BYD Racco Mulai Merambah Pasar Mobil Setir Kanan Selain Jepang
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
Isuzu belum tertarik untuk memasarkan ELF EV di Tanah Air dalam waktu dekat karena ada beberapa pertimbangan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sejumlah pihak sedang berlomba-lomba menghadirkan EV (Electric Vehicle) di Indonesia. Namun beda halnya dengan IAMI (Isuzu Astra Motor Indonesia).
Mereka masih belum tertarik membawa kendaraan setrum buat pasar di Tanah Air. Padahal manufaktur satu ini sudah sempat memamerkan Isuzu ELF EV dalam gelaran GIIAS 2024.
“Di isuzu Jepang EV memang sangat dipelajari dan siap (dipasarkan). Tetapi untuk dipelajari secara komprehensif di Indonesia kita harus melihat total visibility buat komersial,” ungkap Yusak Kristian, President Director IAMI di Jakarta Pusat, Rabu (05/03).
Menurut Yusak, sampai saat ini waktu pengecasan mobil listrik masih cukup lama. Misal 0-100 persen lebih dari satu jam.
Jumlah di atas dirasa masih kurang tepat bagi para konsumen. Sehingga mereka berpikir dua kali untuk memasarkan Isuzu ELF EV.
“Dari sisi produktivitas ada tantangan bahwa EV akan lebih memerlukan waktu untuk isi daya dibanding solar. Kalau solar selesai dalam hitungan menit,” lanjut dia.
Yusak pun mengungkapkan bahwa hal tersebut tetap menjadi tantangan tersendiri, bagi kendaraan listrik di segmen komersial.
Mengingat mobilitas kendaraan niaga sangat tinggi dalam sehari-hari. Sehingga membutuhkan waktu pengecasan lebih singkat lagi.
Kemudian ketersedian charging station turut menjadi pertimbang Isuzu untuk meniagakan ELF EV di dalam negeri.
“ELF beroperasi dengan rute yang berbeda setiap hari. Itu cukup menantang buat menentukan titik-titik guna menaruh charging station,” kata Yusak.
Oleh sebab itu Isuzu tengah menunggu pemerintah menyiapkan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang lebih banyak.
“Kalau sebarannya sudah lengkap (SPKLU) maka makin siap kita meluncurkan ELF EV kami,” Yusak menegaskan.
Sekadar mengingatkan, Isuzu ELF EV hadir dengan platform baru, yakni I-MACS (Isuzu Modular Architecture and Component Standard).
Lalu menggendong baterai yang diklaim sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sebab tersedia dalam tiga pilihan, yakni dua pak penampung daya berkapasitas 40 kWH.
Selanjutnya masih ada tiga pak baterai berkapasitas 60 kWh serta lima pak baterai berdaya total 100 kWh. Sehingga dapat menghadirkan daya jelajah cukup jauh.
Selain itu menawarkan pengisian daya cepat. Konsumen hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam saja.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
12 Oktober 2026, 11:07 WIB
Di tengah hingar bingar ramainya ajang MotoGP Mandalika 2026, ternyata ada dua pembalap Indonesia naik podium
12 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kompetisi antara Marc Marquez dan Jorge Martin buat persaingan juara dunia MotoGP 2026 berjalan semakin panas
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan tipis 2,6 persen di September 2026
11 Oktober 2026, 19:19 WIB
Marquez mengaku kelelahan setelah menjalani sesi sprint race MotoGP Mandalika 2026 dan bertarung dengan Martin
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
Omoda O4 serta Jaecoo J5 EV hasil modifikasi dari Rebellionik dan 347 Homebreaks mejeng di ajang IMX 2026
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
Marco Bezzecchi berhasil memenangkan MotoGP Mandalika 2026, empat terdepan dipimpin oleh para rider Aprilia
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
Menurut data laporan AISI, pasar motor baru terus menunjukkan tren positif hingga periode September 2026
10 Oktober 2026, 17:00 WIB
BYD Blade Battery diadopsi untuk mobil buatan Jepang, terbarunya kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky