Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Dalam upaya membuat FCEV semakin diterima, Toyota dan BMW jalin kerja sama pengembangan mobil hidrogen
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil hidrogen atau FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) merupakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar hidrogen. Teknologi elektrifikasi ini masih terbilang langka di pasar global sekalipun.
Meski begitu FCEV memiliki peluang besar untuk menggantikan mobil bermesin bensin. Berbeda dari BEV (Battery Electric Vehicle) yang harus di-charge dalam waktu relatif lama, FCEV tinggal diisi hidrogen dalam waktu singkat layaknya pengisian bensin.
Melihat potensi-potensi tersebut, Toyota dan BMW dikabarkan bakal melakukan kerja sama terkait operasional mobil hidrogen.
Menurut seorang sumber internal dikutip dari Kyodo News, Jumat (30/8) kedua merek itu ingin lebih kompetitif menawarkan lini kendaraan hidrogen di era elektrifikasi.
Keputusan soal kolaborasi Toyota dan BMW kabarnya baru akan diumumkan ke publik pada 5 September 2024.
Tujuan utama dalam kerja sama itu adalah standarisasi komponen dan berujung menurunkan harga mobil hidrogen. Mengingat FCEV jadi salah satu kunci mencapai netralitas karbon tetapi banderolnya belum terjangkau masyarakat luas.
Toyota sendiri bisa dibilang produsen pemimpin pasar FCEV saat ini. Mobil hidrogen mereka yaitu Mirai merupakan FCEV pertama yang diproduksi massal pada 2014.
Maka BMW menggandeng Toyota untuk bantu mengembangkan teknologi FCEV. Nantinya Toyota menyuplai sejumlah komponen ke BMW seperti tangki hidrogen.
Komponen itu kemudian digunakan BMW buat lini mobil hidrogennya yang akan diproduksi secara masif.
Kerja sama kedua manufaktur diklaim dapat membantu menurunkan harga lini hidrogen Toyota sekaligus membantu BMW mengembangkan komponennya sendiri.
Terakhir mereka juga bakal bekerja sama membangun beberapa stasiun hidrogen di Eropa karena kurangnya infrastruktur membuat FCEV jadi sulit populer di kalangan konsumen.
Saat ini BMW memiliki satu model hidrogen untuk studi yakni iX5, pakai basis SUV (Sport Utility Vehicle) X5. Waktu pengisian hidrogen hanya butuh waktu tiga sampai empat menit, akomodir daya jelajah lebih dari 500 km.
BMW iX5 Hydrogen ini nanti rencananya bakal diproduksi massal dalam beberapa tahun mendatang, dibantu sistem hidrogen dari Toyota.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan