Pertamina Enduro VR46 Usung Livery Garuda di MotoGP Mandalika
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Bahan bakar biofuel E5 yang diklaim lebih ramah lingkungan dinilai jadi salah satu solusi mengurangi impor
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Impor minyak dan gas di Indonesia masih melebihi angka jumlah produksi dalam negeri. Guna menekan hal tersebut Pertamina kejar produksi BBM (Bahan Bakar Minyak) biofuel E5.
Hal ini diungkapkan pada gelaran SALA Dialogues (Southeast Asia-Latin American) bertempat di INSEAD Hoffmann Institute, Singapura.
Elektrifikasi yang saat ini digencarkan memang bukan jadi satu-satunya solusi dalam mengurangi emisi karbon.
Pihak Pertamina mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menghadapi empat tantangan utama yaitu net importir minyak, target Net Zero Emission 2060, target menuju negara berpenghasilan besar dan membuka lapangan pekerjaan.
Sehingga biofuel dan program dekarbonisasi dinilai jadi solusi tepat untuk menjawab tantangan itu. Penyediaan biofuel E5 diharapkan bisa mengikuti jejak biodiesel B35 yang menggantikan impor solar.
“Sejak April 2019 Pertamina sudah tidak lagi mengimpor solar dan avtur. Selain itu B35 juga mampu menurunkan emisi CO2 hingga 32,7 ton pada 2023,” ucap Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina dalam siaran resmi, dikutip Sabtu (19/10).
Untuk diketahui biofuel E5 merupakan BBM dengan campuran bioetanol, dijual menggunakan nama Pertamax Green 95.
Bahan bakar alternatif seperti biodiesel menurut Nicke memiliki kemudahan produksi dan sukses menjadi substitusi impor, jika berkaca pada implementasinya di Indonesia saat ini.
“Ini akan mendorong pembangunan Bioethanol Plants yang tentunya akan turut meningkatkan ekonomi lokal serta menciptakan lapangan kerja,” kata Nicke.
Kesuksesan biodiesel bakal diulang lagi buat produk Gasoline atau bensin lewat produksi biofuel E5.
“Kita telah memulai biofuel dengan E5 di beberapa wilayah Jawa yaitu Jawa Timur dan secara bertahap meningkatkannya,” jelas dia.
Agar bisa efektif dan maksimal, Nicke menilai perlu ada kerja sama dan Transfer Knowledge dari berbagai pihak dengan mitra bisnis strategis maupun negara lain.
Menurut Nicke, buat program bioetanol ada peluang kolaborasi antara Indonesia dan Brasil agar bisa mendukung capaian target Net Zero Carbon.
“Kami ingin belajar secara holistik bagaimana Brasil berhasil mengimplementasikan bioetanol dimulai dari proses Plantation, pengembangan Bioethanol Plant, teknologi, cara menarik investor juga dari sisi regulasi,” ujarnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
Terkini
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan