VinFast Komitmen Produksi Lokal Model-Model EV Tersubsidi
30 Desember 2025, 16:00 WIB
Ada alasan mengapa Hyundai tidak dirikan ultra fast charging di jaringan Lippo Mall, prioritas tipe AC dan DC
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Sejumlah pengelola area perbelanjaan mulai melengkapi area parkir dengan charging station. Hal ini dilakukan untuk mengakomodir pengguna mobil listrik terkhusus di area perkotaan.
Mengingat kondisi udara yang sedang kurang baik penggunaan kendaraan listrik terus didorong. Namun juga harus didukung oleh pendukung yakni SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Hyundai sebagai salah satu produsen mobil listrik juga turut mendukung ekosistem EV (electric vehicle) dengan membangun banyak charging station di lokasi umum, salah satunya bekerja sama dengan Lippo Mall.
Namun sejumlah fasilitas hasil kolaborasi belum fokus pada stasiun untuk pengisian super cepat. Mereka hanya menyediakan layanan DC karena mengingat kebutuhan konsumen.
Ada alasan mengapa Hyundai tidak dirikan ultra fast charging seperti yang sebelumnya disediakan di Plaza Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia).
“Tergantung, kembali lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat apakah kami akan menghadirkan tipe charging AC atau DC beserta kapasitasnya kami akan studi lebih lanjut,” ungkap Soerjo kepada media di Jakarta Selatan, Selasa (6/9).
Untuk diketahui fasilitas fast charging sebelumnya diresmikan pada Maret 2023. Jadi yang tercepat di Tanah Air, bisa mengisi daya mobil listrik dari 10 ke 80 persen hanya dalam waktu 18 menit.
Menurut Frans penempatan ultra fast charging station juga harus melihat kebutuhan dan lokasi. Karena di sejumlah tempat fasilitas itu justru kurang cocok.
“Misalnya (di area) hotel itu kan tidak memerlukan fast charging maka kita gunakan AC 7 kWh. Tapi di beberapa daerah seperti Lippo Mall terjadi kombinasi (dengan DC fast charging),” ujar Soerjo.
Di mall sendiri konsumen diklaim tidak terlalu lama dalam menggunakan SPKLU, seperti disampaikan oleh Henry Riady selaku CEO Lippo Malls Indonesia.
“Ssetiap lokasi beda-beda (waktu pengisian daya), di Senayan Park tidak lama karena jumlah charging station-nya banyak,” ucap Henry dalam kesempatan yang sama.
Sehingga saat ini menurut dia jarang ada kejadian pengguna antre menggunakan SPKLU. Jika ada kenaikan jumlah pengguna mobil listrik Henry menegaskan pihaknya bisa menambah titik charging station.
“Masih sedikit ya (pengguna charging station), jadi kalau misal penuh ya kita tambah lagi. Di beberapa lokasi seperti Spark (Senayan Park) ini kadang memang mengantre,” lanjut dia.
Sehingga saat ini menurut dia jarang ada kejadian pengguna antre menggunakan SPKLU. Jika ada kenaikan jumlah pengguna mobil listrik Henry menegaskan pihaknya bisa menambah titik charging station.
“Masih sedikit ya (pengguna charging station), jadi kalau misal penuh ya kita tambah lagi. Di beberapa lokasi seperti Spark (Senayan Park) ini kadang memang mengantre,” lanjut dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
29 Desember 2025, 19:00 WIB
29 Desember 2025, 15:00 WIB
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya