Chery Q Mulai Dikirim ke Konsumen, Antrean Bisa Dilacak Daring
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
Tarif impor akan naik dari 25 persen jadi 100 persen, mobil listrik China semakin dipersulit masuk AS
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belum lama ini pemerintahan Amerika Serikat meresahkan kehadiran mobil listrik China yang berpotensi mengganggu industri otomotif dalam negeri.
Imbas hal tersebut, Sherrod Brown, Ketua Komite Perbankan Senat AS mengatakan bahwa mobil listrik China merupakan ancaman eksistensi industri terkait di Amerika.
Ia bahkan sempat menyarankan Presiden untuk tidak sekadar berlakukan tarif, tapi melarang sepenuhnya mobil listrik China dijual di pasar Amerika.
“Amerika harus melarang mobil listrik China sekarang dan menghentikan masifnya mobil subsidi pemerintah China yang dapat mengancam lapangan pekerjaan otomotif Ohio serta keamanan negara,” tegas Brown dalam suratnya kepada Presiden Joe Biden.
Terbarunya, AS resmi akan berlakukan tarif impor baru buat mobil listrik China ditambah pajak untuk komponen lain seperti semikonduktor. Menurut sejumlah sumber internal kebijakan itu bakal diterapkan pekan ini.
Untuk diketahui tarif impor mobil listrik China naik jadi 100 persen, sebelumnya di angka 25 persen.
Apabila tarif ataupun larangan nanti resmi diberlakukan, artinya kompetitor kuat Tesla seperti BYD dan Geely tidak bisa ekspansi ke pasar otomotif AS.
Selain mengganggu pasar, pihak pemerintahan AS yakin mobil listrik China dengan teknologi mumpuni bisa mengakses data personal dan berpotensi membahayakan keamanan nasional.
Hal tersebut menuai beragam reaksi. Wu Shuocheng, pengamat industri otomotif China mengungkapkan tindakan itu adalah cerminan politisasi ekstrem masalah perdagangan AS dengan Tiongkok.
Ia menegaskan kebijakan tarif maupun larangan merupakan distorsi terhadap persaingan sehat.
“Tidak masuk akal kalau bilang kendaraan buatan China punya risiko ganggu keamanan nasional, karena jumlah mobil China yang diimpor ke AS terbatas,” ucap Shuocheng dilansir dari The Street, Senin (13/5).
Sementara itu, Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China meminta AS untuk tidak menahan pertumbuhan ekonomi Tiongkok.
“(Kebijakan itu) hanya akan menggoyahkan industri global dan rantai suplai, mengganggu tatanan perdagangan internasional dan berakhir merugikan kepentingan sendiri,” tegas Lin Jian.
Tidak terbatas pada kendaraan listrik saja, dikabarkan tarif impor tambahan akan berlaku untuk komponen energi bersih lain seperti solar panel dan sejumlah mineral.
Ini menjadi respon terhadap laporan bahwa China berencana membanjiri pasar global dengan produk harga terjangkau.
Pemberlakuan tarif terkhusus untuk mobil listrik China yang murah diprediksi bakal berkontribusi dalam penurunan penjualan secara keseluruhan.
Kemudian memperlambat upaya dan komitmen presiden terhadap pengurangan emisi karbon pada penggunaan transportasi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026
26 Oktober 2026, 07:00 WIB
Mulai masuk pasar premium, pengamat otomotif menilai mobil Cina akan menghadapi persaingan sengit di RI
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan