuk mendistribusikan bahan bakar.
“Baik dari kualitas, baik dari joint surveyor bersama-sama kita melihat dari saat pengiriman termasuk juga dari sisi harga, kita akan terbuka sama-sama dengan SPBU swasta,” ungkap Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina di Antara, Jumat (19/09).
Simon mengungkapkan kalau Pertamina bakal open book supaya transparan. Jadi tidak ada kenaikan harga BBM yang akan dibeli masyarakat.
Ia juga mengatakan bahwa Pertamina tidak memonopoli impor BBM untuk swasta, sebab bahan bakar yang diberikan di luar kuota telah ditetapkan pemerintah.
Artinya impor BBM yang masih masuk dalam kuota dapat langsung dilakukan oleh Shell maupun BP AKR.
“Jadi tadi untuk penambahan sampai akhir tahun ini adalah penambahan dari alokasi yang sudah diberikan. Nah buat penambahan memang saran dari Kementerian untuk dikolaborasikan dengan Pertamina,” sambung Simon.
Petinggi Pertamina ini melanjutkan, tidak ada kebijakan impor satu pintu yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk kuota telah diberikan ke BP AKR serta Shell setiap tahunnya.
Dalam kesempatan serupa, Simon memastikan Shell sampai BP AKR bakal menerima base fuel atau BBM dengan kadar oktan murni tanpa zat aditif.
Dengan begitu masing-masing SPBU swasta dapat lanjut mengolah base fuel tersebut sesuai spesifikasi masing-masing.
"Base fuel ini adalah base fuel awal yang nantinya kemudian diracik atau ditambahkan aditif, sesuai resep atau rahasia dapur dari masing-masing badan usaha,” tegas Simon.
Sebagai informasi Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjelaskan pengadaan stok BBM untuk Shell hingga BP AKR bersifat terbuka bagi semua perusahaan.
Mengenai ketersedian stok, pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut memastikan BBM di SPBU swasta mulai di pekan depan.
“Sudah dibicarakan mulai hari ini (impor dari Pertamina). Insya Allah paling lambat tujuh hari BBM tersebut bisa masuk ke Indonesia,” kata Bahlil.
Menteri ESDM juga memastikan harga jual BBM di SPBU swasta tetap stabil. Jadi tidak ada kenaikan harga, namun tetap bergantung pada banderol minyak dunia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 19:08 WIB
04 Mei 2026, 11:50 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
19 April 2026, 11:05 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta