Kemenko Marves Tegaskan Skema Impor Mobil Listrik di Indonesia

Tidak sembarangan, insentif impor mobil listrik berlaku untuk merek yang komitmen buat produksi lokal

Kemenko Marves Tegaskan Skema Impor Mobil Listrik di Indonesia
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Sejumlah pabrikan otomotif asal Tiongkok mulai masuk pasar Indonesia menawarkan beragam lini kendaraan ramah lingkungan. Belum lama ini ada Neta menggunakan fasilitas PT Handal Indonesia Motor untuk rakit lokal Neta V-II.

Kemudian BYD (Build Your Dreams) yang mengimpor utuh tiga model kendaraan listriknya yaitu Dolphin, Atto 3 dan Seal.

Ada insentif impor mobil listrik berlaku namun dengan persyaratan tertentu yakni komitmen produksi lokal. Hal ini ditegaskan oleh Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves.

Tidak bisa sembarangan karena insentif bisa dimanfaatkan dengan catatan importasi sampai 2025 sama seperti jumlah produksi nantinya dan memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) per 2027.

BYD Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik
Photo : Istimewa

“Kalau tidak memenuhi komitmen mereka harus mengembalikan insentif tersebut secara prorata. Misal dia impor 10.000 unit tapi produksi hanya 8.000, ya 2.000 insentifnya dikembalikan,” ungkap Rachmat di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu.

Sampai 2026 TKDN harus dipenuhi para produsen otomotif ini adalah minimal 40 persen. Rachmat menjelaskan tidak ada investasi atau kapasitas produksi minimal buat produsen apabila ingin merakit lokal kendaraan listrik di Tanah Air.

“Terserah, karena kita tidak bisa tahu kemampuan mereka. Ada yang memang (kapasitasnya) besar tapi kita sampaikan kalau mau impor silakan, tapi konsekuensinya harus produksi banyak juga,” tegas Rachmat.

Sekadar informasi saat ini salah satu model memenuhi persyaratan impor mobil listrik adalah Citroen eC3. 

Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia mengungkapkan bahwa eC3 sudah memenuhi sejumlah persyaratan agar bisa memanfaatkan insentif impor mobil listrik.

Citroen eC3
Photo : Citroen

“Kita satu-satunya (merek) yang ajukan dan sudah sampai proses paling pertama hampir selesaj untuk mendapatkan program EV (Electric Vehilce). Saat ini sudah dapat rekomendasi dari Menko Marves untuk impor CBU,” ucap Tan Kim Piauw beberapa waktu lalu.

Citroen eC3 sendiri merupakan versi bertenaga listrik dari SUV (Sport Utility Vehicle) crossover C3. Model tersebut diperkenalkan pada gelaran GIIAS 2023 (Gaikindo Indonesia International Auto Show).


Terkini

news
Aimoga

Chery Sodorkan Kota Masa Depan Inovatif Lewat AiMOGA

AiMOGA RObotics terus kembangkan teknologi AI untuk bisa memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat

mobil
Mazda Hadir Perdana di GIIAS Makassar 2026

Mazda Hadir Perdana di GIIAS Makassar 2026

Mazda untuk pertama kalinya hadir meramaikan GIIAS Makassar 2026, bawa produk andalannya yakni SUV CX-5

news
PEVS 2026

PEVS 2026 Resmi Digelar di JIExpo, Wadah Akselerasi Elektrifikasi

PEVS 2026 menawarkan banyak berbagai program menarik untuk menstimulus masyarakat beralih ke mobil listrik

news
Pertamina

Modal Pertamina Pertahankan Daya Saing di Industri Pelumas

Pertamina Lubricants mengkalim memiliki fasilitas produksi terbesar di Asia Tenggara yang memasok 17 negara

motor
New Honda Genio

Daftar Harga New Honda Genio, Ada Warna Baru yang Bikin Kalcer

Buat pencinta skutik, new Honda Genio mendapatkan beberapa opsi kelir anyar yang bikin tampilannya beda

motor
Peugeot

Peugeot Django Evo 125 Resmi Meluncur, Harga Rp 70 Jutaan

Di bawah naungan PT Permata Otomotif Indonesia (POI), Peugeot Motorcycle kembali hadir di pasar Indonesia

mobil
Kia

Diler Baru Kia Puri Sudah Pajang Carens EV Concept

Kia Puri resmi dibuka, hasil kerjasama dengan PT Sinar Inti Harapan dan akan terus bertambah di kemudian hari

mobil
GIIAS Makassar 2026 Dibuka, Dorong Adopsi Elektrifikasi di Daerah

GIIAS Makassar 2026 Dibuka, Dorong Adopsi Elektrifikasi di Daerah

Rangkaian seri GIIAS berlanjut, kini GIIAS Makassar 2026 resmi dibuka diramaikan berbagai model elektrifikasi