Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Dalam upaya membuat FCEV semakin diterima, Toyota dan BMW jalin kerja sama pengembangan mobil hidrogen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil hidrogen atau FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) merupakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar hidrogen. Teknologi elektrifikasi ini masih terbilang langka di pasar global sekalipun.
Meski begitu FCEV memiliki peluang besar untuk menggantikan mobil bermesin bensin. Berbeda dari BEV (Battery Electric Vehicle) yang harus di-charge dalam waktu relatif lama, FCEV tinggal diisi hidrogen dalam waktu singkat layaknya pengisian bensin.
Melihat potensi-potensi tersebut, Toyota dan BMW dikabarkan bakal melakukan kerja sama terkait operasional mobil hidrogen.
Menurut seorang sumber internal dikutip dari Kyodo News, Jumat (30/8) kedua merek itu ingin lebih kompetitif menawarkan lini kendaraan hidrogen di era elektrifikasi.
Keputusan soal kolaborasi Toyota dan BMW kabarnya baru akan diumumkan ke publik pada 5 September 2024.
Tujuan utama dalam kerja sama itu adalah standarisasi komponen dan berujung menurunkan harga mobil hidrogen. Mengingat FCEV jadi salah satu kunci mencapai netralitas karbon tetapi banderolnya belum terjangkau masyarakat luas.
Toyota sendiri bisa dibilang produsen pemimpin pasar FCEV saat ini. Mobil hidrogen mereka yaitu Mirai merupakan FCEV pertama yang diproduksi massal pada 2014.
Maka BMW menggandeng Toyota untuk bantu mengembangkan teknologi FCEV. Nantinya Toyota menyuplai sejumlah komponen ke BMW seperti tangki hidrogen.
Komponen itu kemudian digunakan BMW buat lini mobil hidrogennya yang akan diproduksi secara masif.
Kerja sama kedua manufaktur diklaim dapat membantu menurunkan harga lini hidrogen Toyota sekaligus membantu BMW mengembangkan komponennya sendiri.
Terakhir mereka juga bakal bekerja sama membangun beberapa stasiun hidrogen di Eropa karena kurangnya infrastruktur membuat FCEV jadi sulit populer di kalangan konsumen.
Saat ini BMW memiliki satu model hidrogen untuk studi yakni iX5, pakai basis SUV (Sport Utility Vehicle) X5. Waktu pengisian hidrogen hanya butuh waktu tiga sampai empat menit, akomodir daya jelajah lebih dari 500 km.
BMW iX5 Hydrogen ini nanti rencananya bakal diproduksi massal dalam beberapa tahun mendatang, dibantu sistem hidrogen dari Toyota.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia