iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Sebuah laporan menunjukkan bahwa biaya servis mobil listrik masih mahal karena terkendala beberapa hal
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Mobil listrik merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi polusi yang sedang jadi pembicaraan belakangan ini. Namun memang masih ada kendala seperti biaya perbaikan.
Dilansir dari Automotive Fleet, Senin (11/9) secara umum mobil listrik terbilang lebih ‘sederhana’ dari mobil konvensional karena tidak terlalu banyak spare parts dan prosedur seperti cek atau ganti oli. Pabrikan mobil listrik juga memberikan garansi paling lama 8 tahun buat baterai sehingga konsumen tidak perlu khawatir apabila ada kerusakan
Yang jadi perhatian adalah biaya servis mobil listrik saat ada kendala lain seperti tabrakan atau kecelakaan. Klaim asuransinya lebih besar bisa mencapai US$4.000 atau sekitar Rp61.4 jutaan dalam kurs rupiah. Ini jauh lebih tinggi dari biaya servis mobil konvensional.
Jika bicara bengkel mobil konvensional saat ini fasilitasnya terbilang lebih banyak. Sementara bengkel pihak ketiga di luar diler resmi yang bisa menerima servis mobil listrik hampir tidak ada.
Padahal bengkel jadi faktor penting untuk lebih menekan harga servis bagi konsumen yang inign melakukan perbaikan.
Walaupun spare part lebih ‘sederhana’, risiko perbaikan lebih tinggi karena melibatkan kelistrikan. Teknisi juga harus memiliki keahlian khusus.
Untuk diketahui banyak mobil listrik keluaran terbaru dilengkapi sistem berkapasitas 400 sampai 800 volt, mematikan jika ditangani mekanik tidak berpengalaman.
Kemudian ada potensi terjadi kebakaran fatal mengingat api dari baterai mobil listrik tidak bisa sekadar dipadamkan menggunakan air.
Melihat banyak risiko, potensi bahaya dan pengguna mobil listrik belum banyak beberapa pemilik bengkel akhirnya enggan berinvestasi untuk teknisi EV dan alat-alat perbaikannya.
Beberapa pabrikan memberikan pelatihan khusus untuk teknisi agar kompeten menangani kerusakan mobil listrik. Di Amerika Serikat, Tesla menawarkan pelatihan termasuk untuk bengkel independen.
Perusahaan teknologi Siemens ikut membantu dengan berinvestasi sebesar US$30 juta untuk perawatan dan instalasi charger EV.
Sedangkan di Indonesia, Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan) sebelumnya bekerja sama dengan PT HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia) untuk pengembangan pelatihan teknisi kejuruan kendaraan listrik.
Pelatihan itu sudah termasuk peralatan mobil praktik dan pendukung. Dengan banyaknya tenaga kompeten biaya servis mobil listrk harapannya bisa lebih terjangkau.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda