Cara Pemerintah Cina Dorong Penjualan Mobil Ramah Lingkungan
03 Januari 2026, 19:00 WIB
Perjalanan menuju penerapan mobil hidrogen masih jauh, Honda sebut hybrid masih jadi produk yang sesuai
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Memasuki masa transisi menuju elektrifikasi, Kementerian ESD (Energi dan Sumber Daya Mineral) kembali menegaskan rencana implementasi hidrogen sebagai bahan bakar alternatif di masa mendatang.
Hanya saja perjalanan menuju penerapan secara masif dan maksimal memang masih membutuhkan waktu. Karena perlu dukungan infrastruktur, kebijakan pemerintah serta ketersediaan produk.
Di pasar global penggunanya juga belum banyak. Baru ada beberapa merek menawarkan mobil hidrogen secara massal salah satunya adalah Honda.
Untuk diketahui mobil hidrogen milik Honda ditawarkan dalam bentuk sewa menggunakan basis CR-V generasi terbaru. Di Indonesia SUV itu ditawarkan dalam versi mesin bensin dan teknologi hybrid.
PT HPM (Honda Prospect Motor) masih terus mempelajari implementasi teknologi elektrifikasi yang sesuai, mengingat mereka sendiri punya target global NZE (Net Zero Emission) per 2040.
“Penerapan teknologi ini di Indonesia tentunya akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur dan regulasi yang terkait,” ucap Yusak Billy, Sales & Marketing and Aftersales Director PT HPM kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Menurut dia, ada beberapa tantangan dihadapi oleh manufaktur dalam menerapkan teknologi baru seperti FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle).
Perlu ada edukasi lebih lanjut kepada masyarakat serta ekosistem pendukung mobil hidrogen. Hal-hal itu nantinya dapat membantu meningkatkan permintaan pasar.
“Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi berbagai teknologi ramah lingkungan, sambil terus menghadirkan lebih banyak produk hybrid sebagai transisi teknologi yang paling sesuai untuk saat ini,” tegas Billy.
Sekadar informasi Honda CR-V e:FCEV menggunakan motor elektrik yang dapat menghasilkan tenaga 174 hp dan torsi puncak 310 Nm. Daya jelajah ditawarkan adalah sekitar 270 mil atau setara 434 km.
CR-V e:FCEV tidak hanya mengandalkan bahan bakar hidrogen, tetapi juga baterai yang dapat diisi daya. Hal ini memungkinkan CR-V hidrogen mendapatkan tambahan jarak tempuh 46 km.
Di pasar Amerika Serikat, Honda menawarkan CR-V versi hidrogen dengan skema penyewaan mulai tiga tahun dengan biaya 459 USD (Rp 7,1 jutaan) per bulan.
Mereka juga menawarkan bonus pengisian bahan bakar hidrogen sebesar 15.000 USD sampai 30.000 USD (Rp 232,9 juta – Rp 465,9 juta).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Januari 2026, 19:00 WIB
03 Januari 2026, 15:00 WIB
03 Januari 2026, 11:00 WIB
31 Desember 2025, 16:00 WIB
31 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 09:00 WIB
Gakindo berharap penjualan pasar mobil baru di dalam negeri bisa segera bangkit, terutama untuk periode 2026
05 Januari 2026, 08:00 WIB
Julian Johan berhasil selesaikan SS 1 Rally Dakar 2026 setelah melintasi perjalanan 365 km yang penuh tantangan
05 Januari 2026, 07:00 WIB
Biaya pembuatan dan perpanjang SIM di Indonesia masih belum mengalami perubahan apapun dari pemerintah
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi melayani kebutuhan masyarakat, kepolisian menghadirkan dua lokasi SIM keliling Bandung pada hari ini
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali digelar hari ini untuk mengantisipasi macet setelah warga Ibu Kota kembali beraktivitas
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, pemohon perlu bawa dokumen pelengkap
04 Januari 2026, 19:00 WIB
Nama Toyota kembali ke grid F1, divisi motorsports Toyota Gazoo Racing jalin kerja sama dengan tim Haas
04 Januari 2026, 17:00 WIB
Aliran modifikasi proper diperkirakan bakal mendominasi di 2026 karena mempertahankan fungsi utama kendaraan