10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Gaikindo menampik adanya fenomena Rojali dan Rohana di GIIAS 2025 meski jumlah penjualan turun selama pameran
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – GIIAS 2025 berhasil menyedot perhatian berbagai pihak. Hal itu karena banyak mobil-mobil baru yang melantai di ICE BSD, Tangerang.
Menurut catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama 11 hari pameran tercatat ada 485.569 pengunjung.
Angka di atas diklaim melampaui jumlah tahun lalu. Sebab di GIIAS 2024 hanya ada 475.084 orang saja.
Gaikindo menyorot bahwa jumlah pengunjung GIIAS 2025 memang diprediksi lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Bahkan pihak Gaikindo mengatakan angka pengunjungnya dijaga agar tidak membludak. Hal itu demi memberi rasa nyaman ke semua pihak selama pameran berlangsung di ICE BSD, Tangerang.
Kendati demikian bertambahnya jumlah pengunjung GIIAS 2025 tidak diimbangi dengan transaksi atau angka penjualan kendaraan.
Meskipun belum dijelaskan secara rinci berapa jumlah transaksi di sana. Namun Gaikindo meyakini pembelian kendaraan roda empat dan dua turun di GIIAS 2025.
“Kalau saya lihat dari segi transaksi kelihatannya agak turun. Memang situasi ekonomi (sekarang) agak berat,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.
Tak heran jika muncul istilah rombongan jarang beli (Rojali). Kemudian juga rombongan hanya nanya (Rohana) merebak di GIIAS 2025.
Gakindo pun memberi penjelasan mengenai fenomena Rojali dan Rohana yang diduga terdapat selama GIIAS 2025.
“Tidak lah saya bilang itu tidak (ada). Karena tujuan kami adalah untuk mengejar yang namanya pengetahuan mengenai otomotif kepada pengunjung,” lanjut Nangoi.
Nangoi menjelaskan bahwa GIIAS 2025 bukanlah pameran yang ditujukan untuk mengejar transaksi penjualan semata. Hal ini sejatinya membenarkan adanya Rojali, Rohana hingga Rohalus di dalam acara.
Ketua Umum Gaikindo tersebut menuturkan kalau GIIAS 2025 digunakan sebagai sarana buat menyajikan berbagai informasi. Termasuk mengenai teknologi terkini pada kendaraan.
“Selain itu (memamerkan) kendaraan terbaru kepada masyarakat pencinta otomotif, intinya ke sana,” tegas Nangoi.
Namun dengan tingginya jumlah pengunjung dan turunnya transaksi selama GIIAS 2025, menunjukan kalau perekonomian di Tanah Air sedang tidak baik-baik saja.
Sehingga daya beli masyarakat menjadi berkurang beberapa waktu belakangan. Tentu dampaknya penjualan kendaraan roda dua maupun empat baru anjlok.
Para produsen pun harus gigit jari serta menarik ikat pinggang. Kemudian berusaha buat mendongkrak penjualan meski situasi ekonomi sedang sulit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika