iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Pemakaian Euro 4 dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan emisi karbon dan potensi penyakit berat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) berstandar Euro 4 dapat berperan penting membantu kurangi emisi karbon di Indonesia, khususnya area Jabodetabek. Puncak polusi di kawasan itu sempat terjadi pada Juni sampai Agustus setiap tahun.
Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh sejumlah lembaga, ditemukan bahwa penggunaan BBM Euro 4 mulai 2025 sampai 2030 bisa mengurangi polusi udara di Jabodetabek dan menurunkan polutan particulate matter atau PM, 2,5 persen sampai 96 persen.
Paralel dengan hal tersebut, beban polusi dari kendaraan diprediksi naik 30 persen-40 persen di 2030 karena jumlahnya meningkat bersamaan aktivitas transportasi.
Kajian disusun oleh IESR (Institute for Essential Services Reform) bersama RCCC UI (Research Center for Climate Change Universitas Indonesia), KPBB (Komite Penghapusan Bensin Bertimbal) dan CORE (Center of Reform on Economics) Indonesia didukung Katadata Green dan ViriyaENB.
“Indonesia perlu segera menerapkan Euro 4 didukung kebijakan terintegrasi, disertai dengan pengawasan dan penegakan aturan yang ketat,” ucap Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR dalam siaran resmi, dikutip Rabu (18/12).
Ia menegaskan penggunaan Euro 4 memang akan membutuhkan investasi signifikan. Namun kolaborasi pemerintah dan swasta dalam teknologi serta infrastruktur kilang dapat membawa manfaat bagi lingkungan, kesehatan sampai ekonomi.
Secara rinci dijelaskan pengaplikasian Euro 4 bakal menyebabkan biaya produksi BBM meningkat Rp 200 sampai Rp 500 per liter, sehingga pemerintah perlu menyiapkan ruang fiskal guna mengantisipasi dampak ekonomi dari kenaikan biaya itu.
Skenario tambahan lain disiapkan misalnya biaya ditanggung pemerintah, dibebankan ke konsumen atau membatasi akses BBM subsidi untuk kelompok masyarakat tertentu.
Tetapi BBM Euro 4 di sisi lain juga akan mengurangi dampak polusi seperti tiga penyakit utama yakni pneumonia, jantung iskemik dan PPOK. Total penurunan beban biaya klaim BPJS terhadap ketiga penyakit itu per 2030 bisa mencapai Rp 550 miliar.
“Dengan rincian pneumonia sebesar Rp 246 miliar, jantung iskemik sebesar Rp 268 miliar dan PPOK Rp 36 miliar,” kata Ilham R.F. Surya, Analis Kebijakan Lingkungan IESR.
Mengacu pada hasil kajian tersebut, pemerintah diharapkan dapat segera memberikan dorongan adopsi Euro 4 lewat penyediaan BBM Euro 4 sesuai peta jalan dan kesiapan kilang domestik buat menyediakannya.
Hal ini juga sebagai pelengkap langkah menurunkan emisi karbon lain seperti penggunaan transportasi umum ramah lingkungan serta pemakaian mobil listrik dan hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat