Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
Penyaluran Pertalite hingga Juni 2023 capai 17.1 juta kl atau lebih dari setelah kuota tahunan pemerintah
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Penyaluran Pertalite hingga Juni 2023 capai 17.1 juta kl atau setara dengan 52.28 persen kuota tahunan. Situasi serupa juga terjadi pada jenis bahan bakar lain yang mendapat bantuan dari pemerintah yaitu Biosolar.
Berdasarkan Katadata.co.id, BBM tersebut sudah tersalurkan sebanyak 9.7 juta kl atau setara 57.25 persen dari kuota. Hal ini disampaikan Saleh Abdurrahman, Anggota Komite BPH Migas.
"Hingga akhir Juli, penyaluran Pertalite capai 17.1 juta kl dan Biosolar 9.7 juta kl," ungkap Saleh (01/08).
Agar jumlah kuota tidak perlu ditambah maka pemerintah berencana melaksanakan seleksi konsumen bagi calon pengguna Pertalite. Salah satunya melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ia pun menambahkan bahwa penerbitan revisi Perpres 191 tinggal menunggu pengesahan Presiden Joko Widodo. Pasalnya seluruh diskusi dan administrasi antara kementerian maupun lembaga sudah selesai semua.
Bahkan ia menyebutkan penyusunan revisi Perpres 191 sudah melewati pembahasan dari banyak pemangku kepentingan. Salah satunya adalah dari Korps Lalu Lintas Polri untuk memperoleh data identitas kendaraan sekaligus NIK pemilik
Sementara Pertamina telah menerapkan implementasi pembelian BBM bersubsidi Solar dengan skema full registran di wilayah DKI Jakarta sejak Mei 2023. Berkat ini maka pelanggan pertalite atau biosolar hanyalah mereka yang sudah terdaftar di program subsidi tepat MyPertamina.
Selain Jakarta, ketetapan tersebut juga berlaku di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor serta Kota Depok. Langkah ini merupakan rangkaian dari upaya Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat untuk melakukan percepatan implementasi transaksi BBM Subsidi Tepat.
Pembatasan subsidi memang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pasalnya data dari Pertamina Patra Niaga di 2022, 80 persen dari total konsumsi BBM bersubsidi justru dinikmati oleh golongan orang mampu.
Sementara golongan orang tidak mampu justru hanya mengkonsumsi 20 persen sisanya. Oleh sebab itu pembatasan dinilai menjadi sebuah langkah bijak untuk memastikan subsidi pemerintah bisa dimaksimalkan orang membutuhkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini