Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penyaluran Pertalite hingga Juni 2023 capai 17.1 juta kl atau lebih dari setelah kuota tahunan pemerintah
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Penyaluran Pertalite hingga Juni 2023 capai 17.1 juta kl atau setara dengan 52.28 persen kuota tahunan. Situasi serupa juga terjadi pada jenis bahan bakar lain yang mendapat bantuan dari pemerintah yaitu Biosolar.
Berdasarkan Katadata.co.id, BBM tersebut sudah tersalurkan sebanyak 9.7 juta kl atau setara 57.25 persen dari kuota. Hal ini disampaikan Saleh Abdurrahman, Anggota Komite BPH Migas.
"Hingga akhir Juli, penyaluran Pertalite capai 17.1 juta kl dan Biosolar 9.7 juta kl," ungkap Saleh (01/08).
Agar jumlah kuota tidak perlu ditambah maka pemerintah berencana melaksanakan seleksi konsumen bagi calon pengguna Pertalite. Salah satunya melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ia pun menambahkan bahwa penerbitan revisi Perpres 191 tinggal menunggu pengesahan Presiden Joko Widodo. Pasalnya seluruh diskusi dan administrasi antara kementerian maupun lembaga sudah selesai semua.
Bahkan ia menyebutkan penyusunan revisi Perpres 191 sudah melewati pembahasan dari banyak pemangku kepentingan. Salah satunya adalah dari Korps Lalu Lintas Polri untuk memperoleh data identitas kendaraan sekaligus NIK pemilik
Sementara Pertamina telah menerapkan implementasi pembelian BBM bersubsidi Solar dengan skema full registran di wilayah DKI Jakarta sejak Mei 2023. Berkat ini maka pelanggan pertalite atau biosolar hanyalah mereka yang sudah terdaftar di program subsidi tepat MyPertamina.
Selain Jakarta, ketetapan tersebut juga berlaku di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor serta Kota Depok. Langkah ini merupakan rangkaian dari upaya Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat untuk melakukan percepatan implementasi transaksi BBM Subsidi Tepat.
Pembatasan subsidi memang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Pasalnya data dari Pertamina Patra Niaga di 2022, 80 persen dari total konsumsi BBM bersubsidi justru dinikmati oleh golongan orang mampu.
Sementara golongan orang tidak mampu justru hanya mengkonsumsi 20 persen sisanya. Oleh sebab itu pembatasan dinilai menjadi sebuah langkah bijak untuk memastikan subsidi pemerintah bisa dimaksimalkan orang membutuhkan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
01 Juli 2026, 16:32 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse