Modal Jetour X50e EV Gaet Minat Konsumen Tanah Air
02 April 2025, 12:00 WIB
Berbeda dari kondisi di sejumlah pasar global dan negara asalnya, BYD kesulitan jual mobil listrik di Jepang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD (Build Your Dreams), manufaktur kendaraan listrik ternama, memiliki beberapa lini dipasarkan dan populer secara global. Di Indonesia ada tiga model ditawarkan yakni Dolphin, Atto 3 dan Seal.
Salah satu ambisi BYD adalah untuk menjual mobil listrik murah buat beragam lapisan konsumen. Meski dapat respon baik, merek itu nampaknya masih harus berjuang ekstra di pasar Jepang.
Dilansir dari The Japan Times, Jumat (28/6) BYD baru saja meluncurkan sedan bertenaga listrik Seal di negeri tirai bambu. Sebelumnya mereka hanya menawarkan dua model yaitu Dolphin dan Atto 3.
BYD Seal akhirnya debut di Jepang dengan banderol 5,28 juta yen. Jika dirupiahkan, angka ini setara Rp 537,3 jutaan, beda Rp 200 jutaan dari unit yang dijual di pasar Indonesia.
Ada potongan harga berlaku buat 1.000 konsumen pertama yakni 4,95 juta yen (Rp 503,7 jutaan) untuk tipe RWD (Rear Wheel Drive). Namun disebutkan BYD kesulitan jual mobil listrik di Jepang.
Sehingga kehadiran model baru diharapkan bisa mendorong penjualan mobil listrik BYD. Atsuki Tofukuji, BYD Auto Japan President menyampaikan antusiasmenya terhadap hal tersebut.
"Kami ingin jadi pemimpin dalam impor EV (Electric Vehicle) ke Jepang," kata dia di Jepang beberapa waktu lalu.
Tofukuji juga menambahkan bahwa BYD berniat meluncurkan paling tidak satu model baru setiap tahunnya di pasar Jepang.
Secara keseluruhan BYD menyumbang 20 persen impor mobil listrik ke Jepang. Hanya saja jika bicara penjualan memang cenderung melambat,
Hingga saat ini BYD beroperasi di 55 lokasi tersebar di seluruh Jepang, punya target 90 outlet di 2024 dan mencapai 100 di akhir 2025.
Tarif impor mobil listrik yang berlaku di Amerika Serikat dan bakal diterapkan sejumlah negara Eropa lain jadi halangan utama buat manufaktur China, tidak terkecuali BYD.
Membangun portfolio di Asia disebut jadi salah satu prioritas utama bagi BYD. Itupun masih menghadapi beberapa tantangan.
Berdasarkan keterangan dari media Jepang, harga BYD Seal dua kali lipat lebih mahal dari model lain yang populer di pasar lokal seperti Toyota Corolla, dilego 2 juta yen (Rp 203,5 jutaan).
Konsumen Jepang juga masih lebih tertarik pada lini hybrid dan merek lokal yang sudah ada sejak lama seperti Toyota.
Sepanjang 2023 mereka baru menjual 2.206 unit mobil baru. Angka tersebut tertinggal jauh dari mobil listrik Nissan Sakura yang populer di sana sebanyak 34.000 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 16:17 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi
01 April 2025, 15:00 WIB
Kepolisian memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 terjadi di akhir pekan, masyarakat diminta waspada