Impresi Pertama Changan Nevo Q05: Praktis buat Mobilitas Urban
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Sebuah laporan menunjukkan bahwa biaya servis mobil listrik masih mahal karena terkendala beberapa hal
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Mobil listrik merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi polusi yang sedang jadi pembicaraan belakangan ini. Namun memang masih ada kendala seperti biaya perbaikan.
Dilansir dari Automotive Fleet, Senin (11/9) secara umum mobil listrik terbilang lebih ‘sederhana’ dari mobil konvensional karena tidak terlalu banyak spare parts dan prosedur seperti cek atau ganti oli. Pabrikan mobil listrik juga memberikan garansi paling lama 8 tahun buat baterai sehingga konsumen tidak perlu khawatir apabila ada kerusakan
Yang jadi perhatian adalah biaya servis mobil listrik saat ada kendala lain seperti tabrakan atau kecelakaan. Klaim asuransinya lebih besar bisa mencapai US$4.000 atau sekitar Rp61.4 jutaan dalam kurs rupiah. Ini jauh lebih tinggi dari biaya servis mobil konvensional.
Jika bicara bengkel mobil konvensional saat ini fasilitasnya terbilang lebih banyak. Sementara bengkel pihak ketiga di luar diler resmi yang bisa menerima servis mobil listrik hampir tidak ada.
Padahal bengkel jadi faktor penting untuk lebih menekan harga servis bagi konsumen yang inign melakukan perbaikan.
Walaupun spare part lebih ‘sederhana’, risiko perbaikan lebih tinggi karena melibatkan kelistrikan. Teknisi juga harus memiliki keahlian khusus.
Untuk diketahui banyak mobil listrik keluaran terbaru dilengkapi sistem berkapasitas 400 sampai 800 volt, mematikan jika ditangani mekanik tidak berpengalaman.
Kemudian ada potensi terjadi kebakaran fatal mengingat api dari baterai mobil listrik tidak bisa sekadar dipadamkan menggunakan air.
Melihat banyak risiko, potensi bahaya dan pengguna mobil listrik belum banyak beberapa pemilik bengkel akhirnya enggan berinvestasi untuk teknisi EV dan alat-alat perbaikannya.
Beberapa pabrikan memberikan pelatihan khusus untuk teknisi agar kompeten menangani kerusakan mobil listrik. Di Amerika Serikat, Tesla menawarkan pelatihan termasuk untuk bengkel independen.
Perusahaan teknologi Siemens ikut membantu dengan berinvestasi sebesar US$30 juta untuk perawatan dan instalasi charger EV.
Sedangkan di Indonesia, Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan) sebelumnya bekerja sama dengan PT HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia) untuk pengembangan pelatihan teknisi kejuruan kendaraan listrik.
Pelatihan itu sudah termasuk peralatan mobil praktik dan pendukung. Dengan banyaknya tenaga kompeten biaya servis mobil listrk harapannya bisa lebih terjangkau.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez
29 Agustus 2026, 18:01 WIB
Memiliki motor bebek bisa jadi salah satu opsi terbaik bulan ini, sebab ada banyak produk yang bisa dipilih
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini