BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor
02 Januari 2026, 16:00 WIB
Ada alasan mengapa Hyundai tidak dirikan ultra fast charging di jaringan Lippo Mall, prioritas tipe AC dan DC
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Sejumlah pengelola area perbelanjaan mulai melengkapi area parkir dengan charging station. Hal ini dilakukan untuk mengakomodir pengguna mobil listrik terkhusus di area perkotaan.
Mengingat kondisi udara yang sedang kurang baik penggunaan kendaraan listrik terus didorong. Namun juga harus didukung oleh pendukung yakni SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Hyundai sebagai salah satu produsen mobil listrik juga turut mendukung ekosistem EV (electric vehicle) dengan membangun banyak charging station di lokasi umum, salah satunya bekerja sama dengan Lippo Mall.
Namun sejumlah fasilitas hasil kolaborasi belum fokus pada stasiun untuk pengisian super cepat. Mereka hanya menyediakan layanan DC karena mengingat kebutuhan konsumen.
Ada alasan mengapa Hyundai tidak dirikan ultra fast charging seperti yang sebelumnya disediakan di Plaza Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia).
“Tergantung, kembali lagi sesuai dengan kebutuhan masyarakat apakah kami akan menghadirkan tipe charging AC atau DC beserta kapasitasnya kami akan studi lebih lanjut,” ungkap Soerjo kepada media di Jakarta Selatan, Selasa (6/9).
Untuk diketahui fasilitas fast charging sebelumnya diresmikan pada Maret 2023. Jadi yang tercepat di Tanah Air, bisa mengisi daya mobil listrik dari 10 ke 80 persen hanya dalam waktu 18 menit.
Menurut Frans penempatan ultra fast charging station juga harus melihat kebutuhan dan lokasi. Karena di sejumlah tempat fasilitas itu justru kurang cocok.
“Misalnya (di area) hotel itu kan tidak memerlukan fast charging maka kita gunakan AC 7 kWh. Tapi di beberapa daerah seperti Lippo Mall terjadi kombinasi (dengan DC fast charging),” ujar Soerjo.
Di mall sendiri konsumen diklaim tidak terlalu lama dalam menggunakan SPKLU, seperti disampaikan oleh Henry Riady selaku CEO Lippo Malls Indonesia.
“Ssetiap lokasi beda-beda (waktu pengisian daya), di Senayan Park tidak lama karena jumlah charging station-nya banyak,” ucap Henry dalam kesempatan yang sama.
Sehingga saat ini menurut dia jarang ada kejadian pengguna antre menggunakan SPKLU. Jika ada kenaikan jumlah pengguna mobil listrik Henry menegaskan pihaknya bisa menambah titik charging station.
“Masih sedikit ya (pengguna charging station), jadi kalau misal penuh ya kita tambah lagi. Di beberapa lokasi seperti Spark (Senayan Park) ini kadang memang mengantre,” lanjut dia.
Sehingga saat ini menurut dia jarang ada kejadian pengguna antre menggunakan SPKLU. Jika ada kenaikan jumlah pengguna mobil listrik Henry menegaskan pihaknya bisa menambah titik charging station.
“Masih sedikit ya (pengguna charging station), jadi kalau misal penuh ya kita tambah lagi. Di beberapa lokasi seperti Spark (Senayan Park) ini kadang memang mengantre,” lanjut dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
01 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026