Stok BBM Shell Lenyap di Jakarta, Super Kembali Langka Bulan Ini
02 Februari 2026, 17:00 WIB
Penyaluran Pertalite hingga Juni 2023 capai 17.1 juta kl atau lebih dari setelah kuota tahunan pemerintah
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Penyaluran Pertalite hingga Juni 2023 capai 17.1 juta kl atau setara dengan 52.28 persen kuota tahunan. Situasi serupa juga terjadi pada jenis bahan bakar lain yang mendapat bantuan dari pemerintah yaitu Biosolar.
Berdasarkan Katadata.co.id, BBM tersebut sudah tersalurkan sebanyak 9.7 juta kl atau setara 57.25 persen dari kuota. Hal ini disampaikan Saleh Abdurrahman, Anggota Komite BPH Migas.
"Hingga akhir Juli, penyaluran Pertalite capai 17.1 juta kl dan Biosolar 9.7 juta kl," ungkap Saleh (01/08).
Agar jumlah kuota tidak perlu ditambah maka pemerintah berencana melaksanakan seleksi konsumen bagi calon pengguna Pertalite. Salah satunya melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ia pun menambahkan bahwa penerbitan revisi Perpres 191 tinggal menunggu pengesahan Presiden Joko Widodo. Pasalnya seluruh diskusi dan administrasi antara kementerian maupun lembaga sudah selesai semua.
Bahkan ia menyebutkan penyusunan revisi Perpres 191 sudah melewati pembahasan dari banyak pemangku kepentingan. Salah satunya adalah dari Korps Lalu Lintas Polri untuk memperoleh data identitas kendaraan sekaligus NIK pemilik
Sementara Pertamina telah menerapkan implementasi pembelian BBM bersubsidi Solar dengan skema full registran di wilayah DKI Jakarta sejak Mei 2023. Berkat ini maka pelanggan pertalite atau biosolar hanyalah mereka yang sudah terdaftar di program subsidi tepat MyPertamina.
Selain Jakarta, ketetapan tersebut juga berlaku di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor serta Kota Depok. Langkah ini merupakan rangkaian dari upaya Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat untuk melakukan percepatan implementasi transaksi BBM Subsidi Tepat.
Pembatasan subsidi memang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pasalnya data dari Pertamina Patra Niaga di 2022, 80 persen dari total konsumsi BBM bersubsidi justru dinikmati oleh golongan orang mampu.
Sementara golongan orang tidak mampu justru hanya mengkonsumsi 20 persen sisanya. Oleh sebab itu pembatasan dinilai menjadi sebuah langkah bijak untuk memastikan subsidi pemerintah bisa dimaksimalkan orang membutuhkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 17:00 WIB
01 Februari 2026, 15:00 WIB
01 Februari 2026, 07:00 WIB
31 Januari 2026, 13:00 WIB
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya
16 Februari 2026, 06:08 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara
16 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain